Istriku Tak Gendut Lagi

Istriku Tak Gendut Lagi
Bertemu Sofia


__ADS_3

Marvin menyipitkan pandangannya saat melihat seorang wanita yang sepertinya dia kenal, tidak Marvin tidak mengenalnya namun Marvin pernah bertemu dengannya beberapa kali.


Marvin berjalan mendekat untuk memastikan dan saat sudah lebih dekat Marvin benar- benar yakin bahwa dia pernah melihatnya.


"Kau?"


Sofia mendongak "Oh.."


"Kau teman Monica bukan?"


Sofia tersenyum "Ya.. kau suaminya tuan..?"


"Marvin"


"Ah, ya Marvin."


Marvin mengangguk "Kau datang bersama Monica?" Tanya Sofia. Marvin di buat tercenung, saat dia ingin bertanya tentang Monica, Sofia malah bertanya padanya, dan itu berarti gadis ini tidak tahu tentang Monica.


Marvin harap setidaknya Sofia tahu kabar Monica, jika Monica menjauh darinya Monica mungkin masih berhubungan dengan teman- temannya.


"Dia benar- benar tidak bisa di hubungi setelah satu bulan lebih terakhir kami bertemu, dan ya.. dia juga mengatakan padaku ingin memiliki bayi tentu saja karena dia iri melihatku.." Sofia terkekeh dan mengusap perut buncitnya, barulah Marvin melihat ternyata Sofia sedang mengandung. "Dan aku menyarankan agar dia lebih sering melakukannya denganmu.." Sofia benar- benar gadis blak- blakan pikir Marvin, bagaimana bisa dia bicara sefrontal itu.


Marvin terkekeh "Ya.."


"Jadi bagaimana apa sudah berhasil?"


Entahlah.. Marvin tak tahu, tapi Marvin berharap begitu.


Setidaknya Monica akan datang padanya dan membatalkan perceraiannya demi anak mereka.


"Doakan kami saja.." Sofia tertawa kecil.

__ADS_1


"Tentu saja.. kau tahu kami bertiga punya perjanjian jika kami punya anak kami akan menjodohkan mereka"


"Kami?"


Sofia meringis "Ah.. ya Aku, Monica, dan satu lagi teman kami Agnes." Marvin mengangguk.


"Kau mengenal istriku tuan Marvin?" Marvin menoleh dan mendapati rekan bisnis yang memang harus di temuinya, dan untuk itulah dia di sana, namun kehadiran Sofia mengalihkan fikirannya dan ingin tahu siapa sangka Sofia juga tidak tahu keberadaan Monica.


Tunggu dulu istri?


Marvin menoleh dan melihat Sofia yang masih tersenyum ke arahnya, apa maksudnya teman Monica satu ini adalah istrinya, Marvin melihat lagi ke arah pria paruh baya yang menurutnya lebih pantas jadi ayahnya, Marvin mengenyahkan pikirannya itu bukan urusannya lagi pula cinta tidak mengenal usia.


"Selamat siang tuan Barnes.." Marvin menjabat tangan pria paruh baya di depannya.


Raut wajah Barnes terlihat tidak bersahabat, mungkin dia mengira Marvin punya hubungan khusus dengan istrinya.


"Ah, aku mengenal Nyonya Sofia karena dia sahabat istriku" Marvin menjelaskan, tentu saja dia tak ingin Tuan Barnes salah faham dan membatalkan kerja sama mereka yang akan sangat Marvin butuhkan karena perusahaan kecil Marvin akan sangat berkembang jika dia bisa bekerja sama dengan Tuan Barnes.


Marvin meringis dalam hati, dia tak tahu tentang pernikahan sahabat Monica ini, kenapa Monica tidak mengajaknya saja supaya bisa mengenal tuan Barnes lebih awal, dan tentu saja tuan Barnes tidak akan salah faham.


"Jadi rekan bisnis yang kau katakan adalah tuan Marvin?" Sofia masih terlihat antusias, sedangkan tuan Barnes terlihat menahan amarah karena melihat istrinya yang terkagum melihat wajah tampan Marvin.


"Jadi bagaimana tentang kerja samanya?" Marvin segera mengalihkan perhatian tuan Barnes agar suasananya tidak canggung lagi.


"Ya, aku akan dengarkan apa yang kau punya sehingga aku tertarik untuk kerja sama." Marvin menghela nafasnya semoga tuan Barnes masih mau bekerja sama.


...


Dua jam mereka membahas proyek yang Marvin tawarkan, dan selama itu pula Marvin merasa tatapan Sofia tak lepas darinya, namun Marvin tak berani untuk menoleh karena tuan Barnes memperhatikanya dan sesekali melihat istrinya.


Dan Marvin rasa tuan Barnes sedang cemburu melihat istrinya meperhatikannya.

__ADS_1


"Baiklah, asistenku akan memberitahumu nanti.." Marvin menghela nafasnya sepertinya ini tidak akan berhasil, terlihat dari tatapan tuan Barnes terlihat marah padanya, hey.. bukan salahnya jika istrinya sekaligus teman Monica itu terus memperhatikannya.


"Ayo pulang!" Tuan Barnes berjalan pergi sedangkan Marvin melihat Sofia terkekeh.


"Apa kau lihat, sepertinya dia sedang cemburu.." Sofia terlihat senang.


Marvin diam "Kau tahu pria tua itu sangat menyebalkan, dia bertingkah seperti tidak menyukaiku, tapi ternyata dia bisa cemburu juga.. bukankah itu berarti dia mencintaiku" Marvin tertegun, lalu terdengar seruan tuan Barnes memanggil istrinya, hingga Sofia segera beranjak "Kau tenang saja, suamiku si tua bangka itu akan menerima kerja sama kalian, aku lihat dia tertarik dengan proyekmu.." lalu Sofia melesat pergi mengejar tuan Barnes.


Marvin menggeleng pelan apa dia sedang di jadikan bahan untuk membuat tuan Barnes cemburu..


"Astaga ada- ada saja.."


....


Sudah tahu kisah Sofia, sok di tengok👇



mari ramaikan, karena jika tidak di kontrak juga mau ku hapus, sebelum di hapus yang penasaran baca dulu, tapi tenang.. aku up sampai tamat✌️ abis tamat baru ku hapus Hahaha (tertawa jahat)


Lah kenapa di hapus?


Karena jika tidak kontrak kalau ada yang plagiat aku tak bisa tuntut dan lebih aman kalau di hapus saja.


Lah Pede amat ada yang mau plagiat karah receh mu?


Ah, jangan begitu.. hasil mikir ini bukan sembarang, jangan asal copas, jangan mentang- mentang reader nya dikit situ bisa jiplak.


Lah kok panjang?


Nah jadi begitulah ya..

__ADS_1


__ADS_2