Istriku Tak Gendut Lagi

Istriku Tak Gendut Lagi
Bersatu Kembali


__ADS_3

"Marv.. maafkan aku.."


"Hey.. berhenti menangis, kau tidak lelah.." Marvin duduk dan menghapus air mata Monica.


"Aku merindukanmu, aku mencintaimu.. sungguh.. " Monica menunduk meremas tangannya "Aku juga berusaha melupakan semuanya.. hiks.. tapi tetap tidak bisa.."


"Aku tetap mengingatmu.."


"Aku tidak makan dengan baik karena terus memikirkan mu, aku bahkan hanya memaksakan semua makanan masuk hanya demi bayi kita.."


"Aku tidak tidur dengan nyenyak karena saat aku tidur aku memimpikanmu, dan membuatku semakin rindu.."


"Aku tidak baik- baik saja karena rasanya sangat tercekik saat aku jauh darimu.."


Marvin tak kuasa lagi menahannya, dengan cepat di rengkuhnya Monica dan membungkam bibir gadis itu yang terus mengoceh meski suaranya sudah parau karena terlalu lama menangis.


Marvin melu mat bibir Monica lembut penuh kasih sayang bahkan dia tak hiraukan rasa asin dari air mata Monica yang mengalir di celah bibirnya.


Marvin mengungkapkan semuanya lewat ciumannya, segala perasaannya dan keinginan terbesarnya memiliki Monica dia ucapkan lewat decakan lembut dari kedua bibir yang beradu.


"Berhenti bicara.. aku tidak akan melepaskanmu, berontak dan pergi lagi tidak masalah tapi aku tetap tidak akan rela jika kamu pergi selamanya, pergi sejauh yang kamu ingin, tapi kamu harus kembali padaku, karena sampai kapan pun aku tempatmu pulang, aku suamimu.."

__ADS_1


Monica mengangguk "Sungguh?"


Lagi- lagi Monica hanya mengangguk "Aku tidak mendengar mu Honey.."


Monica mendongak menatap lamat wajah Marvin yang kini tersenyum.."Katakanlah..!"


Monica kembali menunduk, namun tangan Marvin bergerak mencubit dagunya agar kembali mendongak "Katakan apa yang kau inginkan Mo?"


"Aku.. kita.. tidak akan bercerai"


Marvin mengangkat alisnya "Apa? masih tidak terdengar.." Marvin terkekeh saat mendengar suara Monica mencuit seolah dia benar- benar malu.


"Perjanjian jika seumur hidup kau tidak akan pergi dariku.."


"Hanya aku?, bukankah itu tidak adil. Aurora bahkan menatapmu penuh cinta, lalu bagaimana jika nanti kau tergoda untuk kembali padanya."


Marvin terkekeh "Jika aku ingin kembali bukankah harusnya kulakukan saat kamu tidak ada, itu akan lebih mudah.. bahkan aku akan mengatakan padamu tetap menunggu.. tapi aku tidak melakukan itu Mo, aku tetap menunggumu kembali padaku.. ya meskipun tidak selama kamu menungguku, maka jangan minta maaf Mo, banyak kesalahan yang aku lakukan dan aku mengerti kenapa kamu marah..


"Tidak masalah kamu pergi untuk menenangkan diri.. aku akan menunggu sampai kamu bisa melihatku tanpa teringat masa lalu.."


...

__ADS_1


Marvin masih menyiapkan untuk makan malam mereka sedangkan Monica menunggu nya di meja bar sambil melihat Marvin, yang terus tersenyum.


"Aku tidak melihat Mom?" Monica mengedarkan pandangannya "Apa Mom sudah tidur?"


Marvin semakin melebarkan senyumnya "Mom pergi ke vila dan akan menginap di sana, katanya aku harus bisa meluluhkan mu malam ini.."


"Meluluhkan?"


Marvin mengangguk meletakan sup di depan Monica, aroma dari sup langsung tercium di hidung Monica dan menggugahnya untuk segera mencicipinya "Mom tidak tahu kalau aku bahkan sudah berhasil membuat Marvin junior" Marvin berkata pelan, tepat di depan Monica hingga Monica menelan ludahnya kasar.


Kini hilang sudah rasa dari aroma sup yang ingin dia cicipi, dan yang mengalihkannya adalah wajah tampan dan rupawan pria yang masih terus menatapnya dengan senyumannya.


Monica memerah..mengingat bagaimana tadi mereka berciuman dan Marvin tidak melepaskannya hingga bermenit- menit berlalu mereka terus memadu bibir mereka untuk bersatu seolah meluapkan rasa rindu karena lama tidak bertemu.


Marvin mengusap pipi Monica "Pipimu sudah merah.."


Monica mencebik "Aku mau makan supnya" Monica segera mengangkat sendok lalu meniup sedikit agar tidak terlalu panas dan memasukannya kedalam mulut untuk dia nikmati, namun baru saja satu suap kata- kata Marvin hampir saja membuatnya tersedak..


"Humm.. Makanlah, setelah itu aku yang akan memakan mu.."


...

__ADS_1


__ADS_2