Istriku Tak Gendut Lagi

Istriku Tak Gendut Lagi
Melakukannya Untukmu


__ADS_3

Monica memarkirkan mobilnya di sebuah rumah yang baru dilihatnya "Kau tinggal disini?"


"Ya, dengan Mommy, tadinya aku juga ingin mengajak istriku, tapi sepertinya tidak bisa.." Monica tertegun, dan menatap Marvin yang membuka pintu untuk turun dari mobil, sejak perkataan Marvin yang mengatakan dia mencari ke seluruh New York Marvin tidak bicara lagi dan hanya mengatakan alamat yang kini Monica pijaki untuk mengantarnya pulang.


Lokasinya dekat dengan perkebunan anggur dan rumahnya terlihat nyaman untuk di tinggali keluarga kecil, terasa hangat dengan tanaman hijau di sekitarnya, ada bunga- bunga tergantung di teras rumah seolah ada wanita di dalamnya, dan tentu saja Mommy Marvin yang merawatnya.


Monica membantu Marvin keluar dari mobil dan memasuki rumah, saat masuk Monica di sambut oleh seorang paruh baya yang terkejut melihat Marvin terluka "Astaga Nak, kau.. apa yang terjadi?"


Hilda membantu Marvin lalu melihat ke arah seorang wanita yang membawa Marvin "Kau..?"


Monica tersenyum canggung lalu Hilda membulatkan matanya saat dia ingat pernah melihat wajah Monica dari foto yang tergeletak di atas ranjang Marvin "Kau.. Monica..?"


"Hallo.. mom.." sapanya kikuk


"Oh, astaga.." Hilda segera memeluk Monica dan sontak membuat Monica merasakan hangat di hatinya, ternyata Hilda memang sangat baik.


"Kau sudah kembali?, bagus sekali.. kita bertiga akan tinggal disini.."


"Dia datang tidak untuk tinggal Mom.." Hilda menoleh dan melihat Marvin yang berjalan pelan ke arah kamarnya, meninggalkan Hilda dalam kebingungan dan Monica yang tertegun.


...


Monica duduk sambil meremas tangannya, ini pertama kalinya dia bertemu kembali dengan mertuanya sejak tiga tahun lalu di pernikahan dadakan mereka.

__ADS_1


Pantas bukan jika dia gugup.


"Maaf aku sempat tidak mengenalimu.." Hilda meletakkan cangkir teh untuk Monica, lalu duduk di sebelahnya.


"Maafkan juga selama ini aku tidak pernah menemuimu.."


"Maaf juga untuk.."


"Kenapa kau terus mengatakan Maaf.. Mom.." Monica rasa bibirnya kaku saat mengatakan kata 'Mom' dan Hilda menyadari itu.


"Tidak apa, aku mengerti kita memang tidak pernah menghabiskan waktu bersama, pantas jika kau merasa canggung"


"Monica.. banyak kata maaf yang memang harus aku ucapkan.. untuk semuanya dan untuk apa yang Stevan lakukan untukmu.."


"Setelah meminta perjanjian untuk perceraian ku dan Stevan, Marvin memilih untuk memutuskan hubungan dengan Daddynya.."


"Hanya untuk bersama mu.." Monica meneteskan air matanya.


...


Marvin tertegun saat keluar dari kamarnya dan melihat Monica tertidur di sofa ruang tamu, Marvin melihat Hilda yang tersenyum "Dia masih disini?"


Marvin kira Monica sudah pulang dan bukankah Monica sangat ingin segera menjauh darinya, sejak pulang Marvin hanya mengurung diri di kamar dan enggan melihat Monica pergi.

__ADS_1


"Dia tertidur setelah lelah menangis.."


"Monica menangis?" Hilda mengangguk dan lagi- lagi tersenyum.


"Mom sudah bantu apa yang Mom bisa, selesaikan masalah kalian.. Mom akan pergi ke perkebunan dan tidur di vila" Hilda mengedipkan sebelah matanya.


Dan Marvin mengerjapkan mata tak percaya apa yang di lakukan Mommynya.


"Astaga Mommy.."


Marvin berjalan ke arah sofa dimana Monica tertidur mata sembab terlihat bahkan hidung Monica memerah karena menangis, entah apa yang Mommynya katakan hingga Monica tertidur setelah lelah menangis, apa begitu lelah..?


Mommy tidak tahu jika Monica sedang mengandung harusnya tidak boleh biarkan dia menangis terlalu lama, apa tidak apa- apa dengan bayinya nanti.


Mengingat bayi, tangan Marvin terangkat mengelus lembut perut Monica, dengan perasaan menghangat Marvin bergumam "Hay.. baby ini Daddy.."


Monica yang merasakan usapan di perutnya pun terbangun lalu mendudukan dirinya.


"Sudah bangun, kamu belum makan bukan.." Marvin merapikan rambut Monica yang berantakan karena tidurnya.


"Aku akan siapkan makan malam.." Marvin hendak bangun namun Monica mencegah dengan memegang lengan pria itu..


"Marv.. maafkan aku.."

__ADS_1


__ADS_2