
"Sepertinya kau salah paham Aurora.."
"Kau tahu antara bahasa basa- basi saja dan yang sungguh- sungguh.. jika aku benar- benar memintamu datang bukankah sejak awal aku memberikan alamat rumah kami" ya hari itu Hilda dan Marvin bahkan langsung pergi.
" Dan aku tak tahu kamu seberani itu untuk datang setelah apa yang kamu lakukan pada anakku.."
Aurora merasa dirinya telah di permalukan bagaimana bisa Mommy Marvin berkata seperti itu sekarang. di sini dia lah yang terluka, ditinggal menikah oleh Marvin, wajar bukan jika dirinya pergi, dan tentang uang yang dia terima..
"Jangan merasa kamu paling tersakiti Aurora, kamu pikir apa yang membuat Marvin tidak mengejarmu? Marvin adalah pria yang kukuh jika dia menginginkan sesuatu, namun jika dia kecewa maka dia tidak akan mau melihat orang itu lagi.."
"Apa yang bibi katakan, apa aku salah jika pergi setelah Marvin menikah.. dan soal uang dari paman Stevan.."
Hilda menggeleng "Bukan itu, Marvin tahu kenapa bisa kau di keluarkan dari kampus mu Aurora"
Aurora menegang dia menelan ludahnya kasar bagaimana bisa Marvin tahu, dia berusaha untuk mengubur itu dalam- dalam.
Saat Aurora meraih gelar dokter nya dan pergi ke luar negeri, dia mempunyai skandal dengan dosennya, dan itu bukan sekedar skandal bohong melainkan dia benar- benar berselingkuh dengan dosen tersebut hingga suatu hari saat mereka bercinta hal itu di ketahui istri dari si dosen yang sialnya adalah pemilik kampusnya, dan Aurora akhirnya di keluarkan dari kampusnya dengan rasa malu yang di coreng di wajahnya, hingga Aurora tak bisa meraih cita- citanya untuk menjadi dokter, karena kekuasaan si istri dosen memblokirnya di setiap universitas kedokteran.
Dan saat Marvin bertanya kenapa Aurora memutuskan pulang sebelum menjadi dokter, Aurora mengatakan dia ingin menjadi model saja, karena dokter sangat melelahkan.
Namun saat Marvin menikah, Stevan mendatanginya dan memintanya pergi dari hidup Marvin dengan imbalan membersihkan namanya hingga dia bisa menjadi dokter kembali dan meraih cita- cita nya, bagaimana bisa Aurora menolak, sedangkan dia begitu ingin menjadi seorang dokter.
Lalu kini dia mencoba peruntungan untuk kembali pada Marvin, dan berharap akan ada celah sedikit saja agar dia bisa masuk dan menghancurkan hubungan Marvin dan Monica namun ternyata Marvin sudah tahu apa kesalahannya dulu.
__ADS_1
"Jangan ganggu rumah tangga Marvin, Aurora, Marvin tidak main- main tentang ancamannya, kamu tahu bagaimana dia melindungi orang- orang yang dia sayangi, karena itu yang selama ini Marvin lakukan untukku, dia rela menyembunyikan kesalahan Stevan hanya demi melindungiku dan lebih dari itu Marvin bahkan rela mati demi istrinya, jadi aku sarankan jangan mencoba, hubungan kalian harusnya sudah selesai saat kamu berkhianat dan itu terjadi sebelum Marvin menikah, jadi jangan berharap apapun."
...
Marvin menghela nafasnya saat melihat Monica duduk dengan sekotak besar eskrim di depan mini market dekat rumah mereka.
Marvin segera memarkirkan mobilnya dan menghampiri Monica.
"Aku mencarimu Honey.." Marvin duduk di sebelah Monica. "Dan kau malah asik menikmati sekotak besar eskrim?"
Monica mencebik "Aku butuh sesuatu untuk mendinginkan hatiku yang panas.." Marvin terkekeh.
"Apa yang membuat hatimu panas Baby?" Marvin menduselkan hidung ke pundak Monica.
"Entahlah aku ingin menggosok mulut dokter sok cantik itu"
Monica mencebik "Tidak, hanya berkata.."
"Aku adalah cinta sejati Marvin jadi jangan harap bisa hidup selamanya dengan Marvin.." Marvin tertawa saat Monica menirukan ucapan Aurora.
"Kenapa kau tertawa, menurutmu ini lucu?" Monica menatap tajam Marvin. "Jika tidak ada Mom sudah ku balas dia.."
"Kenapa tidak membalasnya?"
__ADS_1
"Aku tidak mau di cap menantu bar- bar" lagi- lagi Marvin tertawa.
"Lalu apa yang akan kau katakan untuk membalasnya?"
"Tentu saja aku akan bilang.. " Ambil saja jika kau mau..!"
"Hey, kau tidak akan memperjuangkan aku..?"
"Untuk apa, jika kau masih mencintainya aku tidak akan menghalangimu, memangnya pria di dunia ini hanya kau saja"
Marvin menjatuhkan rahangnya tak percaya dengan apa yang Monica katakan "Kau tidak akan berjuang untuk mendapatkan cintaku?"
Monica menatap Marvin "Dengar Marvin, aku tidak perlu berjuang untuk mendapatkan cinta, apalagi jika cinta itu sudah dimiliki orang lain, dan bukannya aku akan menjadi pelakor"
"Lalu bagaimana jika aku memang mencintai mu dan hanya kamu?"
"Itu lain lagi ceritanya, yang aku katakan adalah jika kamu masih mencintainya, ya pergi saja sana" Monica memakan kembali eskrimnya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?"
"Tentu saja akan mengancammu, jika kau berani berdekatan dengannya atau wanita manapun, aku akan pergi tanpa kembali lagi dan tentu saja aku akan membawa anakku.."
"Anak kita Baby.." Marvin memprotes "... dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi.."
__ADS_1
...
Aku mau tanya, lebaran berapa hari lagi sih?🤔