
Marvin menghela nafasnya saat seseorang di sebrang sana juga belum bisa menemukan Monica, kemana dia pergi.
Sudah satu bulan Monica pergi namun Marvin belum juga bisa menemukannya bagaimana keadaannya.
Marvin sudah bertanya pada Paman Jhon tapi sepertinya dia berkata jujur saat berkata tidak tau kemana Monica pergi.
"Kemana kau Baby aku merindukan mu.. uwek.." Marvin berlari ke arah kamar mandi saat merasakan mual dan perutnya serasa di aduk, akhir- akhir ini Marvin sering pusing dan mual, mungkin karena jadwal makannya yang tidak teratur, sibuk bekerja untuk mengalihkan pemikirannya tentang Monica membuatnya lupa makan di tambah lagi dengan rasa khawatir terhadap Monica membuatnya tidak punya nafsu makan.
"Nak kau baik- baik saja?" Hilda menepuk punggung Marvin. "Sudah berapa hari ini terjadi kenapa terus mengabaikan kondisimu, ayo pergi ke rumah sakit." Ajaknya. Hilda sudah beberapa kali melihat Marvin muntah, namun Marvin selalu menolak untuk pergi ke dokter.
"Aku tidak apa Mom, mungkin karena tidak makan tadi pagi dan asam lambungku naik.."
"Sudah tahu kau sedang sakit tapi masih tidak makan."
Marvin terus memuntahkan air kekuningan dari mulutnya, nyatanya dia yang tidak memasukan makanan sedikitpun membuat perutnya kosong dan hanya memuntahkan air.
"Jangan abaikan lagi ayo kita ke rumah sakit.."
"Tidak Mom, aku baik- baik saja sungguh sebentar lagi kondisi ku akan membaik."
"Baiklah, lakukan yang kau mau. Mom rasanya lelah mengurusmu!" Hilda pergi dengan marah dan menutup pintu kamar Marvin.
Marvin menghela nafasnya, padahal dia sungguh baik- baik saja dan setiap pagi memang begitu lalu siangnya akan kembali membaik, hanya saja kali ini terasa hingga siang, Marvin mual mungkin karena tidak makan tadi pagi akibat merasa makanannya membuatnya semakin mual, aroma yang menyengat membuat perutnya terasa di aduk.
"Sial, ada apa denganku.. apa aku benar- benar harus memeriksakan diriku."
Marvin melihat Mommynya sedang memasak sesuatu di dapur "Mom.."
__ADS_1
Hilda diam..
"Maafkan aku, aku baik- baik saja sungguh.. hanya saja kondisiku memang begitu tapi setelah mual itu aku akan kembali seperti semula dan baik- baik saja"
Hilda mematikan kompor lalu menatap Marvin "Mom tahu tapi ini sudah lama, mom tak mau terjadi sesuatu yang buruk padamu, kau tahu.. hanya kau yang Mom miliki.."
Marvin mendekat dan memeluk Mommynya "Maafkan aku, tapi aku akan menjaga kesehatanku, lagi pula mimpiku masih panjang jadi tidak akan mati secepat itu."
Hilda memukul punggung Marvin "Bicara yang benar!"
Marvin terkekeh "Bagaimana istrimu?"
"Belum ketemu.."
Hilda menepuk pipi Marvin "Bersabarlah, ini juga tidak mudah untuknya."
"Aku tahu Mom, hanya saja aku takut sesuatu yang buruk terjadi.." Hilda menggeleng.
"Semoga begitu.."
...
"Selamat siang tuan, kita ada janji dengan pemilik Barnes Corp untuk perjanjian bisnis setelah jam makan siang" David menghampiri Marvin yang masih memeluk Hilda.
Marvin mengurai pelukannya, dia memang pulang untuk makan siang dan jarak kantornya yang dekat membuatnya bisa pulang kapan saja.
"Aku tahu, aku akan makan dulu.."
__ADS_1
"Aku dengar perusahaan itu terbesar disini.." Hilda meletakan masakannya di atas meja.
"Hmm kita perlu meyakinkannya agar mau bekerjasama untuk menaikan eksistensi kita." Marvin duduk untuk mulai makan.
"Mom yakin kau bisa.."
"Hmm doakan aku Mom"
"Dav, kau tidak makan, ayo duduk makanlah!"
David meringis saat melihat Marvin menatapnya datar lalu menggerakan kepalanya agar dia menuruti Mommynya.
"Baik nyonya, kebetulan aku juga belum makan.."
"Kenapa menyiksa dirimu, kau bekerja untuk makan, lalu kau tidak makan akan kau apakan uangmu."
Marvin mendengus.
David menghela nafasnya dia tahu Marvin belum mempercayainya, namun akan dia buktikan bahwa dia bukan mata- mata Stevan daddy Marvin, dia sudah berhenti berhubungan dengan pria itu sejak Marvin juga memutuskan pergi.
"Dav kau bisa antarkan Marvin ke rumah sakit?"
David mendongak dan menatap tuannya "Belakangan ini Marvin sering muntah, mungkin asam lambungnya naik.."
"Baik nyonya."
"Pastikan setelah pekerjaan kalian selesai kau membawanya ya."
__ADS_1
....
Lagi?