Istriku Tak Gendut Lagi

Istriku Tak Gendut Lagi
Mengetahui


__ADS_3

Monica terbangun dengan sisa sakit di kepalanya, Monica mengangkat tangannya yang terluka, lalu menghela nafasnya dan ternyata kejadian itu bukan mimpi, semalam dia benar- benar terjatuh dan Marvin juga ada di sana..


"Sudah bangun?" Benar bukan Marvin ada di sana.


"Merasa pusing?" Marvin menyentuh dahi Monica lalu menghela nafas lega saat suhu tubuh Monica normal.


Marvin beralih pada tangan Monica dan memeriksa tangan Monica dan perbannya aman. "Ada apa denganmu, Baby?" Marvin menangkup wajah Monica "Kamu minum sendiri, bagaimana jika terjadi sesuatu?" Monica diam dan memalingkan wajahnya.


"Tidak mau bicara?"


"Baiklah sarapan dulu baru setelah itu kamu harus bicara."


Marvin menyendokkan makanan dan akan menyuapi Monica "Marv..?"


"Hum?"


"Apa kau mencintaiku?" Marvin mengerutkan keningnya dan meletakan sendoknya.


Marvin menggenggam tangan Monica "Aku sangat mencintaimu, Mo.."


Monica tersenyum "Sebesar apa?"


"Sangat besar.." Monica tersenyum melihat Marvin..


"Benarkah..?"


Marvin menghela nafasnya "Apa yang membuatmu ragu, Mo.. katakan padaku?"

__ADS_1


Monica menggerakkan tubuhnya lalu memeluk Marvin "Aku mencintaimu, Marv.. jika aku di suruh memilih pasti aku ingin selalu kamu bahagia.." Monica menenggelamkan kepalanya di dada Marvin.


Marvin tersenyum dan menangkup wajah Monica "Dan bahagiaku bersama kau.."


Marvin memberikan kecupan di bibir Monica..


"Jadi, ada apa denganmu.. kenapa mabuk?"


Monica menggeleng "Aku ingin bayi.."


Marvin tertegun lalu terkekeh "Benarkah?"


Monica mengangguk "Aku rasa punya bayi akan menyenangkan, tapi sepertinya itu tidak mungkin.." Monica menunduk, dia akan mengakhiri semuanya jadi bayi juga tidak bisa hadir di antara mereka.


"Kenapa tidak bisa?" Marvin mendorong Monica pelan lalu mengungkungnya.


"Kita bisa memilikinya" Marvin mencium bibir Monica.


Monica mengusap wajah tampan Marvin lalu mengecup rahangnya "Aku sangat mencintaimu, Marv.. bisakah kamu kabulkan keinginanku?"


Marvin mengerutkan keningnya "Tentu saja, termasuk mempunyai bayi bukan?" Marvin tersenyum lalu kembali memberikan ciuman pada Monica.


Monica memejamkan mata dan menyambut ciuman Marvin dia akan menikmatinya, ini terakhir kalinya dan melepaskan Marvin..


....


Monica bangun dan meraih kemeja Marvin yang teronggok di lantai lalu mengenakannya.

__ADS_1


Monica mendudukkan dirinya di sofa dan menatap ke arah jendela "Mo,."


"Kamu berjanji akan mengabulkan permintaanku kan?"


Marvin mengangguk lalu duduk di sebelah Monica "Apa pun?"


"Aku hanya minta satu Marv.." Marvin menunggu "Ceraikan aku!" Monica mendongak melihat Marvin yang tertegun.


"Apa?"


"Ceraikan aku Marv.." Marvin menggeleng


"Tidak akan.."


"Kau egois Marv, kau ingin semuanya hartamu dan juga aku?" Marvin menegang "Berikan dokumennya padaku, aku akan menyerahkan semuanya padamu.."


"Mo.."


"Kau tahu Marv, saat itu Alexa sedang mengandung.." Marvin tertegun.


"Mo.."


"Bagaimana bisa Daddymu membunuh ayah dan kakakku!" Monica menepis tangan Marvin "Apa kesalahan kami, apa kesalahan kakak dan ayahku.. hingga kalian melakukan itu!"


"Aku tidak mau, sungguh.. aku tidak mau harta kalian, tapi bisakah kalian kembalikan ayah dan kakakku!" Marvin terdiam saat Monica mencakar dan memukul dadanya. "Aku tahu.. aku tahu semuanya.. apa yang di lakukan daddymu, tidak kah kalian masih berhak di sebut manusia.." Monica menangis meraung jadi inilah sebabnya Monica mabuk dia mengetahui semuanya semua rahasia antara dia dan daddynya.


Benar Daddynya memang melenyapkan Ayah dan Alexa, bahkan target awalnya adalah Monica, karena harusnya Monica juga ada di dalam mobil tersebut, namun karena Monica berada di mobil Marvin jadilah yang tewas hanya Ayah dan Alexa.

__ADS_1


"Kenapa tidak biarkan aku ikut mereka.."


...


__ADS_2