Istriku Tak Gendut Lagi

Istriku Tak Gendut Lagi
Tetap Bercerai


__ADS_3

Marvin menatap sendu wanita di depannya, akhirnya dia bisa bertemu dengan Monica setelah sekian lama menahan rindu.


Marvin berjalan pelan seolah ingin menikmati pemandangan indah di depannya, wanita cantik yang selama ini hanya mampu dia pandang lewat foto yang tersimpan kini berdiri di hadapannya.


Monica tampak cantik dengan pipi sedikit tembem dan tubuh yang sedikit berisi, hanya sedikit namun nyatanya Monica nampak lebih cantik, apalagi dengan rambut sebahunya terlihat lebih segar dan cantik.


"Kau terlihat cantik dengan pipi tembem mu?" Marvin menunduk melihat dirinya yang bahkan kehilangan berat badan selama Monica tidak ada, dia tidak nafsu makan dan kehilangan selera walau hanya untuk sekedar olah raga untuk menjaga tubuh atletisnya.


Monica tersenyum sendu dengan tatapan jatuh pada Marvin dan tak melepaskannya sungguh dia merindukan Marvin.


Kini jarak mereka hanya satu langkah dan Marvin hanya bisa terpaku saat Monica memeluknya..


Marvin menelan ludahnya kasar saat merasakan eratnya pelukan Monica seolah ini adalah pelukan untuk terakhir kalinya, lalu tangan Marvin terangkat dan balas memeluk Monica tak kalah erat.


"Aku merindukanmu baby, aku rasa aku akan gila jika terus tidak melihatmu.."


"Bagaimana denganmu?"


"Kau baik- baik saja?"


"Kau makan dengan baik?"


"Kau tidur dengan nyenyak?"

__ADS_1


"Apa kau juga merindukanku?"


"Mo, aku sungguh merindukanmu" Marvin tergugu di pundak Monica, dia menangis, hingga Monica tak kuasa menahan lagi air matanya.


Dia hanya diam dan menangis di pelukan Marvin, mereka berpelukan cukup lama seolah menyalurkan rasa rindu yang menyiksa dan menghantui saat mereka berjauhan.


...


Marvin dan Monica duduk di kursi taman tempat Monica berkata akan menemuinya, betapa bahagianya Marvin saat Monica menghubungi dan ingin mereka bertemu, dan dengan cepat Marvin memacu mobil ke tempat yang Monica sebutkan, dengan tangannya Marvin menggenggam erat tangan Monica, mereka masih diam hingga beberapa menit kemudian Monica angkat suara..


"Aku hamil Marv.."


Marvin menoleh dan tertegun, lidahnya terasa kelu seolah tak bisa berkata- kata, namun matanya berbinar menatap pada perut Monica, akhirnya doanya terkabul dan Monica kini sedang mengandung anak mereka.


Monica mengangguk "Humm.."


"Astaga,. aku bahagia Mo.. kita_ kita akan menjadi orang tua yang baik, aku janji.." Marvin menjatuhkan dirinya di depan Monica lalu tangannya dengan gugup terangkat menyentuh perut Monica, benar perutnya tidak serata dua bulan lalu, ada sedikit tonjolan disana.


Monica menunduk dan memperhatikan Marvin yang sedang menangis dan masih berjongkok di depan perutnya.


"Ayo pulang Mo.." Marvin menggenggam tangan Monica "Udaranya dingin tidak baik untukmu.. aku akan bilang pada mom.."


Monica menggeleng "Aku ingin tetap bercerai" Monica melepas tangan Marvin dan Marvin hanya bisa terpaku.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku tidak bisa Marv, sungguh.."


"Kamu tidak mencintaiku?"


Monica menggeleng "Aku mencintaimu.." lirihnya.


"Lalu kenapa, kenapa kita harus bercerai? aku mohon Mo, jika tidak untukku lakukan demi anak kita, apa kau akan membiarkan dia tumbuh tanpa orang tua yang lengkap.."


"Kamu bisa datang sesukamu, menemui anakmu Marv.." Monica menelan ludahnya.


Marvin menghela nafasnya "Tetap tidak bisa ya, Mo?"


"Jadi apapun yang aku lakukan, meski aku berlutut dan memohon kau tetap akan bercerai.."


"Mengertilah Marv.."


"Aku tidak mengerti Mo, tidak mau mengerti, sekeras apapun aku berusaha hatimu tetap keras." Marvin mengangguk "... baiklah ayo kita bercerai saja.. itu bukan yang kau mau, aku melepaskan kamu Mo" Marvin bangkit lalu berjalan ke arah mobilnya di sebrang jalan.


Monica tercenung,ya.. ini yang dia mau.. Marvin melepaskannya tapi kenapa mendengar kata- kata itu langsung dari Marvin membuatnya sakit.


Monica masih melihat punggung Marvin yang berjalan ke arah dimana mobilnya terparkir, melihat dengan tatapan sedih namun sedetik kemudian Monica memekik terkejut saat Marvin terpental karena tertabrak mobil.

__ADS_1


"Marvin!!"


__ADS_2