Izinkan Aku Bersamamu

Izinkan Aku Bersamamu
Ep. 14


__ADS_3

Note : Nggak nyangka banget, cerita ini sudah di episode 14. Maaf ya, seharusnya namanya Reza. Tapi, karna Kak Elin sudah terbiasa memanggil Riza sebagai panggilannya😁.


Okeh kita lanjut ya...


******


Orangtua Sania mendekati Reza, aku juga berhadir di sidang perceraian Reza dan Sania. Perasaan bersalah menyelimutiku. Ingin sekali aku bertanya, apakah aku salah?


Aku akan bertanya kepada Reza nantinya, ku perhatikan sikap orangtua Sania terkhusus Mamanya. Ku lihat, sikap mereka yang hangat dan tak menyalahkan siapapun.


Aku sangat bangga melihat sikap mereka, mereka mengatakan bahwa Reza akan tetap jadi anak mereka.


Aku menangis dan terharu melihat kejadian yang sangat langka diantara mantan menantu dan mantan mertua. Memang nggak ada sebutan mantan, tapi itu menandakan berakhirnya hubungan suami istri antara Reza dan Sania.


" Hai Liza," ucap Reza kepadaku.


" Ya,"


" Terimakasih telah memberikan dukungan untukku, selanjutnya aku akan meminta restu sama orangtuamu."


" Orangtuaku berada di India Rez, tepatnya di Kerala."


" Lalu bagaimana?"


" Aku akan menelpon mereka dulu untuk memberitahukan, bahwa aku akan menikah."


" Perlu aku bantu nyonya Wijaya."


" Tidak perlu," jawab Liza dengan wajah yang memerah.


*****


Mereka pulang ke rumah Kak Elin dan mengajak Liza.

__ADS_1


Nesya yang melihat kedatangan Bu Liza, sangat senang karna baru hari ini Nesya melihat Bu Liza.


2 minggu yang lalu, Liza sudah mengundurkan dirinya dari tempat kerjanya di sekolah.


" Kak Elin, bisa Liza bantu?"


" Tidak usah koq, makasih ya Liza. Kamu akan menjadi pendamping hidup adikku."


" Iya Kak, tapi aku akan meminta Reza untuk mengikuti Kak Elin. Karna, Ayah tidak akan setuju Kak bila kami beda agama."


" Oke Kak akan bicara sama Reza."


Kak Elin meninggalkan Liza sendiri di dapur. Sehingga, Liza berencana untuk menelpon Ayahnya.


πŸ“ž Assalamu'alaikum Ayah


πŸ“ž Wa'alaikumussalam putri kesayangan Ayah


πŸ“žAku meminta izin Ayah untuk menikah.


πŸ“ž Apa? dengan siapa kamu menikah?


πŸ“ž Reza, Ayah. Nanti dia menghubungi Ayah..


πŸ“ž Oke. Kapan dia ke India?


πŸ“ž Dia akan bicara sama Ayah.


πŸ“ž Sudah dulu Ayah, salam sama Bunda


πŸ“ž Assalamu'alaikum


πŸ“ž Wa'alaikumussalam

__ADS_1


Aku ingin memberitahukan ini kepada Reza, aku tahu kamar Reza berada. Ku langkahkan kami menuju kamarnya. Ku tak sengaja mendengar percakapan Kak Elin dan Reza.


" Za, Kak tahu perasaanmu pasti sangat sedih berpisah sama Sania?"


" Kak, Sania sudah masa laluku sedangkan Liza masa depanku."


" Iya, Kaka tahu itu, Za. Apakah kamu tak melihat beban Sania?"


" Aku tahu Kak, tapi dia sendiri yang memilih karir dari pada aku. Sedangkan Liza, ia berhenti bekerja karna memilih aku sebagai suaminya."


Tok...Tok...Tok


Ku hentikan pembicaraan mereka berdua, Reza terkejut melihat kedatanganku.


" Masuk Liza," ucap Kak Elin.


" Iya Kak, aku sudah menelpon Ayah. Dia memberikan izin untuk kita menikah. Tapi, kamu harus pergi ke India."


" Baiklah aku akan berangkat ke India."


*****


Oke, kita percepat ya. Anggaplah, Reza sudah mendapat restu dari orangtua Liza. Mereka minta satu syarat. Yaitu, Reza harus sama untuk masalah agama. Reza menyanggupi dan pada saat itulah ia sudah resmi menjadi seorang muallaf.


Orangtua Liza tidak bisa berhadir, Ayahnya meminta Paman Liza yang ada di Indonesia untuk menjadi wali nikah keponakannya.


*******


Aku terharu melihat perjuangan Reza, dia bersusah payah untuk mendapat restu dari orangtua dan pamanku.


*****


Bentar lagi episode Liza dan Reza menikah yaπŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2