Izinkan Aku Bersamamu

Izinkan Aku Bersamamu
Ep. 3


__ADS_3

Begitulah kondisiku, panahan untuk pemain kanan memang terasa berat. Tapi, aku mampu memainkan anak panah dengan memegang panahan tersebut. Ketika kegiatan INASP ( Indonesian Archery School Program) selalu diadakan 4 bulan sekali, kami harus mengikuti kegiatan tersebut sebagai bukti seorang Pemanah. Klub kami dibawah Perpani, setiap jum'at-minggu sore adalah jadwal latihan kami.


" Aku harus berlatih kembali untuk mengikuti level 2 bulan Juni nanti," gumamku dalam hati.


Ketika aku mampu menaklukkan level 2 dengan jarak 15m, maka nanti aku akan naik level 3 dengan jarak 18m. Sebuah prestasi bagiku, walau sudah terlewat masa muda untuk menjadi atlet.


Oke, kita skip aja ya latihan memanahnya. Nanti panjang lebar deh Mae bercerita tentang olahraga memanahπŸ˜‚


*****


Rutinitas Liza seperti biasa, besok ia harus kembali ke sekolah untuk mengajar. Liza kangen dan rindu dengan anak muridnya, salah satu murid yang paling ia sayangi adalah Nesya. Seorang Guru TK suatu kebanggaan baginya untuk mendedikasikan ilmu kepada anak muridnya.


Liza sewaktu kuliah mengambil Jurusan Pendidikan Matematika, tapi ia terjun untuk mendidik anak-anak TK B yang berusia 5,5-7 tahun.


Liza selalu senang, ketika melihat wajah dan sikap mereka. Anak kecil selalu memberikan kebahagiaan baginya.


*****


Hehehe, kita kenalan sedikit ya. Siapa sih Nesya itu? Nesya Alifa Tsabita Maghfirah, nama yang cantik dan mempunyai arti sangat baik. Ia anak yang cerdas, anaknya baru berusia 6 tahun. Tapi bagi Liza, Nesya sangat dewasa di usianya. Ia sangat menyayangi Liza. Setiap kali Nesya terlambat dijemput oleh Ummi nya, maka Liza lah yang mengantarnya pulang. Setiap kali diantar oleh Liza, Nesya tak membiarkannya pulang duluan. Nesya ingin ditemani oleh Liza, sampai Nesya tertidur baru Liza kembali ke Sekolah. Itulah rutinitas Liza setiap hari mulai dari senin-jum'at.


*****


Dret, dret, dret....

__ADS_1


Terdengar suara HP Liza yang bergetar.


Oh ternyata itu dari Nesya.


Nesya selalu di dampingi oleh Ummi nya ketika memegang HP.


Sebuah voice note masuk di whatsappku, aku segera membuka dan mendengarkannya.


πŸ”‰" Bu Liza, Nesya kangen?"


πŸ”‰" Iya sayang, Bu Guru juga kangen dengan Nesya."


πŸ”‰" Bu Liza, besok Nesya memberi Ibu hadiah."


πŸ”‰" Alhamdulillah sayang, terimakasih banyak."


πŸ”‰ " Selamat tidur Bu Guru."


πŸ”‰" Selamat tidur juga Nak."


Liza sangat senang mendapatkan voice note dari anak kesayangannya. Ia tak pernah membeda-bedakan perlakuan antara murid satu dengan yang lain. Semuanya sama menurut Liza.


Malam mulai datang, menyelimuti gelapnya bumi membuat semua orang terhanyut dalam mimpinya.

__ADS_1


" Liza, mau kah kamu menerima lamaranku?"


Tok, tok, terdengar suara pintu yang membangunkan tidur Liza yang sedang bermimpi.


Ternyata aku hanya mimpi, tapi siapakah Pria yang ada di mimpiku. Seakan itu nyata sekali.


" Iya, tunggu sebentar." Sahutku dalam kamar.


Aku berjalan membukakan pintu dan mempersilahkan dia masuk.


Dia adalah temanku, namanya Mona. Satu angkatan di Relawan.


" Ada apa Mon? Pagi buta ke sini." Kataku sambil memperlihatkan wajah suram akibat ngantuk.


" Gue mau numpang mandi Liz, boleh ya?" Sahutnya Sambil memohon kepadaku.


" Iya silahkan, aku siapkan sarapan dulu ya!" Ucapku kepada Mona.


" Oke Bos," jawabnya dengan cengengesan.


Aku berjalan menuju dapur, hari ini menu sederhana yang ku masak yaitu telor ceplok dan nasi goreng. Ciri-ciri anak kos, setiap akhir bulan dengan kantong kering di saku mereka.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2