Izinkan Aku Bersamamu

Izinkan Aku Bersamamu
Ep. 21


__ADS_3

Hai semuanya, Mae akan menamatkan cerita ini. Jangan sedih ya.. Mae akan terus berkarya.


Setelah dua minggu nggak nulis, akhirnya come back lagi.. Kita lanjut ya!!!😉


****


" Apa yang kamu lakukan Sania?"


" Ha ha ha, aku akan mengambil hakku!"


" Hak apa? Kalian sudah bercerai!"


" Aku ingin kembali kepada Mas Reza. Aku masih mencintainya. El masih membutuhkan Papa nya."


" Tapi kalian sudah bercerai, El bisa bertemu dengan Papa nya. Aku tidak melarang dia. Ku mohon, jangan ganggu kami lagi."


Katamu mengganggu, kamu yang seharusnya mengaca Liza. Kehadiranmu lah yang merusak keluargaku.


" Cukup Sania, aku tidak merusak keluarga kalian."


Ku lihat Mas Reza masih menahan gairahnya. Ia memeluk ku dengan erat dan memberikan efek pada leherku.


" Baiklah jika kamu ingin kembali, biarlah mas Reza yang memutuskan. Sekarang ku mohon pergilah."


Aku ikhlas, apa yang akan terjadi. Ketika Mas Reza ingin kembali kepada Sania, aku akan meninggalkan Mas Reza.


Sania pun meninggalkan kantor dengan marah, karna ia tak berhasil menyentuh Mas Reza.


Mas Reza semakin lepas kendali, ia melakukan serangan kepadaku. Aku dibuatnya terlena.

__ADS_1


Mas Reza mengangkat tubuhku dan membawanya ke dalam kamar.


1 jam pergulatan yang dilakukan Mas Reza kepadaku.


" Mas, gimana keadaanmu?"


" Terimakasih sayang sudah menyelamatkanku."


" Sama-sama Mas," aku memberikan pelukan kepada Mas Reza.


" Mas?"


" Iya," sambil Mas Reza merapihkan pakaiannya dan bergegas untuk mandi.


" Mas, aku ingin bicara padamu nanti!"


" Baiklah sayang."


Mas Reza tidak akan kembali kepada Sania, ia begitu marah kepadanya. Aku memberikan pilihan, tapi Mas Reza tetap memilihku.


Ia bergegas menuju rumah Sania, Maz Reza menggegam tanganku dengan erat.


Ia bertekad untuk menyelesaikan masalahnya. Sesampainya di rumah Sania, Mas Reza tanpa basa-basi langsung menekankan kepada Sania. Mas Reza tak akan kembali, dan mengambil alih hak asuh El dari Sania.


" Maaf,"


Kata Maaf yang terucap dari mulut Mas Reza, menandakan hati yang tersakiti.


Kami pun pulang dari rumah Sania. Ku lihat, emosi Mas Reza masih ada. Ku genggam tangannya, ku bisikan kata-kata menenangkan untuknya.

__ADS_1


" Mas, aku adalah air yang mampu mendinginkan api di hatimu. Aku selalu berada disisimu. Aku selalu ada untukmu."


Mas Reza menatapku dengan syahdu, ia melihat diriku.


" Mas, bangga padamu sayang."


" Aku juga bangga pada Mas, yang berani menyelesaikan masalahnya."


Aku pun memberikan sebuah hadiah ciuman di pipi kepada Mas Reza.


Mas Reza yang melihat tingkah ku, semakin genit menggodaku.


" Yang, aku ingin berdua makan malam dengamu. Apakah tuan puteri bersedia?"


" Ya, aku bersedia pangeran."


Waktu terus berlalu, menyelimuti sinar matahari. Menenggelamkan cahaya menjadi malam.


Mas Reza memberikanku kejutan, aku terkesima dengan kejutannya. Aku sangat bahagia malam ini.


Aku memelukknya dan bahkan menciumi pipinya.


Mas Reza sangat senang, ia sekali lagi membuktikan cintanya kepadaku. Aku bahagia menjadi istrinya. Aku tak peduli dengan omongan orang lain.


Aku bukan pelakor, aku wanita sah yang dinikahi oleh Mas Reza. Aku bukan perusak rumah tangga orang lain.


Aku sangat bersyukur telah menjadi istri Mas Reza.


" Alhamdulillah yaa Allah, jodohku yang Engkau berikan adalah yang terbaik. Maka Izinkan Aku bersamanya sampai maut memisahkan kami berdua," bisikku dalam hati.

__ADS_1


****


Terimakasih, mohon like, vote and komen ya😉


__ADS_2