Izinkan Aku Bersamamu

Izinkan Aku Bersamamu
Ep. 8


__ADS_3

Rasanya hati ini sakit, ketika orang yang kita suka sudah beristri. Aku tak bisa berbuat apa-apa, aku sempat berpikir untuk memblokir nomor beliau. Tapi, itu tak mungkin bagiku. Karna setiap hari, beliau selalu datang ke sekolah untuk mengantar Nesya.


Ku lirik jam dinding, ternyata sudah pukul 23.00 Wita. Saatnya aku harus istirahat untuk kegiatan besok.


*******


Suara HP ku berbunyi, tanda panggilan seorang. Ku lirik, ternyata itu Bunda yang memanggil. Segeralah ku angkat panggilan tersebut.


🔉Assalamu'alaikum Mom


🔉Wa'alaikumussalam


🔉Kaise ho yaar?


🔉Alhamdulillah, aap kaisee hain maan?


🔉Alhamdulillah, tumane kya khaaya?


🔉 Haan Mom. Mom, I want to take a bath?


🔉Oke, see you dear


🔉Yss Mom, see you😘


*****


Hihi, panggilannya kadang menggunakan bahasa Hindi dan English. Belajar untuk memulai dengan bahasa Internasional. Maaf ya jika salah🤗.


******

__ADS_1


Aku bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, ketika mau berangkat HP ku berdering kembali. Ku lihat, ternyata panggilan dari Riza. Ku beranikan diri tak mengangkat panggilannya. Ku masukkan kembali, HP ku ke dalam tas, segera ku lajukan motorku dengan kecepatan sedang.


Tak berselang 15 menit, aku sudah sampai di sekolah. Ku langkahkan kaki, tiba-tiba seorang memanggilku dari belakang. Aku kenal dengan suara tersebut.


" Ya ampun, gimana ini? waktu yang tak pas," gumamku dalam hati


" Hai Liza, apa kabar?" Tanya Riza kepadaku.


Aku menoleh ke arahnya, aku tak menjawab hanya bisa tersenyum. Ku terus melangkah dan tak menoleh ke arahnya.


Dia bingung dengan sikapku, aku masih berada di dalam kelas. Karna ku lihat dari luar jendela, dia tetap di sana. Ku tahu, dia lirik kesana kemari untuk melihat diriku.


Nesya yang sedang asyik bermain, ketika itu dia sedang terjatuh dan menangis. Aku langsung menghampiri dan memelukknya.


Ku tenangkan dia, agar berhenti menangis. Ketika tangisannya berhenti, aku pun bertanya kepadanya.


" Kenapa nangis sayang?"


" Nanti mainnya pelan-pelan ya, ada yang sakit Nak?"


" Sakit disini Bu," sambil nunjuk kaki.


" Nak, minum dulu ya. Setelah ini kita obati!"


" Ya Bu," ia sambil memelukku.


Aku tahu, Om nya khawatir terlihat dari wajahnya.


Aku memberanikan diri, untuk bicara kepadanya.

__ADS_1


" Riza, Nesya nggak papa! Nesya anak yang kuat."


" Ya aku tahu, tapi aku khawatir Bu Liza."


" Ya, wajar saja anda khawatir Riza. Karna anda Om nya. Coba sekarang, anda bertanya dengan Nesya!"


Riza pun bertanya kepada keponakannya.


" Sayang, gimana? sakit nggak?"


" Sakit Om, tapi sudah nggak lagi. Bu Liza, udah mengobatin kaki Nesya."


" Syukur lah, Om pergi dulu ya sayang. Terimakasih Bu Liza!"


" Sama-sama Riza." Ucapku kepadanya.


Nesya melambaikan tangan, tanda perpisahan antara Om dan keponakan.


Aku membawa Nesya masuk kelas, ku dudukkan dia secara perlahan.


" Sayang, Bu Guru mau keluar ya. Karna ini waktu senam! Nesya disini istirahat ya." Kataku dengan anak ini.


Dia mengangguk tanda paham, dan aku pun meninggalkannya sendirian dalam kelas.


Kelas kami bisa terlihat, karna jarak antara kelas dan halaman cukup jelas. Jadi, aku bisa mengontrolnya dan ketika dia ingin keluar, aku cepat membukakan pintu kelas.


Dia tetap memelukku, aku tak bisa bergerak dengan bebas. Drama anak-anak di pagi hari, minta dipeluk dan disayang.


*****

__ADS_1


Itulah gambaran anak PAUD dan TK ya, kita sebagai orangtua harus memberikan kasih sayang. Jangan sampai mereka kekurangan dari kita sebagai orangtuanya😍


__ADS_2