
" Terimakasih Bu Liza," ucap Bunda Nesya kepadaku.
" Ya Bunda, sama-sama. Dadah Nesya," Sambil melambaikan tangan aku kepada Nesya.
Beliau sangat baik kepada kami sebagai Guru Nesya.
****
Kita perkenalkan ya, siapa sih Bunda Elin ini😊
Beliau seorang Mualaf, Bunda Nesya wanita bercadar. Namanya Bunda Elin, dia seorang pengusaha Baju Muslim, Kue, konter pulsa, pengisian ulang Air minum, mempunyai rumah Kos yang di sewakan kepada Mahasiswa.
Disinilah awal kisah tersebut...
Oke kita lanjut...
****
Disinilah awal kisah tersebut, mungkin dari kalian akan berpikir yang salah tentangku.
Setiap hari, kegiatan ku jalankan. Aku tak pernah lelah dengan banyak kegiatanku.
Hari ini adalah jadwal piketku di sekolah, aku harus pagi-pagi datang ke sekolah.
" Alhamdulillah, sudah sampai."
" Bu Liza." Ada yang memanggilku dengan berteriak.
Aku pun menoleh kepada sumber suara tersebut. Ternyata Nesya yang memanggilku.
Dia berlari sambil memelukku, aku tak memperhatikan lagi dengan siapa dia diantar.
" Hmmm," suara deheman terdengar olehku.
Aku pun mendongakkan kepalaku, karna baru pertama aku melihat sosok laki-laki ini.
__ADS_1
" MasyaaAllah, semua ciptaanMu yaa Allah," gumamku dalam hati.
" Bu Liza, ini Om Nesya."
" Oh, ayo salim sayang sama Om."
Nesya pun menyalimi Om nya.
" Om nanti jemput Nesya ya?"
" Oke," jawab Om Nesya.
Nesya sangat senang berada dipelukkanku.
" Bu Liza, nanti pulang ke rumah Nesya ya." Rengek Nesya denganku.
" Oke, tapi kan Nesya di jemput Om."
" Bu Liza, ikut aja nanti."
Aku tak menyangka, anak ini membawaku satu mobil dengan Om nya. Rasanya aku ingin lari, aku tipe cewe yang mudah kagum dengan orang, perasaan apa ini? Baru pertama bertemu, rasanya asam manis seperti Nano-nano.
" Oke Om."
Aku pun di ajak Nesya masuk rumahnya.
" Assalamu'alaikum Bunda."
" Wa'alaikumussalam sayang!"
" Bunda, hari ini Nesya ajak Bu Liza."
" Ayo Bu Liza, kita duduk dulu."
Aku pun mengikuti Bunda Elin di belakang.
__ADS_1
Dia mempersilahkan aku duduk dan mempersilahkan aku minum dan mencicipi kue buatannya.
" Kak, hari ini aku ikut makan disini ya?" Kata Om Nesya.
" Ya boleh, tapi gimana Istrimu?"
" Aku sudah minta izin dengannya."
Aku sempat kaget mendengarnya sudah beristri, aku mengagumi orang yang salah. Aku harus menghilangkan kekaguman ini.
Ingin rasanya aku pulang dari rumah Nesya, tapi belum bisa karna Nesya masih mengajakku bermain.
Waktu semakin berjalan, ku lirik jam dinding ternyata pukul 2 siang. Aku harus kembali ke sekolah untuk mengambil motorku. Aku berpamitan dengan Bunda Elin, seperti di awal Om Nesya kembali mengantarkanku.
Aku tak bersuara apapun di dalam mobil, keheningan tercipta di antara kami. Ketika itu Om Nesya memulai pembicaraan.
" Oh ya, nama Bu Guru siapa ya?"
" Namaku Liza Maryam, panggil saja Liza."
" Nama yang indah Bu Guru, namaku Reza Dirgantara Wijaya. Om nya Nesya adik dari Bunda Nesya."
Mobil berhenti di depan pagar sekolah, aku mengucapkan terimakasih banyak kepadanya.
Baru pertama, kenapa diriku mudah sekali kagum dengannya. Aku tak percaya ini? rasanya ingin ku lari dari hidup ini. Tapi kita harus menjalaninya.
******
Dret, dret,....
Terdengar suara notifikasi pesan whatsapp, aku langsung mengambil HP ku dan melihat siapa pengirim tersebut.
Aku pun kaget setelah membaca pesannya😱
.
__ADS_1
.
.