Izinkan Aku Bersamamu

Izinkan Aku Bersamamu
Ep. 20


__ADS_3

Kami berdua sudah selesai makan, aku dan Mas Reza kembali ke sekolah menjemput Nesya.


Di sekolah, aku disambut hangat oleh Fida teman mengajarku satu kelas. Ia sangat baik kepadaku.


" Terimakasih ya Fida, bagaimana Nesya?"


" Nggak papa Kak, dia bentar aja menangisnya."


Aku pun memeluk Nesya, dan mengatakan kepadanya " Hebat sayang, sudah pintar sekolahnya. Sekarang kita berangkat. Salim sama bu Fida ya!"


Aku pun berpamitan dengan Fida, dan melangkahkan kakiku menuju mobil.


Mas Reza sudah menungguku di sana, dia tersenyum kepadaku dan ada perasaan gelisah yang ku lihat dari raut wajahnya.


" Mas, ada apa?" Aku memberanikan diri untuk bertanya.


" Sania, ingin bertemu dengan aku, yang. Hari ini jam 2. Apakah kamu mengijinkan aku? Jika tidak, aku tidak akan menemuinya."


Aku hanya bisa tersenyum, tersirat kecemburuan dihatiku, tapi aku tahan.


Aku mengangguk dan mengiyakan Mas Reza untuk bertemu Sania.


" Mas, kita jalan-jalan bentar ya. Tadi aku udah janji sama Nesya."


" Oke yang,"

__ADS_1


Mobil pun meluncur meninggalkan area sekolah, kami tiba di kawasan kebun binatang.


Mas Reza membawa kami kesini, " kita bentar aja ya sayang kesini, lain kali kita jalan-jalan lagi ya," Sambil ku usap rambut Nesya.


Kami bertiga keluar dari mobil, Mas Reza menggenggam jari tanganku dengan kuat. Menandakan kerinduan yang dalam, walau tiap hari kami bertemu, itulah cinta seorang suami kepada istrinya.


30 menit sudah kami berada di kebun binatang, saatnya pulang kataku pada Nesya. Ia pun mengangguk, segera kami lajukan mobil menuju rumah.


" Assalamu'alaikum Bunda,"


" Wa'alaikumussalam sayang,"


Nesya berlari memeluk Bunda nya dan tidak lupa ia mengganti baju dan merapihkan sepatu, tas dan baju sekolah yang ia kenakan.


Aku sangat senang melihat perkembangan Nesya yang begitu pesat.


Setelah semuanya selesai, Mas Reza pamit kepadaku. Ia tak lupa mencium keningku dan aku pun menyalami tangannya. Ia kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju kantor.


Mba Elin bertanya kepadaku, " Za, kemana suamimu?"


" Mas Reza ke kantor Mba, karna Sania ingin bertemu dengannya."


" Mba khawatir Za, coba kamu pergi ke kantor. Mba tahu sifat Sania, ia tak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan Mas Reza kembali."


" Oke Mba, aku kembali ke kantor."

__ADS_1


Aku sempat punya firasat buruk tentang suamiku, tapi aku menepis firasat itu dipikiranku.


Aku memanggil taksi online menuju kantor suamiku.


****


Mas Reza sudah berada di tempatnya. Ia bertanya kepada sekretarisnya, " apakah ada tamu yang datang?"


" Ada Pak, dia menunggu dalam ruangan anda."


Aku pun masuk ke dalam ruanganku, dan terlihat Sania sudah berada disana.


Ia tersenyum dan menyapaku, " Hai Mas, lama tak jumpa. Bagaimana kabarmu?"


" Baik, mau apa kamu kesini Sania?"


" Santai Mas, aku lama tak mengobrol denganmu. Aku bawakan minuman dingin untukmu." Kata Sania kepada Mas Reza.


Aku pun mengambil air minum yang diberikan Sania. Tak terasa tenggorokanku terasa panas, seluruh tubuhku terasa panas, gairah lelakiku mulai bangkit.


" Apa yang kamu masukkan ke dalam minuman ini Sania?" Aku berteriak kepadanya.


" Aku hanya ingin kau kembali padaku Mas. Ha ha ha, dan tak ada yang bisa menyelamatkanmu."


Sania mulai mendekatiku, aku mendorongnya. Tapi ia tidak mau menyerah, ia kembali mendekatkan tubuhnya kepadaku.

__ADS_1


Aliran gairahku mulai tak terkendali, aku mulai memberikan balasan kepada Sania. Sebelum itu terjadi, untung saja istriku Liza datang menyelamatkanku.


Ia mendorong Sania dari tubuhku, dan langsung mengambil alih diriku.


__ADS_2