Izinkan Aku Bersamamu

Izinkan Aku Bersamamu
Ep. 4


__ADS_3

" Wah enak sekali Za," kata Mona kepadaku.


" Tumben kamu baik Za."


" Memang aku nggak baik Mon, selama ini." Sahutku dengan penuh wajah cemberut.


" Nggak juga sih Za."


" Dasar kamu Mon, ayo dimakan Mon. Jangan banyak bicara, nanti aku terlambat nih ke Sekolah."


" Oke deh, tapi terimakasih ya Za."


" Ya, sama-sama."


Aku dan Mona berangkat bareng, karna saat itu motor ku sedang kemirisan ban. Untung ada Mona yang selalu sigap untuk membantuku.


Aku sampai di sekolah pada pukul 07.15 WITA, masih pagi tapi tetap semangat. Aku siap-siap menyambut anak-anak di depan pagar sekolah.


" Pagi Nak, ayo cium dan peluk Ayah-Bunda nya." Kataku mengajarkan mereka untuk taat kepada kedua orangtuanya. Setelah itu baru mereka menyalami kami, itulah rangkaian pagi sebelum memulai aktivitas Sekolah.


" Bu Guru," Teriak Nesya dari jauh dan dia berlari menuju ke pelukanku.


" Sayang hati-hati, nanti kamu jatuh." Kataku dengan nada lembut kepada Nesya.


" Iya Bu, coba lihat Nesya bawa hadiah untuk Ibu."


" Terimakasih sayang, ayo salam dan peluk dulu sama Ayah-Bunda."

__ADS_1


Nesya tampak mengacuhkan kedua orangtuanya, aku pun langsung memberikan penjelasan kepada Nesya.


" Sayang, kasian Ayah-Bunda yang udah mengantar Nesya. Masa Nesya nggak mau salam sama mereka. Kalau Ibu Guru nggak memperhatikan Nesya gimana? Apakah Nesya Mau sayang?" Tanyaku kepada Nesya.


" Nggak Bu Guru."


Akhirnya Nesya melakukannya, aku senang dengan anak ini. Setiap kali, ia melakukan kebaikan. Maka aku akan memberikan hadiah akan kebaikannya.


Aku pamit kepada kedua orangtuanya.


Kami kembali ke Kelas, aktivitas yang dilakukan adalah Senam pagi, baca Ikrar, berwudhu, Sholat dhuha, kegiatan sentra, istirahat, makan dan kegiatan sentra dan pulang.


Hari ini, lumayan menguras fisikku. Aku kelelahan, rasanya ingin tidur. Tapi aku tahan, karna Nesya ada di dekatku. Dia ingin main terus bersamaku.


" Nesya, di jemput sama Bunda Nak!"


" Nesya nggak mau pulang sama Bunda." Rengek Nesya denganku.


" Nesya, mau diantar sama Bu Liza."


" Tapi Bu Liza, nggak ada motor Nak. Kalau besok motornya ada, nanti Ibu antar ya sayang."


Nesya menggeleng kepalanya, tanda dia ngambek.


Bunda nya membujuk tak mampu, dia bersikeras untuk aku ikut dengannya.


Berbagai cara dilakukan, tapi dia malah menangis dan memelukku.

__ADS_1


Inilah drama yang dilakukan oleh anak-anak TK, berbagai pengalaman selalu di dapatkan. Kita harus bersabar ketika menghadapi mereka. Ketika kita tak mampu, maka yang keluar adalah emosi.


Itulah yang dilakukan oleh Bunda Nesya, dia emosi melihat tingkah laku Nesya.


" Nesya!" Bentaknya.


Mengagetkan aku yang ada di dekatnya.


" Bun, sabar." Sahutku.


Nesya makin menangis, dia menyuruh Bunda nya untuk pulang.


Aku selalu memberikan pengertian dengan Nesya, aku selalu sabar menghadapi anak satu ini.


" Sayang, Bunda sedih, melihat Nesya tak mau pulang. Nesya sayang sama Bunda?


Nesya menggeleng, tanda iya.


" Nesya, Allah sangat sayang dengan anak sholihah yang taat sama Bunda dan Ayahnya, tanpa marah sama Bunda-Ayah, apalagi membantu orangtua. Allah akan berikan Surga untuk mereka yang sayang kepada kedua orangtuanya, surga itu yang di dalamnya ada sungai-sungai, taman-taman yang indah, kasur-kasur yang bermahkota dan kursi-kursi yang mempunyai bantal untuk bersandar, makanan dan minuman apa saja yang Nesya inginkan ada."


" Nesya mau?"


Dia menggangguk lagi, dengan berbagai penjelasan akhirnya aku mampu membujuknya untuk pulang. Bunda nya masih setia menunggunya.


Nesya memeluk Bunda nya dan meminta maaf.


Itulah lembutnya hati anak kecil, berbeda dengan kita yang sudah dewasa.

__ADS_1


***


Oops, belum saatnya lagi. Ini masih awal, tinggalkan jejak kalian ya🤗


__ADS_2