Izinkan Aku Bersamamu

Izinkan Aku Bersamamu
Ep. 23


__ADS_3

1 minggu lebih, Mae tidak bersua dengan aplikasi ini. karna Mae harus menyelesaikan kegiatan dulu.


Mae sempat berpikir, untuk tidak memperpanjang cerita ini. Tapi, Mae lihat banyak yang membaca. Akhirnya diputuskan untuk memperpanjang cerita ini lagi..


Mae ingin mengobrak-abrik cerita ini, karna Mae yang nulis jadi sesuka penulis ya😂..


Minta dukungannya ya teman-teman sahabat NovelToon. Agar Mae selalu semangat dalam menulis..


***


"El, mau apa?" Sejak tadi, ia selalu rewel. Ia menangis dipelukanku. El tidak bicara apapun. Aku mulai panik, ku periksa badan El tidak panas.


"Sayang, cup..cup.." tangisan El tidak berhenti, aku segera menelpon Mas Reza.


"Hallo Mas.."


"Ya sayang,"


"Mas, cepat pulang. El nangis, tidak mau berhenti. Tidak seperti biasanya. Aku takut Mas."


"Iya, Mas pulang secepatnya. Tunggu Mas ya."


****


Sayang, cup.. cup. Aku membelai punggung El, ia tidak menangis lagi. Ku lihat apa yang terjadi? Ternyata El sedang tidur.


Aku membawanya ke kamar tidur, ku belai rambutnya. Ku bisikan kata-kata positif ditelinganya, "El, mama sayang El. El jadi anak yang pintar, cerdas dan menurut sama Ayah dan mama ya nak."


Ku dengar langkah kaki Mas Reza menuju kamar.


Ia memelukku dan mencium keningku.


"Bagaimana keadaan El, sayang?"


"Ia tidur Mas,"


"Syukurlah, Mas khawatir tadi."

__ADS_1


"Maafkan aku, Mas."


"Nggak sayang, Mas ucapkan terimakasih. Kamu telah menjaga El dengan baik."


uwek..uwek..uwek.. terdengar tangisan El lagi.


Aku kembali menghampirinya, ia menangis dan memelukku.


"Sayang, ada apa nak? Jika El nangis, mama tidak tahu. Apa yang El inginkan?"


"cakit perut."


Aku pun langsung mengambilkan minyak kayu putih. Aku meminta Mas Reza, untuk mengambilkan air hangat dalam botol.


Aku pun mulai telaten, mengobati sakit perut El.


El mulai tidur kembali, aku pun meninggalkannya sejenak. Mas Reza mengajak ku keluar kamar.


"Yang, kamu tidurnya. Kamu lelah banget hari ini. Tapi Mas?"


"Nggak ada Tapi! Mas yang jaga El sekarang."


El memanggil namaku, kepalaku terasa berat. Seketika aku langsung terjatuh di lantai.


Mas Reza yang menggendong El, langsung memapah tubuhku ke kasur.


"Sayang, bangun."


Aku mendengar panggilan Mas Reza, tapi mataku tidak bisa membuka.


El memanggil namaku. Ingin rasanya aku peluk.


Suara Mas Reza terdengar panik, ia langsung menghubungi dokter pribadinya.


15 menit kemudian, dokter itu pun datang.


"Tolong Ren, istri gue mulai tadi tidak sadar."

__ADS_1


"Tenang kawan, tarik napas. Ini lagi diperiksa."


"Ya Ren,"


"Istrimu nggk papa, dia kurang vitamin saja. Belikan vitamin dan jangan lupa periksa ya ke dokter kandungan."


"Kenapa ke dokter kandungan?"


"Mungkin saja ada berita baik."


"Ya, terimakasih."


"Sama-sama, ya sudah. Gue pamit dulu. Sebentar lagi istrimu sudah siuman."


***


10 menit kemudian, aku pun mulai sadar.


El langsung memelukku, ia senang melihatku kembali.


"El sayang, mama cuma kecapean saja. El mau temanin mama?"


"Iya Ma,"


"Ayah juga temanin Mama."


Semuanya memelukku. Aku sangat menyayangi mereka.


"Sayang, kita periksa ke dokter kandungan ya."


"Ngapain?"


"Kalau ada kabar baik," Mas Reza memberiku pelukkan. Ia berharap punya anak tahun ini.


Aku mengangguk tanda setuju. Kami bersiap-siap menuju praktek dokter kandungan.


Ia berharap, aku cepat mengandung anaknya. Anak yang selalu ia impikan.

__ADS_1


***


Tinggalkan jejak ya, like and vote.. terimakasih


__ADS_2