
" Mas, kita antarkan Nesya ya!"
" Oke yang, setelah itu baru kita jalan ya."
Kami bertiga berangkat menuju sekolah Nesya, setelah sampai aku melihat teman-teman mengajarku telah berada di depan pagar sekolah.
Aku menyapa mereka, dan mereka sangat bahagia melihatku. Semenjak aku menikah, aku telah mengundurkan diri dari sekolah.
Aku memeluk mereka satu persatu, yang membuat air mataku jatuh saat Fida memberikan pesan untukku.
" Oke Fida, terimakasih banyak."
" Iya ka, sama-sama."
" Titip Nesya ya,"
Bye Nesya, tapi Nesya kembali berlari menuju diriku. Ia menangis, ketika aku dan Mas Reza mau pergi.
" Hiks, hiks, hiks.. Tante nggak boleh pergi!"
" Sayang dengar Tante ya, nanti Tante jemput. Sekarang Nesya sekolah sama bu guru Fida ya. Setelah pulang sekolah, nanti Tante bawa kamu ke suatu tempat. Nesya mau?"
" Mau Tante."
" Oke, tapi janji sekolah dulu."
" Janji."
Lega rasanya, berhasil membujuk Nesya. Aku dan Mas Reza pergi menuju mobil.
Ku merasakan gelagat aneh dari Mas Reza, ternyata benar dugaanku. Ia ingin dimanja dan dibawa ke suatu tempat romantis bersamaku.
" Yang, aku juga mau dipeluk, dicium sama kamu."
" Iya suamiku tersayang," dengan mudahnya aku melakukan apa yang ia minta.
" Yang, kita jalan-jalan dulu ya. Nanti kita kembali lagi jemput Nesya!"
__ADS_1
" Oke suamiku tercinta, hari ini aku serahkan hanya untukmu."
Aku lihat wajah Mas Reza memancarkan wajah sumringah.
" Ada hoki apa ya suamiku? Koq senyum-senyum sendiri."
" Kamu ini ya," sambil mencubit pipiku.
" Mas, kapan kita berangkatnya nih?" Tanyaku kepadanya .
Mas Reza pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Mas Reza membawaku ke tempat taman lalu lintas. Aku sangat senang di bawa ke tempat ini.
" Nostalgia kah kita Mas kesini?"
" Tentu, nostalgia membangun cinta bersamamu."
" Mas gombal deh,"
" Gombal sama istri itu bagus."
Aku mengambil HP dan menjadikan fhoto tersebut sebagai profil di whatsappku. Tak lupa aku mengupload fhoto jari tangan kamu berdua dengan kata-kata " Aku dan kamu akan selalu bersama hingga maut menjemput."
Ku lihat ternyata banyak yang komen, termasuk Mba Elin. Aku cuma membalas dengan emoticon 😍
Mas Reza mengajak ku untuk membeli minuman, karna ia melihatku sangat kehausan.
Aku memilih air mineral aqua, menghilangkan dahagaku. Aku melirik jam tangan, ternyata sudah menunjukkan pukul 10.45 WITA. 15 menit lagi Nesya pulang sekolah.
Aku mengajak Mas Reza kembali ke sekolah. untuk menjemput Nesya.
Nesya sangat senang melihatku kembali.
" Tante, ayo kita berangkat."
" Nesya sayang, sudah pamit dan salim sama bu guru?"
__ADS_1
" Sudah Tan."
" Oke, saatnya kita berangkat. Fida makasih ya. Sampai jumpa!"
Kami bertiga jalan-jalan, sebelum kesana Mas Reza mengajakku makan untuk makan siang.
" Yang, mau makan apa?"
" Aku mau makan pilihan kamu saja suamiku."
" Oke yang, kalau Nesya ponakan Om yang cantik mau makan apa?"
" Nesya mau makan ayam bakar Om."
" Oke, Om pesan dulu ya."
Tiba-tiba HP Mas Reza berdering, ku lirik ternyata yang memanggil adalah Sania.
" Kenapa lagi ya Sania menelpon Mas Reza," gumamku dalam hati.
Ku biarkan HP Mas Reza berdering, 5 panggilan tak terjawab dari Sania. Ketika Mas Reza datang, ia membaca pesan whatsapp yang masuk di HP nya.
" Pesan dari siapa Mas," Tanyaku kepada Mas Reza.
" Sania."
Hatiku berdegup kencang ketika mendengar nama Sania, aku tahu Sania masih cinta sama Mas Reza. Mas Reza selalu menguatkanku, bahwa aku adalah perempuan yang paling ia cintai.
Ia tahu, bahwa ketika Mas Reza mengatakan nama Sania. Wajah Liza sudah berubah.
Ia dengan sergap memeluk dan mencium kening istrinya seraya berkata " Aku tetap mencintaimu dan akan selalu bersamamu, itu janjiku kepadamu istriku."
Mendengar kata tersebut, hatiku menjadi tenang.
.
.
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian ya... Like, coment and vote ya😉