
**Note : hehe, Olahraga Panahan baik untuk anak-anak lho kawan. Karna dengan memanah anak bisa melatih konsentrasinya.
Biasanya Mae latihan memanah di halaman Mesjid Ar Rahmah Banjarmasin๐ค. Kami terpisah latihannya, antara Ikhwan dan Akhwat. Klub kami masih di bawah Perpani.
Setiap empat bulan sekali, kami harus mengikuti INASP untuk mengevaluasi latihan kami dalam memanah.
Mae dua kali ikut ini selalu tak memenuhi skor, karna level 2 harus mencapai min 200 nilai. Itulah perjuangan Mae, karna Mae pengguna Panahan kanan, sedangkan Mae pemain kidal.
Begitu juga dengan menulis cerita ini..hehehe
Okeh kita lanjut ya!!๐**
******
Liza mengemudikan motornya menuju studio radio. Pertama yang ia lakukan menyiapakan instrumen, lagu dan materi untuk program *Jendala Duniaku*. Sebuah program khusus untuk sahabat.
Selama 1 jam siaran, itu tak terasa. Karna selingan dari siaran tidak hanya materi tapi juga lagu.
Setelah selesai, Liza lalu pulang ke kos untuk beristirahat.
" Liza," Panggil Ibu Kos.
Liza menoleh dan tersenyum kepada Ibu pemilik kos yang ia tempati.
" Oh Ibu, bentar ya Bu. Liza ambilin dulu uangnya."
" Ini Bu uangnya. Maaf ya Bu, Liza terlambat bayar kos bulan ini."
" Ya tidak papa, bulan depan nggak telat lagi ya!"
" Ya Bu, terimakasih."
__ADS_1
Ibu kos pun meninggalkan Liza, Liza bersyukur bahwa dua hari yang lalu notifikasi e-mail banking nya berbunyi. Tandanya duit gajihan sudah di transfer. Senang rasanya dapat duit dari hasil jerih payah kita sendiri.
******
Aku pun masuk ke dalam kamar kos, merebahkan tubuhku yang mulai pegal akibat bolak-balik dari kos ke tempat kegiatan. Aku senang, kadang kala aku juga jenuh. Tapi, itulah aku Liza. Wanita yang penuh semangat.๐
Dret, dret, dret....
Bunyi notifikasi whatsapp ku lagi yang berbunyi, siapa sih yang menghubungiku.
Ku buka perlahan, nomor tak dikenal masuk di whatsappku.
๐ Hai, lagi ngapain kamu?
๐ Mohon maaf ini siapa?
๐ Riza. Maaf aku hubungin kamu. Aku dapat nomormu dari Bunda Elin.
๐ Saya sudah minta izin sama dia, untuk berteman dengan anda.
๐ Oh, oke.
๐ Kamu lagi ngapain?
๐ Istirahat. Kalau kamu?
๐ Aku lagi di Kantor.
๐ Maaf ganggu. Sudah dulu ya. See you
๐ See you.
__ADS_1
Ada apa kah gerangan, kenapa hatiku deg-deg an ada rasa bahagia. Tapi, dia sudah beristri. Bagaimana ini? Aku mau curhat sama Fida dengan menelponnya.
๐Assalamu'alaikum Fida.
๐ Wa'alaikumussalam Kaka.
๐Ada apa Kak?
๐Fida, kamu tahu nggak bahwa Om nya Nesya hubungin aku.
๐kan Kaka baru bilang, terus Ka?
๐Aku memang senang Fida, tapi dia sudah beristri. Apa yang harus ku lakukan?
๐ Kaka tidak usah balas pesannya Ka, kasian Istrinya. Pasti dia cemburu Kak.
๐Betul katamu Fida. Sungguh berat Fida.
๐ Iya Ka, tapi aku yakin koq Kaka bisa lewatin ini semua.
๐Oke Fida, terimakasih
๐Sama-sama Kak.
Setelah menutup telpon, aku sempat berpikir. Semakin aku menghindar, maka semakin aku sakit. Biarlah aku egois dengan perasaanku. Aku ingin menjadi temannya, mungkin cukup sebagai obat bagiku.
Sungguh sangat berat, benar kata Bang Roma bahwa kita hidup perlu Perjuangan dan Doa. Tapi, kalau untuk memiliki Suami orang itu bukan tindakan yang bagus. Aku sungguh dilema dalam hal ini, oh Tuhan tolong aku sebagai hambaMu.
.
.
__ADS_1
.