
Hai sobat, lama tak bersua dengan kelanjutan cerita ini.
Mae sibuk banget nih dengan peran terbaru sekarang.
oke deh kita lanjutin ya..
***
Reza dan Liza sangat bahagia, melihat El penuh dengan senyuman setiap hari. Mereka bertiga kembali ke rumah.
"Yang, ayo kita buat kembali malam yang indah!"
Liza tersenyum malu malu dengan suaminya. Malam ini menjadi milikmu mas.
Liza mempersiapkan diri sebaik mungkin di depan suaminya, ia berdandan dipadukan dengan lingerie hot. Siapa saja laki-laki yang melihat, membuat mereka selalu tegang.
Malam penuh gairah, menandakan cinta keduanya semakin dalam.
" I Love you," kata mas Reza kepadaku.
"Too."
***
Semenjak kejadian itu, Liza menjadi berubah. Reza yang melihat istrinya semakin bingung.
__ADS_1
" Yang, kok cemberut?"
" Nggak."
" Yang, senyum dong!"
Liza pun senyum terpaksa, membuat Reza merasa kewalahan. Berbagai cara dilakukan, ternyata cara ini berhasil.
Reza memeluk Liza dari belakang, membuat Liza semakin menggeliat. Tangan yang nakal pun bergerilya menjamahi setiap lekukan tubuh Liza.
Liza yang mendapat serangan itu, semakin tak berdaya. Olahraga sepanjang malam, menjadikan kedua insan dimabuk cinta.
Tak terasa, jam sudah menunjukkan jam 5 subuh. Mereka berdua saling ketawa, berpelukan dan bahkan memberikan kiss morning sebagai bentuk cinta.
" Tunggu sayang, sebentar lagi keluar. "
Tak semudah itu, suaminya mau melakukan olahraga lagi. " Ah yang,, lepas dulu. nanti El marah lho. Dia mau makan. "
" Iya deh sayang, nanti aku buat kamu lemes dan tak berdaya.. hahaha. " Tutur suaminya kepada Liza.
Setelah selesai, Liza kembali menemui suaminya yang sedang tidur menunggu. Ia memikirkan cara usil untuk menggoda pangeran yang tertidur.
Berbagai trik dan cara tidak berhasil, karna suaminya tertidur dengan pulas. Suara hati kecilnya pun berkata, " Terimakasih mas, telah menjadi bagian dari hidupku. "
****
__ADS_1
Kita percepat aja ya🤣🤣🤣.. Karna Mae mau nulis yang baru lagi nih.. Kisah Liza dan Riza akan terkenang dalam sebuah pikiran tentunya.
****
3 bulan berlalu, aku dinyatakan positif hamil oleh dokter. Aku senang dan bersyukur, selama ini aku menantikan kehadiran seorang bayi.
Usia kehamilanku sudah memasuki 4 bulan. Mas Riza dan El, sangat senang mendengarnya. Berbagai masalah, ujian telah kita lalui.
Sebelumnya, aku bertemu dengan mantan istri Mas Riza. Ia meminta dan memohon untuk mengembalikan Riza dan El kepadanya. Aku menangis sejadinya, aku tak sanggup kehilangan orang yang ku cintai.
Aku hanya bisa berkata, taklukan hati El dan bicaralah sama mas Riza. Lalu, aku pun pergi meninggalkannya sendiri.
Aku merenung, menyindiri dan bahkan ponsel ku matikan. Tiga hari aku tak bisa di temui bahkan dihubungi pun tak bisa, membuat El dan mas Riza panik.
Aku memberanikan diri untuk pulang, mas Riza langsung memelukku. Ia tak pernah memerahiku sedikitpun. Ia sudah tahu semuanya dan berjanji akan setia kepadaku.
Kesetiaannya itulah sebagai penyemangatku dalam mengarungi kebahagiaan rumah tangga. Ijab qobul yang telah keluar dari mulutnya menandakan sosok suami yang bertanggung jawab.
****
Pernikahan kami sudah memasuki usia tiga tahun, aku sekarang sudah melahirkan bayi perempuan yang bernama Riliza sebuah singkatan namaku dan namanya.
Kebahagiaan itu terukir, ketika seorang suami dan istri saling memahami, menemani, menyayangi dan masih banyak hal lainnya.
Sekian cerita dari Mae... sampai jumpa di cerita lainnya..
__ADS_1