
Hai semuanya,,, dua bulan lamanaya Mae nggak update cerita ini ya.. apakah kalian kangen dengan cerita keluarga ini? hehehe.. Mae juga kangen..
Semoga Mae bisa Up ya nanti beberapa hari.. Oke kita lanjutin ya!!!
...***...
Perjalanan menuju klinik kandungan diwarnai dengan tangisan El. Hari ini El agak cerewet, menurutku wajar karna El masih anak-anak.
El selalu ingin berada di dekatku, panggilan nomor antrian telah disebutkan. Saatnya aku masuk, badanku panas dingin.
Setelah selesai diperiksa, dokter menyarankan agar aku mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan dan juga vitamin.
Sedih mendengarnya, tapi mas Reza selalu memberiku semangat. Senyuman di wajahnya yang teduh membuat hatiku tenang dan damai.
"Sayang, kita jalan-jalan ya!" Kata mas Reza sambil membelai kepalaku.
"Iya." Jawabku yang lesu.
El tahu banget terhadapku, El langsung memelukku. Pelukan El, membuat hatiku tenang.
"El, mama belum bisa memberi dede bayi." tuturku kepada El, seketika itu air mataku keluar dari pelupuk mata.
Mas Reza yang melihat itu, langsung berhenti dan memeluk istrinya.
"Sayang, jangan sedih. Kita masih bisa berusaha."
"Maafkan aku mas!" Suara tangis Liza pun pecah.
"Hai lihat wajah suamimu, kita bisa mencoba lagi. Mau mas ajak liburan, kita bulan madu kembali."
__ADS_1
Aku masih menangis dipelukan mas Reza, beban berat yang ku pikul terasa berkurang. Mas Reza, menghiburku dengan leluconnya.
Setelah terhibur, mas Reza kembali mengemudikan mobilnya.
1 jam perjalanan, akhirnya mereka bertiga sampai di tempat makan.
"Mau ngapain kita mas?"
"Mau makan lah."
"Tumben membawaku kesini?"
"Kita harus romantis sayang."
Aku tersenyum bahagia, mendapat perlakuan romantis dari suamiku sendiri.
Mas Reza mengajakku untuk berfhoto berdua, aku tidak pernah melihat suamiku berinisiatif untuk berfhoto.
Fhoto pertama memang agak lebay menurutku, masa aku disuruh untuk mencium pipinya. Tapi, nggak masalah karna itu pipi suamiku sendiri.
Aku juga memperhatikan El, El asyik dengan permainannya sendiri.
"Sayang, ayo kita fhoto lagi."
"Baiklah."
Fhoto kedua dengan gaya yang lebih asyik, yaitu mas Reza memelukku.
"Sudah mas, aku malu."
__ADS_1
"Hahaha, mas pengen melihat kamu ceria."
"Makasih ya mas."
"Iya, satu kali lagi ya!"
"Iya." Jawabku kepada mas Reza.
Fhoto ketiga ini paling alay, mas Reza mencium tanganku dan memerintahkan untuk melihat wajahnya.
"Hahaha, sudah ya mas. Kasian El kita diamkan sendiri."
"El udah pintar sayang." Kata mas Reza yang mencium pucuk kepalaku.
......***......
Pasti pada penasaran, gimana ya fhoto mereka. Tenang, biarlah itu jadi impian keluarga bahagia.
Senang bukan main, ketika mendapat suami perhatian benar dengan istrinya.
Zaman sekarang, menjaga keromantisan dalam rumah tangga pasti akan kalah dengan gadget. Perlu diketahui, gadget itu jangan sampai nomor satu ya. Bisa berabe nanti..hehehe
Panjang banget ya Mae komentar tentang keromantisan rumah tangga Liza dan Reza.
Mau lanjut nggak ceritanya?
Sebagai penulis, Mae minta like, komen and apa aja deh dari kalian. Karna cerita ini, sebagai penyemangat Mae. Padahal cerita ini udah tamat, tapi Mae lanjutkan untuk bisa berkarya dan melihat sejauh mana ketertarikan kalian dengan cerita ini..
Sampai disini dulu ya, moga Mae bisa memberikan cerita yang lebih lagi..
__ADS_1