Izinkan Aku Bersamamu

Izinkan Aku Bersamamu
Ep.18


__ADS_3

" Mas, sudah ya. Nanti Kak Elin nunggu kita sarapan. Kamu Mandi ya!"


" Ha ha ha, biarkan saja Kak Elin nunggu kita. Aku ingin disayang yang pagi ini,"


" Mas, aku ingin memakai pakaian. Masa, pagi ini aku harus memakai handuk saja. Aku nggak mau lah,"


Mas Reza pun akhirnya melepaskanku, aku pun melanjutkan aktifitas pagiku dengan mempercantik diri.


Mas Reza yang melihat aktifitas ku semakin iseng denganku.


" Yang, kamu mau menggodaku?"


" Nggak lah mas, aku hanya ingin genit di depan suamiku," Kataku sambil tertawa pelan.


Melihat tingkah lakuku, Mas Reza membisikan sesuatu, membuatku senang dengan perkataannya.


Aku pun menyetujui, hari ini kami kencan berdua. Semenjak menikah, 3 hari yang lalu. Mas Reza, selalu berkata gombal kepadaku.


Dret, dret, dret...


Aku lihat HP Mas Reza bergetar, ku lirik ternyata Sania yang menghubunginya. Aku sedikit cemburu, tapi kecemburuanku ku sembunyikan dari suamiku.


Aku angkat telpon dari Sania.


📞 Hallo Mas, aku ingin bicara padamu hari ini? Apakah kamu bisa?


📞 Hallo Sania, maaf aku mengangkatnya. Karna Mas Reza lagi memakai pakaian.


📞 Oke, bisa serahkan kepada Mas Reza, Za.


📞 Ya, tunggu Sania.

__ADS_1


Aku pun mendatangi Mas Reza memberitahukan bahwa Sania menelpon. Mas Reza enggan bicara sama Sania. Tapi, aku mencoba membujuknya. Sehingga membuat Mas Reza mau melakukannya.


📞 Hallo, ada apa Sania? (Mas Reza sambil memegang tanganku, aku tahu bahwa dia tidak akan membuatku cemburu)


📞 Mas, aku ingin bicara denganmu hari ini. Apakah boleh?


Mendengar perkataan Sania, wajahku mulai berubah. Mas Reza yang melihatku, ia tersenyum sambil mengusap rambutku.


📞 Maaf Sania, aku sudah ada janji dengan istriku. Kita bisa bicara ditelpon.


📞 Maaf Mas, aku nggak bisa. Besok kamu bisa Mas?


📞 Baiklah, besok aku ada di kantor. Silahkan kamu datang ke kantorku.


📞 Baiklah Mas, terimakasih.


📞 Sama-sama


" Kenapa yang, kamu cemburu?"


Aku tak menjawab, saat ini memang aku terbakar cemburu.


" Kamu tetap ada di hatiku, aku tak akan kembali sama Sania. Besok kamu bisa ikut ke kantorku. Bagaimana?"


Aku pun setuju, kini wajahku mulai tersenyum. Aku pun kembali berbicara sama Mas Reza.


Mas Reza yang melihatku, langsung menggodaku.


" Wah, aku baru tahu bahwa istriku sangat cemburu ya."


" Mas," Kataku sambil mencubit badannya.

__ADS_1


" Ampun yang, maaf ya."


Aku pun langsung menghentikannya, dan mengajak Mas Reza keluar dari kamar.


Kami melangkahkan kaki menuju meja makan, seperti biasa ku lihat Nesya mendekatiku sambil memelukku.


" Wah, koq Om nggak di peluk sih?" Kata Mas Reza.


" Om itu sudah besar, aku hanya ingin peluk Tante."


" Tapi, Tante sudah punya Om."


Mereka berdua selalu saja bertengkar, membuatku semakin gemes dengan kelakuan mereka. Kak Elin yang melihat itu, hany tertawa kecil.


Tante sayang sama kalian berdua, aku pun memberikan ciuman di pipi mereka berdua.


" Sayang, kamu nggak sekolah hari ini?"


" Nggak Tan, karna Tante nggak masuk. Jadi, Nesya mau di rumah saja."


" Nggak boleh gitu sayang, Tante antar ya ke sekolah. Tante udah nggak ngajar lagi, tapi Tante bisa mengajarkan Nesya di rumah."


" Betul Tan,"


" Iya sayang,"


Nesya pun berlari menuju kamarnya, ia dengan cepat mengganti baju sekolahnya. Belum sempat, aku duduk. Nesya sudah mau mengajakku ke sekolah.


Melihat tingkah Nesya, Kak Elin menasehati anaknya


" Sayang, kasian Tante. Tante mau makan dulu, setelah itu baru mengantar Nesya ke sekolah."

__ADS_1


Nesya pun mengerti dan paham, ia kemudian duduk kembali ke meja makan.


__ADS_2