
Irene kesal bahwa ruangan dipakai untuk hal yang tidak senonoh dan ingin rasanya menampar wajah milik liong York namun dirinya menyadari bahwa perempuan seperti tidak akan menang oleh dua pria dan perlu ada backup an..
Irene memberi perintah kepada Liong York untuk mengeluarkan Vanca beserta perempuan sampahnya tersebut..
brak!
Vanca membanting pintu kesal dan membuat Liong York marah karena dirinya tidak akan ada wajah di hadapan Irene.
Irene menuju Ruangan lain karena dirinya enggan menggunakan ruangan yang telah menjadi sampah itu..
Irene duduk dan menatap Liong York dengan marah sekaligus kesal
"aku tidak bermasalahkan kalian mau bermain perempuan dimanapun namun tidak di perusahaan ayahKu! kalian melakukan dosa dan hal menjijik di perusahaan Ku yang membuat aku sangat marah!" kata Irene dengan kesal
Bruk
"M--Maafkan saya nona. saya tidak akan mengulangi kesalahannya yang sama" Liong York memohon ampun dengan bersujud didepan Irene..
Irene berdiri sambil mengambil sesuatu dari jas nya.
Kreek
"aku memaafkan mu. tenang saja. Liong York. namun apakah ayah & ibuku akan memaafkan mu ketika perusahaan mereka menjadi tempat menjijikkan oleh kalian?" Kata Irene.
Liong York yang mendengar itu langsung mendongak melihat irene dan terkejut bahwa ada pistol tepat pada wajahnya.
Dooor!
sebuah selongsong peluru tembus tepat pada kepala liong york
"No--na" Liong York dengan ucapan terakhirnya..
Bruk..
Irene tersenyum melihat Liong York tewas yang bersimbah darah dan otaknya keluar dari tempatnya sekaligus itu adalah konsekuensi terburuk melakukan hal yang menjijikan di perusahaan nya.
"never fu*k of my company. Liong" kata Irene sambil mengambil handphone.
📱?: Senang saya mendapatkan panggilan dari anda. Nona Irene. tugas pertama apa yang harus saya lakukan untuk anda yang baru dimahkotai?
📱Irene: seperti memang benar handphone memiliki nomor yang berguna. sepertimu. kirim pasukan pembersih untuk menyingkirkan orang menjijikan dari kantor ku sekaligus cari singkirkan pula pria berkacamata dengan tampang bodohnya dan pria itu bernama Vanca. saya harap kamu tidak mengecewakan..
📱?: Saya tidak pernah mengecewakan ayah anda. namun saya tidak akan pula melakukan hal yang mengecewakan. Redstrom. siap melayani anda. nona Irene
__ADS_1
Tuuuuuut..
Panggilan terputus dan Irene keluar dari ruang tersebut karena dirinya tidak mau menunggu di ruangan menjijikan tersebut..
Irene kembali duduk santai yang dimana didepannya adalah mayat Liong York dengan isi kepala keluar dari tempatnya.
Irene mengangkat telepon perusahaan yang tersambung keseluruhan perusahaan JGI..
📱Irene: Panggil asisten Direktur ke ruangan direktur. Saya Irene Limea ingin bertemu dengannya..
dan kemudian Irene mematikan telepon itu hingga lawan bicara tidak dapat menjawabnya..
5 menit kemudian
Tok
Tok
Tok(Pintu diketuk)
"masuklah. pintu tidak terkunci" kata Irene dengan sedikit santai.
kreek
"Ah. kamu pasti Asisten Direktur yang sedang tiduran itu bukan?" Tanya Irene
"I--Ya maksud saya. saya Reja Smith. Asisten dari Direktur Liong York" kata Reja Smith yang ketakutan itu tetap memperkenalkan diri.
Irene memperhatikan selak beluk Pria itu. tampilan yang kurus bagaikan tak terurus dan tidak terlalu tinggi dari pria pada umumnya
"Nama mu terlalu bagus untuk sebuah postur mu yang biasa tapi its okay lah?" gumam Irene
gumam Irene tetap sedikit bisa didengar oleh Reja dikarenakan jarak pintu dan tempatnya duduk tidak begitu jauh. hanya 3 langkah saja
"duduklah" Irene baru mempersilahkan Reja untuk duduk.
"berapa lama kamu sudah bekerja di JGI?" Tanya Irene
"3 Tahun 2 bulan. Nona" kata Reja menunduk ketakutan
Irene terus memperhatikan Reja yang terus menunduk hingga dirinya bahkan tak betah melihat lawan bicara menunduk layaknya seorang yang takut akan seseorang
Irene berdiri lalu mempegangi dagu milik Reja dan mengangkat hingga mata Reja melihat wajah cantik Irene
__ADS_1
"jika seseorang mengobrol maka lihatlah orangnya kecuali kamu disuruh menatap ke tanah.. mengerti?" Kata Irene dengan marah..
"Bai--Baik Nona. Maafkan saya" kata Irene
Irene mengangguk..
"baiklah..maksud saya mendatangkan mu kesini adalah kamu akan saya angkat menjadi Asisten saya selama saya di Indonesia. maka kamu tidak akan di kantor ini lagi" kata Irene
"meng--mengangkat saya seba--gai asisten anda? maks--maksudnya apa? Nona" kata Reja
irene menghelas nafas sedikit karena ia adalah tipe yang malas menjelaskan padahal itu sudah paling jelas.
"itu artinya.. Kamu naik Jabatan ke tahap ya cukup tinggi untuk dikatakan. Kamu akan selalu bertemu dengan saya atau berhubungan di telepon. karena saya sudah muak dan malas melakukan tugas disini" kata Irene dengan beberapa menekanan
"Apaa!!!" Reja terkejut
Irene sudah melihat terkejutan Reja yang artinya pria itu sudah memahami apa maksudnya
"te--tetapi mengapa dan juga mengapa direktur Liong York meninggal dunia disini?" tanya Reja dengan bingung dan takut
"karena apa? Hmm simpelnya. Direktur Liong York itu membuat hal tidak pantas bersama saudaranya yaitu Vanca. keduanya membawa perempuan dan membuat hal tak pantas hingga ruangan CEO milik saya berubah menjadi sampah" kata Irene dengan santai.
Reja yang mendengar itu langsung ketakutan dan tak sengaja buang air kecil didalam celana
"Eeewww!" Kata Irene sambil mengambil tisu dari kantongnya
Irene mengambil Sebuah kartu silver card
"ubah lah sikap dan penampilan mu. dan baru saja membuat dirimu malu" kata Irene yang tak tahan dengan bau pesingnya tersebut.
Reja yang mendengar itu hanya bisa menunduk malu dan seakan ingin mati ditempat saja daripada besok bertemu dengan memori hari ini..
Irene Keluar dari Ruangan dan langsung membuang tisu tersebut tempat sampah.
...----------------...
...**BYE ...
...----------------...
Author:
Banyak yang pertanyaan kemana akan arah cerita ini? sebenarnya arah cerita ini akan ditentukan sendiri bagaimana Irene bersikap selayaknya perempuan terhormat namun akan ada banyak masalah dan membuat dirinya sebagai perempuan selalu akan di usik oleh banyak nya streotype dunia. ikuti kisah aja dan jangan banyak tanyak**!
__ADS_1