
1 Bulan Kemudian..
"Hooooeeek" Tiba-tiba Seorang perempuan mual dan berakhir muntah di pagi hari
"Dek. kamu kenapa?" Tanya Ron sambil mengelus-elus punggung Istri tersebut
"Ti--Tidak apa-apa Mas. cuman aku hanya mual aja. mungkin kedinginan kali ya?" Asal Irene menjawab
"Nak. Istrimu kenapa?" Tanya Sang Ibu yang baru datang dari dapur namun mendengar suara orang yang mual-mual
"Gak tahu ini Bu. Sih Iren tiba-tiba muntah" kata Rog
"Kamu bawa ke dokter gih. takut kenapa-kenapa" Kata Ibu Ron mengusulkan saran dengan nada khawatir...
"G--ga-gak perlu mas. Kalau kerumah sakit pasti biaya mahal. aku gak mau ngerepotin kamu dan Ibu" Sergah Irene..
Irene tahu akan situasi perekonomian suaminya tersebut dan tak ingin menambahkan beban sebelum rahasia yang ia simpan dapat dibicarakan..
"Apaan yang merepotkan. kamu ini ada-ada aja dek. kamu itu istriku. Ibu Pegangin Iren dulu. aku mau panasin motor dulu" Kata Ron
Ibu Ron mengangguk setuju dan mempegangi menantunya dengan kehangatan dan kelembutan bagaikan seorang Ibu sayang kepada anaknya..
"apa yang dikatakan suami mu memang benar.. jika kamu menyepelekan penyakit itu artinya kamu angkuh dan sombong. ingat. penyakit itu adalah bentuk Tuhan memberi peringatan agar pintar dalam merawat diri" Kata Ibu Ron dengan bijaksana...
Irene hanya tersenyum dengan segala perhatian yang diberikan..
Tibalah Ron masuk kembali seraya membawa helm lainnya
"Nak. itu helm siapa yang kamu pakai?" Tanya Ibu Ron yang belum melihat helm hitam sebelumnya..
"Ini pinjam dari Doni. Tetangga sebelah. Ini dek. kamu pakai punya mas aja" Kata Ron dengan menyodorkan Sebuah helm Putih dengan gambar awan dan berlogo SNI..
Irene mengekor sang suami dan ikut juga menaiki sepeda motor tua yang tampaknya sudah diperbaiki..
"Pegangan yang kuat dek. kalau mental mas juga susah nangkapnya.. Haha" Kata Ron dengan tertawa lepas..
__ADS_1
"Jadi maksud kamu. aku itu sekarang kurusan gitu? Iiihh nyebelin kamu mas!" Kata Irene dengan emosi mencubit perut dari sang suami...
,"Aawagh.. Arrggh. sakit tau ih. main asal cubit dasar Istri mainnya kdrt!" kata Ron dengan pura-pura nangis
"iih lebay mas. tau gak sih!. mau dicubit lagi?" Ancam Irene
"Eeehh gak bu negara. peace dong" Kata Ron dengan tersenyum..
1.5 Jam Kemudian
Ron harus berkicabu untuk mencari jalan tercepat ke rumah sakit dan akhirnya mereka sampai disebuah Rumah harapan Kita..
"Kamu duduk dulu. mas ambil nomor antrian dulu" Kata Ron
Irene hanya patuh saja dengan perintah Suaminya tersebut..
Irene duduk disebuah pojokkan untuk menghindari AC Ruangan..
Ron kembali dengan nomor antrian yang ke-10 dan antrian baru berjalan ke-3. masih menunggu 7 nomor lagi untuk giliran mereka...
"Gak ah mas. irit-iritkan uang aja" Kata Irene berdalih..
Irene tak bisa makan gorengan atau makanan jalanan. terakhir kali mencoba bersama sang mantan suami. dirinya langsung diare karena perut nya tak bisa menerima..
"Yaudah. sebutkan aja kalau mau" kata Ron dengan nada romantis kepada sang Istri..
10 Menit Kemudian..
"Nomor 10. Di poli kandungan. di ruang 3" tiba-tiba pengumuman menyebutkan nomornya..
Ron bangun Bersamaan Irene dan mereka akhirnya mengunjungi dokter bersama..
"Halo Selamat Pagi. ada keluhan apa?" Tanya Dokter dengan sopan..
"I---" Ingin Irene memulai percakapan dengan sang dokter namun terpotong oleh sang suaminya..
__ADS_1
"Dokter! tolongin istri saya. dari pagi mual-mual tidak jelas penyebabnya apa. saya mohon lakukan sesuatu" kata Ron dengan nada panik sekaligus khawatirnya..
"Tenang dulu ya pak. Suster. tolong cek tensi dan lainnya dari Ibu ini(maksudnya sih Irene)" Kata Dokter dengan tenang..
Suater meminta Irene pindah ke meja yang tak jauh dari mereka
"Lemaskan saja ya. bu. biarkan cek tensi bekerja" kata Suster memakaikan alat tersebut di tangan lalu memompanya..
.
..
..
....
"Baik. Tensi bagus. Mata Bagus. Mulut bagus. baiklah Bu. bisa kembali ke meja dokter tadi" kata Suster sambil mencatat apa yang sebelumnya ia lihat sebagai acuan untuk dokter..
Suster akhirnya memberikan lembaran pemeriksaan check tensi dan lainnya adalah normal dan Dokter itu meminta Untuk tiduran si tempat tidur hitam tersebut..
Dokter menggunakan sebuah alat dan menjelaskan bahwa alat itu tidak berbahaya dan hanya untuk mendeteksi sesuatu di balik perut apakah hamil atau tidaknya akan terlihat..
Dokter terus mencari titik tempatnya dan ketika turun sedikit kebawah ternyata kabar gembira pun siap diberikan..
"Pak dan Bu. lihat di gambar ini sekarang bahwa Istri anda saat ini sedang hamil dan memasuki usia kandungan 2 minggu.. Bapak lihat sekarang juga adalah masa fase pembentukan cabang bayi dan mulai hari ini saya berharap Ibu tidak juga melakukan pekerjaan berat atau menyebabkan terjadinya gugur nya kandungan. Hindari beberapa makanan dan obat tanpa resep dari Dokter atau pihak rumah sakit. Sisanya nanti saya akan tuliskan" kata Dokter kandungan dengan komplit menjelaskan..
"Alhamdulillah Ya Allah" Kata Ron bersyukur sekaligus mentalnya sedikit terkejut..
"Sepertinya. mas mu masih dipercayai oleh Allah untuk menjaga Malaikat kecilnya. Mas(Sambil menggenggam tangan Irene) janji akan lebih bekerja keras untuk menafkahi kamu dan buah hati kita" Ron dengan mantap berkata..
Irene hanya tersenyum Bahagia karena sang suami tidak menolak kehamilan dirinya
...----------------...
...BYE...
__ADS_1
...----------------...