Janda Kaya Raya No 1

Janda Kaya Raya No 1
JKRI1 - Anton & Rico


__ADS_3

1 minggu kemudian


Kabar kini telah keseluruh dunia yang mengenai kebangkitan kembali JL Group dari Tidur siangnya. sudah selama 10 tahun lebih JL Group bagaikan perusahaan tanpa kabar dan hanya mendengar pendapatan yang diluar nalar manusia tetapi kebangkitan JL Group seiringan dengan kembalinya Irene dan mengisi kursi tahta yang kosong.


-Sementara itu. entah berantah ??


Bougggh!!


"ini yang kalian dapati ketika menjadi penghianat JL Group" kata seorang pria ??


orang dipukul sebelumnya adalah Widayati. seorang perempuan yang terlibat dalam kasus korupsi di Perusahaan JL Group dan berakhir di tempat yang seharusnya manusia umumnya disana..


"T--Tol--Tolong ampuni aku. ku mohoon. ak--aku hanya disur--suruh olehnya!" kata Widayati dengan menangis agar mendapati belas kasihan.


Dooor


Pria itu menembak kaki hingga menembus.


"maaf? Tolong jangan bercanda Nona. jika perusahaan tidak mencium bau kalian yang busuk mungkin kalian akan bersenang-senang diatas menderitaan orang banyak!" kata Pria itu dengan lantang


Widayati diam seribu bahasa dan kini menyesali perbuatannya


"Bunuh! Bunuh! Bunuh! Bunuh!" Teriak semua orang yang melihat Widayati tersiksa tanpa ampun..


"Sssutt. diam" kata Pria itu


"Anto. mengapa kita tidak membunuhnya saja?" Tanya Pria lainnya

__ADS_1


"Tidak begitu mainnya. my brother. Rico. ingat pesan Tuan Jonathan kepada kita semua! Membunuh penghianat adalah mudah namun rasa sakit setelah itu tidak bisa saja begitu dihilangkan. maka rasa sakit kita harus kembali diberikan kepada mereka yang menghianati kita" kata Anton


Rico yang mendengar mulai bergedik ngeri karena akan sebentar lagi widayati bertemu kesiksaan abadi


"kalian. Potong tangan dan kakinya serta potong lidahnya!" kata Anton


para pria yang menonton akhirnya turun dari tempatnya dan widayati yang mendengar itu berteriak


"Tidak--tidak tidak!! tolong bunuh saja aku. aku mohon! jangan siksa aku!" kata Widayati yang menangisi yang kini dialaminya..


"Bos. bagaimana dengan matanya?" Tanya salah satu bawahan Anton


"biarkan saja. biar dia bisa melihat indahnya dunia dengan tidak bisa menjadi apapun. tidak bisa mempegang benda. berjalan atau bersuara. bukankah itu mahakarya yang bagus?" tanya Anton


Semua bawahan anton hanya bergidik ngeri saja melihat tingkat Anton yang makin hari makin jauh dari kata kemanusiaan.


Rico yang mendengar itu tidak mengelak namun hanya bisa menerima fakta itu adalah julukannya.


Rico adalah orang baik yang tersiksa dalam kehidupan miskin. tidak ada yang mau menjadi orang miskin namun Rico tak bisa mampu memilihnya. sudah berbagai cara untuk pekerjaan yang tanpa melibatkan tangan dan darah namun semua tidak berguna. Rico selalu saja dibully ditempat kerja dan dimanapun dirinya akan dibenci oleh teman-temannya sebaya.


Rico ditemukan hampir Sekarat oleh salah satu anggota Bayangan JL Group dan Jonathan mengizinkan untuk tinggal dan dilatih untuk bermental baja namun itu gagal karena Rico masih menyimpan hati nuraninya..


"Aaarrggghhb!! tanganku!! T-Tolloong Bbbunuh aku sssaja!! Ku--Mohoon" kata Widayati


Aliran darah mengalir deras dari lengan widayati yang terputus oleh pedang tajam hingga potongan itu rapi bagaikan tanpa kesalahan walaupun sejengkal..


seorang pria dengan pedangnya mengambil lidah merah widayati tanpa ada ekspresi sekalipun diwajahnya

__ADS_1


"kata-kata terakhir sebelum suara mu tertelan oleh pedang cantiku?" Tanya Pria itu yang sekuat-kuatnya menarik


Sssrrring


"B---" Widayati ingin berkata namun sebuah pedang melayang tepat didepan matanya


"Mmmmmhhgmmmmmm!!!" Widayati kesakitan tanpa adanya teriakkan menyertainya kembali..


"Anton. cukup sudah. biarkan saja kakinya hitung-hitungan dirinya bisa belajar dari rasa siksanya. saya mohon padamu sebagai teman seperjuangan bayangan" kata Rico


Rico masih tak tega dengan apa yang dirinya lihat


Anton melihat Rico sejenak namun hanya helasan nafas saja.


Anton berdiri dan mendekati widayati yang sudah hampir terkulai lemas


"oke cukup. bawa dan obati luka-luka nya lalu buang ke negara asalnya. ada yang tahu negara asalnya ?" Tanya Anton


Anton tidak peduli tentang siapa dan asalnya yang akan masuk ke wilayahnya


"Bandung. Indonesia" kata Rico tiba-tiba


"buanglah dia tempatnya. syukur-syukur dia bertemu keluarga. ahahaha" kata Anton tertawa puas.


Anton kembali untuk mengambil kopi nya namun saat berhadapan dengan Rico


"Cukup sekali ini aku mengabulkan permintaan mu. rico. sungguh sulit berteman dengan mu ya" kata Anton sambil tersenyum cengengesan

__ADS_1


__ADS_2