Janda Kaya Raya No 1

Janda Kaya Raya No 1
JKR1 - Shelize Part 2


__ADS_3

Sebuah cafe-


"bagaimana hubungan ini?" Tanya Irene


Ron menatap Irene dari atas hingga kebawah


"entahlah. aku hanya pria yang tidak ingin menjadi tidak tahu diri. kamu adalah korban. seharusnya aku yang bertanya. apa kamu mau melanjutkan hubungan ini atau apa?" Tanya Ron menjawab


Irene hanya terdiam. Irene takut jika pernikahan dengan Ron akan seperti mantan suaminya yang pertama. selingkuh adalah momok menakutkan bagi Irene


"aku tidak tahu Ron. Jika aku mengatakan Iya. aku sama halnya murahan dihadapan mu. jika aku mengatakan tidak. aku sangat tidak mau bercerai di kedua kalinya" kata Irene jujur


"mengapa kamu bercerai dengan suami mu. jika aku boleh tahu?" Tanya Ron.


Ron tidak begitu mengharapkan sebuah jawaban dari Irene. bagaimanapun itu adalah pertanyaan yang menganggu privasi


"maafkan aku kamu tidak perlu jawab" kata Ron


Irene menggelengkan kepalanya


"Tak masalah. hal ini hanya saja sedikit menyakitkan bukan sebagai aib" kata Irene


Pandangan Irene berbeda dari perempuan umumnya. dia suka berbagi hal-hal yang memang seharusnya tidak harus dibagi namun Irene ingin membagikan rasa sakitnya kepada orang yang mendengarkan nya


"Aku bercerai dengan mantan suamiku karena mantan suami ku adalah penuntut tentang anak dan ketika aku mengikuti perintahnya untuk memiliki anak tetapi hal terduga adalah dirinya lebih dulu melakukan perselingkuhan dari ku dan parahnya adalah Perempuan panggilan" kata Irene


Ron yang mendengar itu sedikit mencoba mengelus-elus punggung tangan Irene


"dan kenapa kamu berhutang oleh rentenir?" Tanya Irene tiba-tiba bertanya


sekarang dirinya penasaran tentang pria tampan bernama Ron harus berhutang kepada rentenir


"Aku memiliki seorang anak atau bisa dikatakan aku adalah duda dengan anak 1. Jika kamu bertanya dimana istriku? IstriKu sudah bertemu dengan Allah. Allah lebih dulu memanggil Istri setelah anak kami dilahirkan" kata Ron


Irene yang mendengar itu terkejut dan langsung menutup mulutnya seketika


"aku seperti masuk dunia orang lain sebagai orang ketiga. maafkan ku" kata Irene sedikit menunduk


"Tak perlu khawatir. aku tak masalah. memang cinta ku kepada mendiang istriku memang besar sebagaimana aku mencintai putri ku. namun tak ada kemungkinan bahwa Allah akan mengirim wanita lain untuk sebagai figur Ibu dan patut ku cintai selayaknya mendiang istriku" Ron dengan bijaksana berkata


"tapi pernikahan kita berbeda. aku masih mengikuti Agama keturunan Ayah ku. yaitu Dewa Al. Dan Kamu adalah agama Islam. aku tidak begitu yakin bahwa pernikahan ini berlanjut" kata Irene


Irene ingin sekali mendapatkan pernikahan yang sempurna namun terkadang manusia tak bisa menebak masa depan..


Ddrrrt


Ddrrrt


"Sebentar" kata Ron


📱Ron: Halo Bu. ada apa?


📱Bu Ron: Nak. segeralah kerumah sakit. anak mu kini sedang kritis


📱Ron: APAA!!! shelize apakah baik-baik aja bu? baiklah bu. aku akan kesana


[mematikan sambungan]


Kagetnya Ron membuat Irene sedikit terkejut pula


"ada apa? shelize? apakah itu nama anak mu?" Tanya Irene

__ADS_1


"hmm Ya. sekarang dirinya sedang kritis. maaf Irene. aku tak bisa mengantarkan mu pulang. namun aku harus kerumah sakit" kata Ron dengan wajah panik


dreeet


Ron segera berdiri namun tangan nya tertahan oleh sesuatu


"izinkan aku ikut bersama mu. Aku ingin melihat bagaimana anak mu" kata Irene


Ron pun mengangguk walaupun takut dirinya akan merepotkan Irene nantinya...


10 Menit kemudian


berbekal dengan naik ojek online. akhirnya Ron & Irene sampai di JL Hospital Indonesia.


TING!


Ron naik ke lantai 5. dimana tempat para penginapan pasien yang berada di rumah sakit..


Ron perlahan membuka pintu salah satu kamar takut anak-anak lain terbangun dengan ulahnya yang panik..


"Bu" kata Ron


Ibu Ron menoleh dan ternyata itu adalah anaknya dan tidak mengetahui bahwa anaknya membawa seorang perempuan


"Bagaimana keadaan shelize ?" tanya Ron


"penyakit Anak mu makin hari makin buruk. Nak. kata dokter. anak mu harus segera dioperasi dan dibawa ke kamar VIP yang lebih lengkap" kata Ibu Ron


"maaf Ron. anak mu memiliki penyakit apa?" Tanya Irene


Ron menatap Ibu dan Ibu hanya mengangguk saja.


"Anakku mengidap penyakit kanker stadium akhir. aku baru menyadari itu di 10 bulan yang lalu ketika Anak ku tidak perilaku seperti anak umumnya. dia seperti menahan sakit tapi lama-kelamaan Anakku tumbang dan barulah diagnosa nya adalah anak ku terkena kanker dari warisan Ibu nya. Istriku" kata Ron


Namun Irene tidak dapat membantu banyak. jika mengirimkan ke ruang VIP sama aja hal itu membuat Anak ron tersiksa akan sakitnya dan membuat Ron terus berharap..


Walaupun jaman sudah canggih dan kanker 90% dapat disembuhkan namun 10% adalah kegagalan yang berujung kematian dimeja operasi. banyak Rumah Sakit enggan menanggung resiko hal tersebut


"Ugggh agghh" tiba-tiba suara batuk terdengar dari seorang anak imut yang kini terbaring sempurna di tempat tidur..


Ron yang melihat itu segera menghampiri anaknya


"Nak. kamu tenang aja. ayah akan terus berusaha mencari cara untuk membuat mu sembuh!" kata Ron yang menangis


"A--Ayah Hugggh!!. ayah jangan menangis. Shelize baik-baik saja" kata Shelize dengan batuk-batuknya


Irene mendengar bahwa nama anak itu adalah Shelize.


tak sengaja Shelize melihat Irene


"ahggghh uggg. Ayah. Ternyata Allah Benar-benar mengabulkan permintaan ku" kata Shelize dengan batuk-batuk


"Apa maksud mu nak? apa yang kamu minta kepada Allah?" tanya Ron


"Uggghh! ayah. Shelize tahu selama ini aku terlalu membuat ayah kesulitan dan kesusahan untuk mencari obat untuk aku tapi uggghg--uhggh. aku selama ini memohon kepada Allah untuk ketika aku tidak ada. ayah tidak sendirian lagi" kata Shelize dengan terbatuk-batuk dirinya berkata


"Kamu bukanlah beban. nak. kamu anak kesayangan ayah.. kamu tidak akan meninggalkan ayah kan?" Tanya Ron dengan menangis lebih deras


Shelieze menggelengkan kepalanya


"Ayah. Allah telah lebih dulu menyukai ku dan ingin aku duduk bersama ibu di alam surga sana dan juga di dalam Mimpi ku. Allah mengirim kakak cantik dan baik. dan kakak cantik itu adalah yang berdiri sana(menunjukkan kepada Irene)" kata Shelize.

__ADS_1


"Kakak cantik. bisa kah kakak kesini?" Tanya Shelize dengan diiringi batuk-batuk


Ibu Ron keluar dari sisi lain dan mempersilahkan Irene


"halo adek cantik" kata Irene dengan tersenyum.


Irene tak mengerti mengapa seumuran Shelize bisa kuat berkata demikian


"Hugggh--huggh. Kakak cantik. kaka kamu ada di mimpi ku. Tuhanku menyatakan bahwa kamu adalah pengganti Ibu ku dan mengirimkan kepada ayah ku untuk menemani ayahku ketika aku tidak ada" kata Shelize dengan batuk-batuk nya


Shelize mempegang kedua Tangan Ron dan Irene sehingga mereka bertiga saling menggenggam tangan


mata Shelize melihat ke arah samping atau tepatnya disebelah Irene.


"Ayah. Malaikat Izrail telah datang disamping Kakak cantik itu" kata Shelize


Ron yang mendengar itu terkejut dan makin menangis karena ia belum bisa merelakan jika anak semata wayangnya pergi


"Ay--ayah" kata Shelize mulai terbata-bata


Ron yang mendengar itu langsung segera menuntun anaknya


"Nak. Ikuti Ayah ya


Asyhadu an laa ilaaha illallaahu" Kata Ron pelan-pelan


"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu" Shelize mengikuti Ayahnya


" wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah " kata Ron dengan menggenggam erat anaknya itu


"wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah" Shelize kembali mengikuti


dan selesai mengucapkan dua kalimat syahadat. denyut nadi Shelize berhenti


"Inalillahiwainailaihi Rojiun. ternyata benar. nak. Allah lebih sayang kepada mu" kata Ron menangis sekencang-kencangnya..


Irene dan Ibu Ron juga ikut menangis ketika mereka menyaksikan kepergian shelize


"Cucu ku. tenanglah disana yah" kata Ibu Ron yang juga tak kuasa menahan air mata nya


sementara Irene hanya bisa menahan air mata nya dan mendekati Ron


"Mas Ron. aku pribadi turut berduka cita atas kepergian Shelize. aku mendoakan dia berada disisi Tuhan" Kata Irene


Ron hanya mengangguk-angguk saja.


di hati Ron. ada sedikit penyesalan. dimana dirinya tak bisa berguna dan yakin bahwa dirinya belum bisa membahagiakan anaknya. selama Shelize hidup. ron hanya bekerja dan meluangkan waktu sedikit untuk anaknya itu. jika tidak bekerja maka tidak ada makanan tersaji untuk mereka.


'Ya Allah. maafkan hamba mu ini yang belum bisa sempurna menjadi suami dan Ayah yang baik untuk keluarga ku' gumam Ron..


Shelize. Ya anak itu masih bisa melihat keluarga yang menangisi kepergian nya


"Shelize. anakku. kamu sudah cukup hebat menahan rasa sakit yang kamu derita. Ayo ikut sama Ibu. disana semua orang menunggu mu" kata Ibu


Shelize berlari dan mencoba memeluk Ayahnya namun tak bisa dan itu membuat Shelize tersenyum sedih


"Assalamualaikum Ayah. semoga kita dikumpulkan di alam surga nanti" kata shelize dengan pamit.


Shelize bersama ibunya akhirnya meninggalkan dunia..


...----------------...

__ADS_1


...BYE ...


...----------------...


__ADS_2