Janda Kaya Raya No 1

Janda Kaya Raya No 1
JKRI1 - Dua Orang yang memiliki kesamaan


__ADS_3

"Akhir kalian balik juga. hayo mana martabak kalian janjikan?" tanya Ibu Ron menagih yang keduanya janjikan


"Hahaha Tenang aja Ibu ku tersayang. kami lupa beli" kata Ron watados


Wajah Ibu Ron langsung cemberut mendengar yang dijanjikan tidak ada


"Mas ih kamu nih Ibu sendiri diisengin(sambil mencubit perut Ron) dan Ibu. jangan khawatir yang dijanjikan ada kok. aku gak lupa" Kata Irene


Irene mengeluarkan Martabak dari bagasi motor milik Ron..


"Nak. sekali lagi kamu ngerjain Ibu. Ibu masukin kamu ke kandang macan biar kamu tahu rasa digigit macan" kata Ibu Ron dengan nada kesal..


entah kenapa Irene sedikit cemburu akan suka cita & duka Ron bersama Ibu nya. dirinya masih dihantui oleh rasa bermasalah dan pertanya-tanya apakah dirinya dimaafkan oleh kedua orang tuanya atau tidak membuat Irene sulit memaafkan diri sendiri..


"Kamu gak boleh makan Martabak ini. biar Ibu sama Istrimu aja yang boleh" kata Ibu Ron..


Ron hanya terkekeh dan setelah itu dirinya pamit duduk di depan teras..


Ron duduk dengan menatapi langit malam yang disertai bintang membuat malam ini cukup terlihat indah..


'Nak. apa kamu sudah bahagia disana dengan Ibumu?' gumam Ron bertanya namun tak ada yang bisa menjawab


'maafkan aku yang belum bisa menjadi suami mu yang baik dan sempurna di kala kamu hidup. Ayu. ada sebuah rasa bangga dan penyesalan di lubuk hati ku ini. Aku bangga telah menjadi pemilik hati mu dan bisa mencintai dan merasakan cinta dari mu. penyesalan ku adalah gagalnya diriku menjadi suami dan ayah menjadi anak kita. aku pernah perpikir apa Allah terlalu kecam untuk memberi ku cobaan atau apa aku tidak pantas bersanding dengan mu sampai akhir hayat kita. ayu?' gumam Ron dengan penuh penyesalan dan gundah gelisah..


TREK


Sebuah canggir teh mendarat di meja tamu tepat dimana Ron duduk..

__ADS_1


"di minum dulu tehnya" kata Irene yang langsung duduk disamping suaminya..


"Terimakasih ya dek" kata Ron


sssssrrruupptt(menyuruput teh hangat)


"gimana mas? cocok gak manisnya?" kata Irene


"Ini mah kemanisan Dek. soalnya lihat kamu tiba-tiba malah jadi oversosis eh maksudnya overdosis" kata Ron dengan jenaka dan gombal recehnya..


"AAAAWWW--" Ron yang menahan kesakitan akibat dari cubitan perut yang dilakukan oleh istrinya tersebut..


"kamu ini mas. bisa-bisa gombal malam-malam gini" kata Irene..


Ron hanya tertawa kecil hingga wajahnya kembali serius menatap Irene


"Tidak. cuman mas penasaran akan takdir kita" kata Ron yang kembali menatap langit


"apa yang mas ingin tahu tentang takdir?" Tanya Irene


"pernikahan ini. dek" kata Ron dengan singkat dan to the point


"Mas. gagal melindungi orang yang dulu mas cintai dan sayangi. Shelize dan m--" kata Ron Ingin menyelesaikan perkataanya namun terpotong oleh Irene


"Aryu Prasmheta Wiralaga. Almarhumah Istri pertama mas?" Kata Irene


"B--Bagaimana kamu tahu? mas kan belum pernah cerita soal itu" kata Ron yang terkejut kalau Irene mengetahui nama mendiang istri pertamanya..

__ADS_1


"Ibu Cerita saat di pasar Ombak. katanya Mas kenal dan mulai jatuh cinta saat mas bekerja disebuah perusahaan dan akhirnya bertemu dengan mba Ayu" kata Irene dengan menyebut ayu sebagai 'mba' demi menghormati yang sudah tiada..


Ron menghelas nafas dan mengangguk


"mas bukan lagi membandingkan antara kamu dan dia. tapi yang mas khawatirkan dan tak--"


"takut kalau gak bisa melindungi dan mensejahterakan aku dan ibu?" Kata Irene yang memotong pembicaraan sang suami


Ucapan Irene diangguki oleh Ron..


"Hmmm" Irene menghelas nafas.


"Kalau jujur. aku juga takut akan masa depan dan juga pernikahan yang tak pernah ku duga sebelumnya.. Mas. kamu tahu bahwa aku pernah menikah sekali dan sekaligus aku takut akan ada kemungkinan bahwa diri ku mandul atau sejenisnya walaupun aku perempuan yang pernah dijamah oleh pria kamu dan mantan suami ku tapi itu tidak dapat menghilangkan rasa cemas ku jika aku sebagai perempuan tidak dapat hamil. itu adalah berita buruk untuk perempuan manapun dan juga masa lalu ku mas. Aku juga sama memiliki rasa penyesalan. aku bodoh mempercayai akan cinta lalu meninggalkan keluarga ku demi mengejar seorang pria yang belum tentu akan jadi seperti apa di masa depan itu" kata Irene


"dan aku juga bertanya-tanya jika pernikahan bisa jadi sesat atau selamanya? atau aku bisakah mempercayai sepenuhnya akan pernikahan ini? jika aku mempercayai pernikahan ini sama halnya aku menaruh harapan kepada mu sebagai suamiku. Aku menerima pernikahan ini terlepas bagaimana kita menikah dan umur kita yang berbeda 9 tahun. aku perempuan mas. hidup seorang perempuan hanya dari 10 tahun hingga 30 tahun. jika tidak menikah lebih dari umur 30 akan sulit mencari pasangan dan jika menikah akan khawatir tentang kehidupan setelahnya bagaimana" kata Irene..


"Hmmm" keduanya sama-sama menghelas nafas..


"Dua orang yang sama memiliki penyesalan dan kekhawatiran. takdir apa yang menunggu mereka?' gumam Ibu Ron sambil makan martabak rasa cokelat keju..


Tanpa disadari oleh Ron & Irene. Ibu Rosyi atau Ibu Ron itu melihat keduannya yang sedang mengobrol akan kekhawatiran pernikahan dan penyesalan masa lalu mereka..


'Biarlah takdir Allah bagaimana. mending lanjut makan ah' gumam Ibu Ron yang tak mau memusingkan hal yang rumit-rumit


...----------------...


...BYE...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2