
5 bulan Kemudian..
Perut milik Irene membesar layaknya Ibu hamil pada umumnya dan kini pasutri muda itu melakukan check up rutin sebulan sekali demi menjaga sang buah hati selalu aman dan sentosa...
"Ibu Irene. diusahakan untuk berolahraga ringan dan makan-makan yang lebih sehat" Kata Dokter Poli kandungan
"Dan untuk bapak. anda kan suaminya nih. tolong jangan menuruti setiap kemauan sang istri ketika ngidam dengan makanan yang berminyak. berserat tinggi atau sejenisnya.. Ibu hamil harus menjaga pola makanan yang seimbang. tidak kurang dan tidak lebih. jika nutrisi A terisi penuh namun nutrisi B sedikit maka itu akan mengubah pola kesehatan Ibu dan janin" Kata Ibu Poli Kandungan
{Ini sebenarnya ngasal aja dalam konteks dari dokter kandungan nya.. karena saya bukan dokter melainkan Author wkwkw)
Ron hanya ngangguk-ngangguk aja layaknya seorang murid diberi pahal oleh Gurunya namun hanya ngangguk-ngangguk kerjaanya..
"Baiklah. check up untuk Ibu Irene telah selesai... mohon Pak Ron untuk menebus Obat di apotek di Gedung C ini" Kata Dokter Poli kandungan menyerahkan catatan..
"Maaf dokter. ini obat untuk apa ya?" Tanya Ron dengan curiga
"obat ini untuk meredakan rasa sakit Istri anda apabila sang buah hati menendang-nendang perutnya atau badannya yang sakit karena menahan beban buah hati dalam perut" jawab Bu Dokter dengan tersenyum
Ron bernafa lega dan kini keduanya pamit untuk menuju apotek yang berada di gedung C..
"daripada bolak balik dan kasihan anak kita nantinya mending kamu duduk saja disana(menunjuk kursi panjang yang kosong)" Kata Ron yang menyarankan untuk Irene istirahat aja..
"Yaudaah" Kata Irene dengan patuh lalu duduk...
Ron melihat Istrinya untuk beberapa menit lalu setelah itu pergi menuju apotek..
__ADS_1
Smeentara Irene? dirinya bermain handphonenya untuk menghabiskan waktu yang bosan..
"Seorang RW melakukan korupsi sebanyak 3 Miliar yang menuntut pelapor dengan alasan bahwa dirinya meminta membelaan bahwa dirinya tidak melakukan korupsi" Salah Satu portal berita
'Cih. bahkan setingkat RW aja udah korupsi? ini kemana arsen?' Gumam Irene dengan kesal lalu keluar dari web portal berita dan menekan nomor Arsen..
📱Arsen: Nona Irene. selamat siang.. apa yang bisa saya lakukan untuk anda?
(dengan nada hormat dan tegas)
📱Irene: setingkat RW aja udah ada yang korupsi. apakah kamu tidak mampu menekan semua jajaran pemerintah pusat hingga terpolosok?
(Tanya Irene dengan geram)
Arsen yang sedang duduk di kursi kepresidenannya hanya bisa kebingungan namun sesaat dia mengerti
Irene yang mendengar itu hanya menyugingkan senyumannya ..
Irene mematikan teleponnya..
-Di Kantor kepresidenan..
BRAK!!
Arsen kesal karena ulah seseorang Dirinya terkena masalah dan mendapatkan nama baiknya sedikit tercoreng oleh Nonanya tersebut..
__ADS_1
"Merna. Panggil Kepala Kepolisian Bandung selatan. Tajo!" Kata Arsel dengan menggenggam keras kertas kuat-kuat...
Merna hanya patuh dalam ketakutan karena Presiden Arsen terlihat marah Aura nya sungguh membuat ruangan tiba-tiba panas..
10 Menit Kemudian..
"Merna. Tinggalkan kami berdua" Kata Presiden Arsen..
Merna lalu menunduk hormat lalu pergi...
KLIK(menekan salah satu tombol)
"kamu terlalu berlena-lena dalam kekuasaan sebagai kepala polisi bandung selatan. Tuan Tajo terapi hingga berita yang tak diinginkan atau dilihat oleh Nona Muda kini sudah terungkap.. Tajo! Nona Muda malah memarahi ku daripada kamu" Kata Arsen dengan menatap tajam
"M--Maa--maaf Saya Tuan!" Kata Tajo sambil menunduk dengan menyesal
"Tangkap dan hukum mati. Saya tidak perlu menjelaskan dua kali. bukan?" Tanya Arsen dengan menatap tajam bawahan nya tersebut..
"Ten--te-tentu tidak Tuan! Sa--s-saya Permisi" kata Tajo dengan rasa ketakutan..
Dengan langkah ketakutan dan sekaligus marah terhadap pelaku. Tajo keluar dari istana kepresidenan
...----------------...
...BYE ...
__ADS_1
...----------------...