
"Sebenarnya. mau dijepang dan korea selatan atau sekitarannya itu cuacanya dingin. Nona" kata Arsen sambil menunduk malu
Brak
"hanya cuaca dingin kamu menghindar?" tanya Irene dengan tatapan tajam kepadanya.
"No--Noo--Nona. mohon tenangkan diri anda. Arsen tidak dalam anggota lapangan maksud saya dia adalah anggota strategis. otaknya membuat apapun rencana bisa lancar. dia memiliki ilmu geopolitik. ekonomi. dan berbagai macam bahasa. istilah kata Arsen hanya berguna di dalam bidang diplomasi dan perencanaan sehingga Arsen menjadi Presiden Indonesia adalah untuk mengkukuhkan bahwa Kami disini bekerja dan sekaligus melindungi Indonesia dari banyak macam bahaya dan separatis yang tak mau bekerjasama" kata Raden dengan takut Irene marah..
Irene marah bisa saja memberi perintah kepada seseorang yang lebih kuat dari kekuatan Raden sendiri dan Raden pula tak mau posisi yang sudah lama ia perjuangkan untuk JL Group dan Indonesia begitu saja menghilang..
"Hhmmm(Menghelas Nafas).. Saat ini saya tidak memiliki perintah Tapi setiap perintah dari saya harus kalian patuh. paham?!!" Kata Irene dengan kata-kata menekanannya..
"Ya Ma'm!" Teriak serentak Rombongan Raden...
"Baiklah. sebelum kalian keluar. sungguh buruk saya sebagai tuan rumah. Eko!" Kata Irene dan memanggil Eko
Eko datang dengan tergopoh-gopoh dan kemudian menunduk patuh didepan Irene
"mohon perintah anda. Nona!" Kata Eko
"Siapkan Bawahan saya minuman dan makanan yang segar. sungguh malu saya jika tidak menyiapkan untuk tamu" kata Irene
Kebiasaan lama Irene terus dirinya bawa bagaimanapun Tamu adalah keberkahan untuk Rumah.
"No--Noo--Nona. tidak perlu. kami akan kembali setelah anda pergi" kata Arsen mencegah
__ADS_1
Irene menggelengkan kepala
"ini Indonesia. arsen. kamu sebagai kepala negara sendiri ini pun tidak tahu bahwa tradisi Indonesia adalah memuliakan Tamu. jadi saya akan pergi. minum dan makanlah sebelum pergi!" kata Irene..
""Kamu mengerti. eko? jangan biarkan mereka pergi sebelum mereka menghabiskan makanan dan minuman mereka" kata Irene menatap Eko dengan tajam dan intens
"S--Si--Siap Nona" kata Eko dengan takut dan akhirnya menunduk saja..
irene pergi menuju lift untuk ke lantai 3..
sementara itu di ruang tamu.
"Tuan Raden. tolong jangan pergi. keselamatan saya berada dimana anda harus makan dan minum yang disuguhkan oleh Nona Irene" kata Eko yang memohon kepada Raden.
"Nona Irene sama seperti Tuan Besar Jonathan. tidak heran mengapa banyak bawahannya yang setia dan mau mengorbankan banyak nyawa dan usaha untuk melayani nya" kata Raden dengan mengulum senyum melihat foto Jonathan bersama istrinya dinding pintu masuk tersebut..
ada total 100 Juta bawahan milik JL Groups dan kini Irene mempegang kendali mereka semua. Sebagian besar ada yang digaji dan ada yang tidak.. karena yang tidak digaji memiliki motif lain. entah menemukan Tuan yang cocok. atau dari sang bawahan yang pernah diselamatkan oleh Jonathan atau Limea yang membuat mereka setia hingga mati..
10 menit kemudian
Sebuah rombongan maid datang dari dapur dengan membawa nampan makanan yang begitu lezat beserta minuman..
Total rombongan Raden adalah sekitar 10 orang.
"Tuan Raden. Tuan Arsen. Makanan-makanan ini bisa anda nikmati dengan rasa suka cita. terlebih saya sudah memahami cita rasa kalian semua. contoh khususnya yaitu gado-gado untuk Tuan Arsen. soto banjar untuk Tuan Raden. Dan ada nasi goreng untuk sisa rombongan" kata Eko sambil menjelaskan beranekaragam Maid Bawahannya masakki..
__ADS_1
Gluk!
Raden & Arsen beserta rombongan tak pernah melihat betapa cantiknya sebuah makanan hingga mereka saja tak rela memakannya
gado-gado untuk Arsen
Soto Banjar untuk Arsen
Nasi Goreng Mata Sapi untuk para rombongan..
"Tak elok makan enak tanpa sambel" kata Eko
setelah itu datanglah sebuah mangkok sambel perorangan untuk rombongan raden..
"Silahkan nikmati. Tuan Raden dan Tuan Arisen" kata Eko Sambil menunduk diikuti para maid dibelakangnya..
"Kalian dengar itu? Sekarang misi kalian adalah menghabisi makanan dan minuman ini sebelum aku atau Nona Irene lah yang menghabisi kalian!" Kata Raden bertitah..
pada akhirnya Rombongan tersebut duduk santai dengan makan-makan dan minum sambil mengobrol perihal penting mengenai negara dan JFA khususnya di wilayah Raden
__ADS_1