
"Maaf Pak Ron. apakah pak ron yakin untuk bekerja disini? bukan saya mengurangi hormat saya kepada para pencari Rupiah namun keterangan terakhir bapak di jenjang pendidikan hanya berhenti di SMP dan bapak ingin mendaftarkan diri sebagai akuntasi jujur saya kebingungan melihat ini" kata ???
Saat ini Ron berada di salah satu cabang Perusahaan Terkenal yang dari perusahaan itu berbidang dalam investasi dan Saham. perusahaan ini bernama JL Invest ASIA yang berkutat dengan saham-saham Indonesia bahkan di sekitaran ASIA. dan kini Ron di hadapkan oleh pihak HRD mereka..
"Saya yakin dengan penuh bahwa saya melamar bukan hanya sekedar bercanda atau membuat anda tertawa. saya sadar akan kemampuan saya yang diluar jenjang perusahaan. apakah saya diizinkan untuk mencoba dalam hal ini?" Kata Ron dengan penuh yakin dan memohon izin untuk mencobakkan perihal skill nya
seorang Pria HRD bernama Diva melihat Ron dengan skeptis dan tidak percaya bahwa jenjang terakhir SMP bisa membuatnya terpukau
"Hmmm" sejenak Diva menghelas Nafas
"Gini aja Pak Ron. Saya memiliki 200 RB di bursa Saham. dan coba anda naikkan nilai uang saya di akun tersebut dan jika berhasil maka saya akan memohon hal ini kepada pihak atasan namun dalam hal ini juga saya menekankan bahwa saya tidak menjanjikan apapun dalam pekerjaan yang diluar requirement yang dihadirkan oleh Pihak Pusat kepada Pihak cabang. apa anda keberatan?" tanya Diva menjelaskan dan menekankan akan pentingnya bahwa Diva tidak bisa menjanjikan apapun..
Roj mengangguk
'Aku harus mencoba demi Ibu. dan Irene!' gumam Ron dengan yakin apa yang dirinya lakukan...
Diva berdiri lalu mengambil sebuah laptop yang berada tepat di sampingnnya.
"Silahkan" kata Diva memberikan laptopnya
Akun Bursa Saham Indonesia telah dibukkan oleh Diva dengan akun pribadinya dan Ron Bersemangat akan hal itu...
1 Jam Kemudian
Ron terus berkutat dengan Bursa Saham dan dia memilih menginvestasikan uang 200 RB milik Diva dengan perusahaan yang sedang turun nilai evaluasi nya
"bukankah itu tidak berbahaya? kamu tidak bisa menebak harga di selanjutnya?" kata Diva memperingati Ron
bagi Diva 200 RB bukan apa-apa dengan gajinya yang 15 Juta Per bulan. Diva adalah HRD yang telah teruji dan terverifikasi oleh HSID atau Organisasi HRD se-Indonesia selain bekerja sebagai HRD di perusahaan tersebut. Diva telah bertambah ilmu-ilmu yang dirinya tak dapatkan di sekolah atau dimanapun. Bursa Saham adalah informasi yang tak sembarangan diberitahukan..
3 jam kemudian
"Eehhh??? kok naik?" Terkejut Diva
Diva tak menyangka perusahaan yang diinvestasikan oleh Ron menghasilkan sekitar 10 Juta Rupiah dalam 3 jam dan itu sulit dirinya percayai
'Bagaimana bisa?' gumam Diva
"Selain Ini. saya sudah menginvestasikan perusahaan lain dengan nominal 50.000 (50ribu) dan lihat uang itu menghasilkan" kata Ron
sementara uang sebesar 50 rb berubah menjadi 3.5 Juta dan itu sulit dibayangkan oleh Diva yang skeptis akan 200 ribu tidak bisa menghasilkan banyak uang
"Ahemm" Kata Diva mulai kembali profesional..
"Pak Ron. mohon tunggu disini. saya akan mengabarkan hal ini kepada atasan saya" kata Diva sambil membawa laptop hasil trading bursa saham yang dilakukan oleh Ron..
Diva tergopoh-gopoh menuju ruangan atasan nya
Tok
__ADS_1
Tok
Tok(pintu diketuk)
"Masuk" kata ??? dari dalam
Kreeeek
"Ah Kamu Diva. ada apa?" seorang Perempuan bertanya
Diva memberikan laptopnya dan menjelaskan apa yang terjadi
"jadi maksud mu. seseorang dengan jenjang terakhir SMP melakukan ini? apa kamu bercanda? Diva" kata Perempuan itu yang tak percaya akan hal dijelaskan oleh Diva..
"Sungguh Nona Kayle. untuk apa saya berbohong dengan anda sementara anda bisa melihat sendiri fakta yang ada tentang pelamar itu" Kata Diva dengan berusaha meyakinkan Atasannya itu
"Baiklah. antarkan saya untuk menemuinya" Kata Kayle.
Kayle penasaran dan sekaligus ingin membuktikan tentang kebenaran yang diberikan oleh Diva..
Kreeekk
Diva & Kayle masuk bersamaan di ruang interview dan disana mereka masih melihat seorang pria yang sedang menunggu dengan minum segelas air putih..
"Kamu tunggu disini" Titah Kayle kepada Diva.
Diva hanya patuh saja sedangkan Kayle menghampiri sang Pemuda
"telah berhasil melakukan trading saham di Bursa Indonesia" kata Kayle yang berusaha profesional...
kemudian Ruangan itu menjadi hening ketika kayle terus menatap Ron
"Maaf. boleh saya bertanya. apakah kamu anak dari Ibu Roysi?" Kata Kayle bertanya tentang hal yang luar pertanyaan perusahaan
Ron sejenak mengerutkan wajahnya ketika pertanyaan tersebut tidak berkaitan dengan perusahaan
"Benar. Saya Adalah Anak Ibu dari Rosyi Fitri Dea dan kenapa ya? apakah anda mengenal Ibu saya?" Tanya Ron dengan bingung
kini Kayle yang terkejut
"Kamu tidak mengenali aku? sungguh parah kamu ya. kamu adalah bocah selalu pernah Pup di celana pas SD kelas 3 dan Ibu ku yang selalu membantu mu. aish sungguh parah kamu melupakan teman SD mu" kata Kayle dengan menghelas nafas
Ron tersentak mendengar hal tersebut
"ahh. kamu Franka Kayle Mano. anak blasteran perancis - Indonesia dan SD ku yang dulunya sering nangis karena kamu takut kecoa" kata Ron yang mulai mengingat siapa Kayle.
"Aish. ternyata kamu masih ingat yah" kata Kayle kini duduk
"Haha tentu. dulu kan ak-- maksud saya. saya dulu kan yang menjaili anda" kata Ron yang tertawa namun mencoba sesopan mungkin..
__ADS_1
"Tak perlu sesopan itu. Ron. santai aja" kata Kayle
"Ahh maaf tapi sungguh tak menyangka kamu kini menjadi seorang manajer Keuangan di perusahaan besar ini" kata Ron
"Ah biasa aja. oh ya bagaimana dengan mu? mengapa kamu melamar pekerjaan disini? tunnggu? bukankah terakhir aku ingat bahwa Ayahmu dulu adalah Tukang mebel yang sukses di kota nya kenapa sekarang bekerja?" Kata Kayle yang langsung mencecar seribu pertanyaan
"Hahaha. Hidup itu berubah. Kayle. dulu keluarga ku diatas sekarang kami dibawah namun tak mengurangi rasa syukur ku kepada Allah.. Ayah ku meninggal Dunia semenjak itu tidak ada yang bisa mewarisi usaha mebel ayah. aku anak satu-satunya dan umurku saat itu baru 6 tahun dan Ibu juga tidak mengerti hal tersebut walaupun Ibu ku pernah mencoba 6 bulan yang berakhir gagal dan telah menjual usaha ayahku dengan harga yang mahal namun uang tetaplah uang akan habis dimasa nya. Uang hasil penjualan mebel alihkan oleh ibu ku mencoba untuk usaha kontrakkan dan kos-kosan namun langkah kami terhenti karena Ibu ku tertipu oleh mandor bodong dan kami berakhir yang mengontrak dirumah orang" kata Ron yang menjelaskan kisah hidupnya
"Aku turut berduka atas apa yang menjadi kehilangan dalam hidup mu. Ron" kata Kayle yang mencoba mempegang tangan Ron.
Namum Ron menghindari hal tersebut
"dan sekarang kamu bagaimana? apakah kamu sudah menikah? atau pacaran?" Kayle kembali mencecar Pertanyaan kepada Ron
"Aku sudah menikah dan ini yang kedua kalinya aku menikah setelah Istri pertama ku meninggal dunia 3 tahun lalu" kata Ron
Ron tak lupa menjelaskan Shelize dan menunjukkan foto anaknya yang telah tiada
"aku kembali berturut berduka cita atas kehilangan anak mu. sungguh aku sangat tidak membayangkan jika aku menjadi kamu" kata Kayle
"Lalu bagaimana penampilan Istri mu yang kedua?" Tanya Kayle
Ron dengan bangga memberikan foto Irene dan dirinya sedang berswafoto bersama saat keduanya liburan demi refreshing Ron dari terpurukkan kehilangan Shelize.
Sedangkan kayle terkejut melihat sesosok perempuan yang diperkenalkan oleh Ron
"cantiknya istrimu" kata Kayle dengan ekspresi yang sedikit terpaksa
Ron tak mengetahui perihal ekspres kayle tapi Ron terus membanggakan istri barunya tersebut namun tak lupa membanggakan Istri pertamanya demi menghormati mendiang sang istri pertama..
"Nama istri kedua ku. Irene Alishe Malik" Kata Ron dengan bangga menyebutkan nama Irene.
"Haachu!" Seseorang bersin
"kenapa kamu nak? apakah kamu sakit?" Tanya seorang ibu dengan khawatir
Perempuan itu menggosok-gosok hidungnya
"Tidak bu. hanya saja seseorang sedang membicarakan ku" kata Perempuan tersebut
-balik ke Ron.
"bagaimana. kamu datang besok? aku akan melapor hal yang kamu lakukan kepada pihak pusat. oke?" Kata Kayle dengan ekspresi seperti ingin menyudahi pembicaraan ini
"baiklah. dan email & Nomor di CV ku. kamu bisa menghubungi ku dsana" kata Ron
...----------------...
...BYE ...
__ADS_1
...----------------...