Janda Kaya Raya No 1

Janda Kaya Raya No 1
JKR1 - Shelize tersenyum


__ADS_3

Keesokkan harinya


Di rumah duka-


kabar meninggal nya Shelize Ron telah membuat para tetangga sekitar kehilangan dan yang merasa kehilangan Shelize membuat banyak orang datang untuk mereka melihat terakhir kali perempuan kecil cantik itu


"Sungguh saya tidak menyangka Bu. Semoga Cucu Ibu semoga tenang di akhirat sana" kata Seseorang bapak-bapak bersama istrinya


"Terimakasih Pak Chandra. sungguh terimakasih sudah datang" kata Ibu Ron


sementara. di tempat memandikan jenazah


"Ibu-ibu. terimakasih mau menyempatkan dan mau memandikan Shelize anak dari bapaknya Ron. saya berharap apa yang kita lakukan diberkahi oleh Allah SWT" Kata seorang ibu-ibu


"Aamin Bu ustadzah Aminah" serempak


yang memandikan Anak perempuan Ron adalah para tetangga yang perempuan karena Menurut Ron dirinya pernah membaca bahwa dilarangnya seorang ayah atau ibu memandikan anak-anak mereka yang berbeda kelamin (Ayah dilarang memandikan anak perempuan. begitu sebaliknya. Sumber? cek gogle) sehingga Ron meminta tolong kepada beberapa ibu-ibu dan Irene termasuk.


Srreeet (ceritanya membuka kain mayat)..


"Mashallah. lihat ibu-ibu. almarhumah tersenyum walaupun Shelize sudah terpanggil oleh Allah tapi senyumannya tak pernah luntur. Nak oh Nak. amalan ama yang membuat kamu seperti ini?" Kaget Ibu Aminah..


Irene yang melihat itu seketika menangis tanpa alasan jelas namun dirinya melihat bahwa Shelize anaknya Ron itu tidak pudar akan kecantikkan nya sehingga banyak ibu-ibu yang bersamanya untuk memandikanya..


Irene hanya sebatas membantu mengalirkan air hingga Jenazah dapat dimandikan..


10 Menit kemudian


"bau wangi apa ya ini pak?" Tanya seseorang yang melayat


"entah deh Bu. tapi bau wangi ini datang dari tempat almarhumah dimandikan" kata bapak-bapak.


Wangi almarhumah membuat banyak warga yang bertanya - tanya selama masa hidup Shelize telah melakukan amalan apa.


Sebuah rombongan kecil datang dengan membawa Almarhumah ke ruang tamu..


"Bismillahirrahmanirrahim" kata Seorang ibu-ibu yang menaruh perlahan-lahan Almarhumah..


Setelah ditaruhkan barulah doa-doa ayat suci al quran dibacakan untuk Almarhumah supaya dalam proses menguburan dapat dilakukan dengan baik dan selesai tanpa adannya gangguan..


1 Jam kemudian


almarhumah Shelize telah dipindahkan ke keranda dan digotong oleh bapak-bapak termasuk Ron sebagai Ayahnya. dirinya ingin mengantarkan anak semata wayangnya itu menuju tempat peristirahatan terakhir..


"lah ilahi allah" kata bapak-bapak serempak


Menuju TPU sangat lah jauh hampir memakan 2 - 3 jam. sehingga salah satu warga mau mewafkahkan Tanah sebagai alternatif tempat peristirahatan terakhir Shelize dan semua warga termasuk RT pun setuju. sementara Ron sebagai Ayahnya hanya tersenyum haru karena banyak warga yang mau membantu Shelize dalam tempat peristirahatan nya


5 menit


Rombongan Jenazah telah sampai di tempatnya dan sudah ada yang menunggu 4 orang menggali kubur


'apakah ini akan juga menjadi peristirahatan ku?' gumam Irene yang melihat betapa sempit dan tempat istirahat seorang jenazah kembali ketanah..


"Assalamualaikum. Kang. mohon bantuannya" Kata Ron dengan tersenyum


"walaikumsalam. tenang aja kang Ron" kata Kang Gali kubur..


"Ayo bapak-bapak bantuin Shelize ketempat peristirahatan nya" kata Bu ustadzah Aminah

__ADS_1


Sejumlah bapak-bapak menggotong Almarhumah sedangkan Ron turun ke liang lahat untuk menyambut sang anak bersama 3 akang penggali kuburan


"bismillahirrahmanirrahim" kata Ron dan para penggali kubur serentak


Almarhumah Shelize kini ditidurkan dekat tanah sebelah lambung kanan dan wajahnya menghadapkan ke kiblat Mekkah sebagaimana yang dianjurkan oleh Ustadzah Aminah yang mengingatkan hal tersebut kepada Ron dan lainnya..


3 para akang penggali kubur naik tersisa Ron untuk melakukan adzan


"Bismillahirrahmanirrahim" kata Ron mengkuatkan dirinya


"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar(2x)" Ron memulai Adzannya


Beberapa saat kemudian


"Laa ilaaha illallaah (1x)" Ron mengakhiri adzan nya..


Setelah adzan tak lupa Ron berdoa dan berharap anaknya bisa tenang di akhirat tanpa memikirkan dirinya yang sebagai ayah belum sempurna itu


Ron di bantu oleh bapak-bapak untuk naik dan setelah naik akhirnya para penggali kubur kembali menutup liang kubur dengan tanah


tak


tak


tak


tak(Pacul menyerok tanah menuju liang lahat)


1 jam kemudian


doa-doa selesai dikumandangkan yang dibantu oleh Bu Ustadzah Aminah dan iikuti oleh para pelayat dan beberapa sudah pergi tak lupa juga mengucapkan bela sungkawa mereka terhadap Shelize. anak Ron semata wayang itu...


"Nak. mengapa kamu begitu cepat meninggalkan ayah?" kata Ron yang terus mengulangi perkataan tersebut yang diiringi air mata


"Nak. Sudah ikhlaskan anak mu. kini dia sudah bersama istrimu dan Allah telah menaikkan derajat anak dan istri mu dengan berada disisinya. pulang yuk nak. hari sudah semakin sore" Kata Bu Ron menenangkan anaknya dan tak lupa mengajak anaknya untuk pergi


"Ron. apa yang dikatakan Ibu mu benar. hari semakin Sore. tak baik kamu tetap disini" kata Irene yang mencoba membujuk Ron


"Tidak Bu. Iren. aku sebagai Ayahnya tidak becus merawat shelize. aku tidak becus membuat shelize Bahagia. aku tak berguna sebagai ayahnya" kata Ron yang menyalahkan dirinya sendiri


Ron menyesal terlahir sebagai orang miskin yang dimana setiap keadaan darurat pasti akan kepusingan tentang uang yang banyak.


"Astaghfirullah. Nak. istigfar kamu! Kamu gak boleh menyalahkan dirimu seperti itu. Kamu tetap menjadi ayah yang berguna bagi anak mu. Ibu juga tak menganggap kamu orang berguna" kata Ibu Ron yang memarahi anak laki-laki nya itu ..


"Bu. sudahlah. biar saya menemani Mas Ron. mungkin saat ini Mas Ron sedang kalut dan sedih. Ibu Maklumi saja dulu. dan saya mohon ibu pulang aja dulu nanti kami menyusul" kata Irene mengusulkan secara tiba-tiba..


Ibu Ron yang telah mendengar kisah bahwa anaknya menikah lagi walaupun dalam pernikahan fitnah oleh masyarakat tempat tinggal Irene dan membuat Ibu Ron sedikit mulai berharap dengan Kehadiran Irene dapat membawa Ron hal-hal baru


"Tolongin Anak ibu. ya Nak" kata Ibu ron yang sambil mengelus-elus Irene dengan tulus


Irene yang mendapatkan perlakuan seperti itu membuat pipinya memerah semu karena inilah yang diharapkan Selalu Irene.


Irene mengangguk dan ibu Ron pergi bersama Bu Ustadzah Aminah yang telah menunggu tidak jauh dari tempat kuburan Shelize yang baru tersebut..


Irene mendekati Ron


"Mas. Pulang Yuk. Hari semakin Sore. mau sampai kapan kamu disini? apakah kamu tidak kasihan Shelize yang akan menangis nanti jika melihat kamu ?" Irene sekali membujuk Ron.


Ron melihat Irene namun dirinya kembali memandangi kuburan anaknya tanpa mengucapkan sepatah apapun

__ADS_1


"mas. memang aku terlalu lancang mengatakan ini didepan anak mu yang baru basah kuburan nya. namun ketahuilah Mas Ron. anak mu akan bersedih jika kamu terus-menerus disini. bangkit lah. aku mohon. Jika kamu tidak bisa bangkit bagaimana kamu akan melakukan bahterai rumah tangga bersama ku?" Tanya Irene dengan nada marah


Ron yang mendengar itu kebingungan akan kemarahan


"apa maksud mu. bahtera rumah tangga?" Tanya Ron


"Maa--maksud ku. Anu!! Aaahhh! aku setuju melanjutkan Pernikahan kita. aku tak peduli bagaimana kita menikah!" Kata Irene yang malu dan hanya bisa bertingkah tidak jelas.


"Hmm hahaha" kata Ron yang sedikit tertawa melihat tingkah Irene yang salting


"apa kamu yakin. Irene? kamu akan menikah dengan seorang yang miskin tanpa harta dan dirimu yang cantik jelita akan kesusahan nantinya" kata Ron


Irene mendekati Ron


PLUK


Irene dengan tekad hati yang kuat langsung mencium pria bernama Ron


Ron yang melihat tindakan Irene membulatkan matanya karena tidak habis pikir apa yang dilakukan oleh Irene.


"M--mengapa kamu melakukan itu didepan kuburan anak ku!" kata Ron yang setengah malu dan marah


"memang sedikit lancang. namun itu ciuman pertama dan akan terakhir dan aku mencium mu bukan semata hanya nafsu namun karena aku telah mendapatkan persetujuan oleh anak mu. apakah kamu lupa kemarin?" Kata Irene dengan tersenyum


Ron yang mendengar itu hanya merasa malu


"dan Aku tidak peduli kamu mau kaya raya atau miskin. asal kamu menghormati ku sebagai istri mu. maka aku menghormati dirimu sebagai suamiku. dan kamu pikir. aku kaya raya? tidak. keluarga ku memang dulunya miskin dan akan tetap miskin dimata Tuhan yang esa" kata Irene dengan lugas dan tegas


"T--Tapi. bagaimana dengan agama mu? kita berbeda" kata Ron dengan gugup perihal hal tersebut


"itulah tugas mu. Mas. tuntutan lah aku di jalan Agama mu yang kamu anggap itu benar dan baik. Pertemukan aku dengan Allah yang kamu maksud itu adalah Tuhan mu" kata Irene dengan tersenyum


"apa alasan kamu mau melanjutkan pernikahan ini Irene? apakah sebatas kasihan terhadap ku karena aku ditinggalkan oleh putri ku?" Tanya Ron


Irene sekali lagi menggelengkan kepalanya


"kalau niat ku membatalkan pernikahan ini. sudah dari awal aku melakukan nya. Mas. aku memang trauma akan pernikahan pertama ku yang berakhir kandas namun aku juga sebagai perempuan ingin menikah dan menjalani cinta dengan suamiku hingga akhir hayat ku" kata Irene


"dan apakah aku dilarang mengharapkan apa yang manusia umum inginkan?" Tanya Irene


Ron berdiri dari jongkoknya dan mulai mendekati dan mempegangi Irene


"Terimakasih dan izinkan aku mengabulkan permintaan mu sebagai suami mu dari sekarang hingga masa depan" kata Ron dengan tersenyum


"Pulang?" Tanya Irene


"Ayo" kata Ron sambil mempegangi Irene


Mereka akhirnya pulang tepat pada adzan magrib berkumandang..


...----------------...


...BYE ...


...----------------...


Author:


saya sadar tidak semua pembaca saya adalah muslim namun yang diingatkan dalam novel ini bahwa kita manusia hanya mengontrak di bumi Tuhan. sudah harusnya kita sadar dan lebih taat dalam mengikuti perintah-perintah Tuhan di masa mendatang.

__ADS_1


terimakasih!


__ADS_2