Janda Kaya Raya No 1

Janda Kaya Raya No 1
JKRI1 - Kencan (2)


__ADS_3

3:40


"Dek. pulang Yuk. udah sore takutnya kalau disini mulu bisa-bisa pulang magrib" kata Ron


Ron baru saja selesai dari musholla terdekat dan kini haru sudah semakin sore takutnya jalanan macet dan bisa-bisa pulang hingga magrib


"Lah kamu mas yang mancing gak tau waktu. tuh lihat ember mu penuh ikan" kata Irene yang protes


Ron hanya cengengesan melihat sang istri protes kepadanya..


Ron mengambil ember penuh ikan tersebut untuk dikembalikan ke habitatnya karena Ron hanya memesan paket 1 yang dimana ikan tidak dapat dibawa pulang namun harus dikembalikan


"Mang! kami udahan. ikannya sudah kami kembalikan" Teriak Ron yang kebetulan mamang menjaga pemancingan tidak jauh dari mereka..


"Siap Ron! hati-hati di jalan lu ya" kata Mang jaga pemancingan..


Ron Bersama sang istri menuju parkiran..


"Nih Pake Helm dulu biar gak mas gak tilang pakpol karena bawa wanita cantik tetapi gak dijaga" kata Ron yang sedikit tertawa


"ih dasar mas gombal mulu kerjaan mu. udah cepet naik" kata Irene dengan nada emosi


Irene kempas kempis kalau digombal oleh suaminya yang udah dirinya cintai selama 1 bulan karena Ron seperti ayahnya yang mencintai dengan tulus dan tak memperlakukan wanita layaknya budak..


Lalu Ron mengendarai motor nya ke jalan raya menuju tempat rumah.


10 menit - di perjalanan


"Dek. sebelum pergi kamu mau makan di luar atau di beli makanan buat dirumah?" Teriak Ron yang tiba-tiba bertanya


"Apa mas? mas mau ketoilet? yaudah mampir aja ke minimarket" Tanya Irene yang megira bahwa suaminya mau ke kamar mandi.


"Oh kamu mau martabak? Yaudah mas tahu dimana tempatnya" kata Ron teriak. ron juga mengira.


Ron sedikit menaiki kecepatan di kala jalan sepi namun tak mengurangi Ron untuk mengikuti peraturan lalulintas..


7 menit kemudian -


Irene & Ron sampai di sebuah bazar yang dimana bazar tersebut dilakukan disetiap Sore hari..


"Lho mas kok berhenti dan ngapain kita ke tempat bazar beginian?" Tanya Irene yang bingung


"lah katanya tadi kamu mau martabak yaudah mas ke tempat bazar terdekat buat beliin kamu" kata Ron yang juga ikut Bingung


PUK!


irene menepuk jidatnya karena miss komunikasi tersebut membawa mereka ke bazar


"Mas. Aku kira mas mau ke kamar mandi yaudah aku nyuruh buat mampir ke minimarket malah mampir ke bazar. aduh-aduh" kata Irene dengan nada mau ketawa salah tapi keadaan nya bingung


"lah kirain kamu mau martabak. terus gimana nih? kita sudah sampai dibazar dan udah parkir pula" kata Ron


"Yaudah mau apa dikata kita lihat-lihat aja dulu tapi aku juga gak mau jajan banyak mas kasihan nanti Ibu belum makan kalau uangnya kita habiskan" kata Irene yang sempat-sempatnya? memikirkan mertuanya..


"Tenang aja. dek. mas mu ini adalah pekerja keras saking kerasnya dibawah juga bisa diliat. Hahaha" kata Ron dengan nada bercanda untuk mencairkan suasana


"Iihh apaan sih ini tempat umum mas jangan aneh-aneh" kata Irene yang malu..


Pada akhirnya mereka ke bazar dan melihat-lihat


tonet


tonet


tonet


"Yuk yang sayang anak sayang anak. beli yuk balon hello Kitty hanya 3 ribu saja. yuk yang sayang anak" Teriak penjual balon...


"boleh kakak dilihat-lihat pakaian kami. murah meriah. hanya 30k 2pcs. yuk kakak silahkan mampir" kata salah satu penjual pakaian..


hanya penjual makanan yang mereka tidak berteriak namun mereka mencoba menularkan asap bau yang enak dari makanan yang mereka masak..


"Kamu mau makan apa dek?" Tanya Ron ketika mereka sampai dimana tempat makanan berada...

__ADS_1


irene melihat banyaknya stand makanan


"Sate Madura. sate taichan. bubur sumsum. Nasi goreng. Mie Ayam & soto. Nasi Padang sederhana " (ini apa yang dilihat oleh Irene)


"Waduh mas. lihat tuh banyak amat jadi susah milih aku nya" kata Irene


Ron Tertawa melihat tingkah lucu Irene yang kebingungan..


"atau gini aja. kamu mau nyobain kesukaan makanan ayah mas?" Kata Ron


Irene yang mendengar itu pun langsung mengangguk..


mereka berdua berjalan dengan bergandeng tangan dan siapapun yang melihat terasa iri melihat kemesraan dan kemistri yang kuat..


"Ini makanan kesukaan Ayahnya Mas?" Kata Irene


"Ya dong. Nasi Goreng sambel Pete. enak tahu. mau coba? kata Ron menawarkan


Irene langsung mundur 5 langkah dari stand tersebut


"enggak mas. aku gak suka pete atau sejenisnya. keluarga ku pun gak pernah makan hal-hal yang seperti itu" kata Irene menggelengkan kepalanya.


Melihat tingkah Istrinya menolak.. Ron hanya bisa memakluminya karena selera makanan orang berbeda-beda


"Yaudah mau mie ayam bakso? disana tuh ada satu yang jual" kata Ron kembali menawarkan..


"kalau itu aku gak masalah mas. yaudah ayok. aku keburu lapar nih" kata Irene..


Ron & Irene menuju gerobak mie ayam bakso tersebut dan melihat banyaknya orang makan


"kamu duduk aja. biar mas yang pesen. kamu mau kayak gimana mie ayam baksonya?" Tanya Ron yang menawarkan diri..


"cukup tidak pake daun seledri dan kacang-kacangan. itu aja sih mas. sisanya komplitin aja" kata Irene menjawab..


"ya udah kamu duduk saja nanti mas yang bawain" kata Ron..


Irene hanya patuh dan duduk disalah satu tempat yang kosong...


"Sama pacar pak?" Tanya salah satu pengunjung


"Eh gak. itu sama istri saya" kata Ron dengan kikuk menjawab.


Ron gak berharap akan ditanyakan soal tersebut..


"Oalah saya kira pacaran lho. dilihat bagaimanapun kalian tetap anak muda" kata pria itu yang sedikit terkejut


"Haha. Ya" kata Ron hanya tertawa kecil untuk mengusir kikukkannya..


"mau pesen mie ayam aja atau bakso?" Tanya Penjual Mie ayam kepada Ron..


Ron gini mendapatkan giliran nya untuk memesan


"dua mie ayam bakso dan yang satu gak pake daun seledri sama kacang-kacangan dan yang satu komplit. dah itu aja mang" kata Ron


"Oh yaudah. ini simpen nomor masnya.. nanti karyawan saya yang manggil nomor masnya" kata Penjual Mie Ayam sambil menyerahkan nomor antrian


Sistem penjualan Di bazar kalau makanan adalah pelanggan akan dipanggil sesuai urut Nomornya. tidak ada waktu bagi karyawa untuk mengantarkan makanan karena banyak orang yang mengantri untuk makanan mereka..


Ron mendapati bahwa Nomor antrianya adalah angka 25 dan setelah itu Ron menuju ke tempat istrinya...


dari kejauhan. Ron melihat sang istri kecikikan dan dirinya penasaran dengan hal apa yang lucu yang dilihat oleh istrinya..


"lagi lihat apa dek? sampai mas lihat dari jauh kamu ketawa aja" Tanya Ron dengan nada interogasi..


"Hahaha. Mas lihat aja ini" kata Irene menyerahkan handphone hologram nya.


"lihatin aja" kata Ron yang melihat handphone sang istri berbeda dengan dirinya dan takut kenapa-kenapa handphone tersebut..


"Ini lho mas. video ini lucu tentang kucing yang mau loncat tapi gagal-gagal terus. haha lucu banget deh" kata Irene sambil memperlihatkan video yang dimaksud..


"oalah ternyata soal kucing toh" kata Ron menghelas nafas


Irene pun menaruh handphone nya

__ADS_1


"Lalu kamu kira apa mas? mana mungkin aku ketawa atau senyum-senyum gak jelas kalau bukan video lucu?" Kata Irene dengan nada bertanya..


"oh ya mas. makanannya mana?" Tanya Irene


"tunggu aja dipanggil nanti mas yang bawakan" kata Ron Sambil memperlihatkan nomor antriannya..


Jreeeng(sebuah gitar tiba-tiba terdengar)


"Selamat Sore bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian.. kedatangan kami bukan untuk menganggu nikmatnya makanan anda namun kami sedikit memeriahkan dengan lagu yang kami nyanyikan. kami harap seribu. 2 ribu dapat diberikan untuk membantu kami makan di besok hari. 1 2 3" kata Pengamen yang bersama teman-temannya


"disini kami akan terus berdiri disini kami hidup dan mati" pengamen tersebut menyanyikan sebuah lagu


5 menit - skip


setelah mengamen itu menyanyikan lagu.. kemudian teman perempuan dari pengamen itu berkeliling untuk meminta sumbangan hasil suara temannya itu..


"Terimakasih kak.


Terimakasih bu" kata perempuan itu yang tak lupa mengucapkan kata magic


"Terimakasih mba. mas" kata Perempuan itu..


"Kamu ada QR code? saya gak pegang uang" kata Irene bertanya


"Oh ada kak. ELPAY tapi kak. gapapa?" Tanya Perempuan pengamen tersebut..


Irene pun mengscan QR code tersebut dan memberikan sebanyak 100.000(100 ribu) rupiah..


"pakailah buat makanan dan jangan buat yang aneh-aneh" kata Irene


TING!


[Transaksi sebesar 100.000 telah berhasil] suara notifikasi handphone dari pemilik perempuan pengamen tersebut..


"Terimakasih banyak Kak" kata Perempuan itu sedikit menunjukkan rasa syukur dengan sedikit menunduk..


Irene hanya mengangguk dan setelah itu para pengamen itu pun pergi


"Kamu gak kebanyakan memberi uangnya. dek?" Tanya Ron


Irene menggelengkan kepalanya tanpa berat


"gagapa lah mas. mereka itu masih anak-anak seharusnya belajar bukan untuk ngamen tapi kan karena aku gak bisa bantu banyak yah 100rb cukup buat mereka bisa makan masing-masing" kata Irene untuk memberikan alasan yang paling logis dan mudah diterima.


"Alhamdulillah kalau begitu" kata Ron yang Senang Istri dapat berbagi dengan ikhlas..


"25! nomor 25 diharap mengambil pesanannya!" teriak karyawan penjual mie ayam


"Dek. mas ambil pesanan kita dulu.. kamu tunggu disini..


Irene mengangguk..


'Rena. perintah Tim JFCI (Jonathan Foundation Charity Indonesia) untuk melacak pengamen tersebut melalui history pembayaran ku dan bawa mereka untuk ke tempat charity supaya kehidupan mereka lebih layak daripada sebelum-sebelumnya' Titah Irene


[Perintah diterima!] Kata Rena


sembari menunggu Suaminya datang membawakan makanan untuknya. Irene melihat nilai Saham perusahaan induknya besera cabang-cabangnya..


Nilai Saham JL Group beserta Cabangnya melambung tinggi dan tetap di nomor satu sebagai Perusahaan Group terbesar dan tersukses di dunia..


'dengan 100% Hak Pemilik Saham tak ada yang mungkin menganggu nya' gumam Irene..


JL Group tak memiliki investor atau dana lain selain dari Keluarga Jonathan selaku pemilik satu-satunya JL Group yang sehingga Group Raksasa tidak mudah disetir oleh orang lain atau diganggu dalam kebijakan perusahaan..


"Maaf menunggu Lama. Nona Cantik" Kata Ron yang membawakan makanan dirinya dan Ron sendiri..


"Haha apaansih kamu mas. yaudah cepet taruh nanti keburu dingin" Kata Irene


...----------------...


...BYE ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2