
"Rina, Rina!" Bu Marwah berlari pelan menyusul langkah Rina yang berjalan cepat menuju tangga hendak naik ke kamarnya di lantai dua.
Rina menghentikan langkahnya lalu berbalik. "Ada apa, Bu?"
"Apa tadi Ibu salah lihat, kamu membawa pulang seorang laki-laki yang sangat mirip dengan Anton?" tanya bu Marwah ingin memastikan. Sebenarnya dia tidak percaya apa yang baru saja dilihatnya. Setahunya Rina sangat membenci mantan suaminya, jadi wanita paruh baya itu berpikir bahwa laki-laki itu pasti bukanlah Anton.
Rina tersenyum. "Ibu tidak salah lihat kok. Orang yang saya bawa pulang memang benar dia, Bu," jawabnya.
"Apa? Ibu benar-benar tidak percaya ini, Rina. Apa jangan-jangan Ibu hanya bermimpi." Bu Marwah mencubit punggung tangannya sendiri, lalu kemudian kedua tangannya berpindah mencubit masing-masing pipinya.
Rina menarik tangan bu Marwah. "Jangan menyakiti diri sendiri, Bu. Ibu sedang tidak bermimpi kok, ini kenyataan."
Bu Marwah menggenggam sebelah tangan Rina. "Ibu sebenarnya masih belum habis pikir, Rina. Sebenarnya bagaimana ceritanya Anton bisa ikut pulang bersama kamu. Kenapa kalian tiba-tiba bisa bertemu, dan kalian bertemu di mana?" Bu Marwah memberondongi Rina dengan berbagai macam pertanyaan saking penasarannya.
__ADS_1
Rina pun kemudian menceritakan semuanya pada wanita paruh baya tersebut. Dari awal saat Anton datang mencarinya ke salon, kemudian setelah Anton bertemu dengan Erika, Erika lalu menangis ingin membawa papanya pulang, hingga akhirnya kini Anton menjadi penghuni baru di rumah itu.
"Rina." Bu Marwah kini memegangi kedua tangan anak angkatnya itu. "Jujur saja, Ibu tidak setuju jika kamu rujuk dengannya, Nak." Bu Marwah menatap Rina lekat-lekat, dia tidak ingin kejadian menyedihkan di masa lalu kembali terulang.
Rina tersenyum. "Ibu tidak usah khawatir. Meski pun Erika bahkan memaksa saya melakukannya, saya tetap tidak akan mau, Bu. Saya tahu persis bang Anton itu orangnya seperti apa. Dia sangat licik. Skarang bisa saja dia membujuk Erika untuk membuatnya tinggal disini bersama kita. Besok-besok kita tidak tahu apa lagi yang bisa dia lakukan. Mungkin saja dia akan melakukan hal yang lebih jauh lagi."
Bu Marwah tersenyum sambil menepuk pelan bahu Rina. "Ibu sangat lega mendengarnya, Nak. Ke depannya kamu harus lebih waspada lagi padanya. Kamu tidak boleh memberikan dia cela untuk mendekatimu lagi," pesan bu Marwah.
"Baik, Bu. Saya mengerti."
.
.
__ADS_1
Saat Rina turun ke lantai bawah untuk sarapan, dia menemukan bahwa lantai masih ada debu dan belum dibersihkan. Itu artinya, Anton belum membersihkan lantai tersebut. Sejak kemarin sore, Rina memang sengaja menyuruh asisten rumah tangganya untuk libur selama beberapa hari ke depan. Dia ingin Anton yang menggantikan si bibi untuk bersih-bersih.
Rina tersenyum licik saat berjalan menuju pintu belakang. Baginya, ini saat yang tepat untuk dia balas dendam pada mantan suaminya itu, siapa suruh Anton sudah berani untuk membujuk Erika agar dia dibawah ikut pulang ke rumahnya.
TOK TOK TOK!!! Rina menggedor pintu kamar Anton dengan sangat keras. Dia baru berhenti setelah Anton membuka pintunya.
"Ada apa si--" Baru saja Anton ingin berteriak memaki, tapi begitu melihat wajah Rina, dia akhirnya tersadar jika sekarang dia sudah tidak tinggal di rumah mommy Chintya lagi, melainkan sekarang di rumah mantan istrinya. "Rina, ternyata kamu."
Anton mengembangkan senyumannya sambil menatap Rina lekat-lekat. Baru bangun tidur saja mantan istrinya itu sudah terlihat sangat cantik meski pun tanpa make up. Namun seketika senyuman Anton langsung pudar saat Rina malah memarahinya.
"Ada apa, ada apa? Kamu lupa tugas kamu disini apa?" Rina memarahi Anton sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Enak saja kamu bangun kesiangan. Cepat sana, kerja! Awas saja kalau kerjamu tidak becus seperti kemarin! Siap-siap kamu untuk angkat kaki dari rumah ini."
Rina beranjak masuk ke ruang dapur setelah memberikan peringatan dan ancaman pada Anton. Setelah selesai sarapan, dia segera naik ke kamarnya untuk bersiap-siap. Pagi ini Rina harus menghadiri acara ulang tahun sekolah Erika.
__ADS_1
B e r s a m b u n g ...