Janda Kesayangan Dokter Duda

Janda Kesayangan Dokter Duda
Bab 21 - Spy


__ADS_3

Setelah melajukan mobil selama beberapa saat, Mobil Rina akhirnya berhenti tepat di parkiran sebuah restoran mewah.


"Oh, jadi dia sedang janjian dengan seseorang untuk makan siang di sini. Lalu nasi kotak yang dibagikan oleh pihak sekolah tadi mau dia apakan?" gumam Ricko. Masih sempat-sempatnya dia memikirkan tentang nasi kotak.


Sementara itu, Rina berjalan menghampiri seseorang yang sedang menunggunya di sudut restoran.


"Aku datang ke sini terburu-buru, ternyata orangnya belum datang." Rina lalu duduk di seberang meja orang yang menunggunya itu, yang tidak lain adalah Ayra.


"Iya, kliennya belum datang, tapi katanya sebentar lagi sampai kok," jawab Ayra.


"Tadi kamu bilang pekerjaan teman kamu itu desainer, ya?" tanya Rina ingin memastikan. Tadi saat dia masih di jalan, dia berbicara setengah-setengah dengan Ayra melalui telepon.


"Iya, dia seorang desainer terkenal. Kebetulan dia tahu kalau kita bersahabat, jadi dia meminta aku untuk mengenalkan dia sama kamu. Katanya dia ingin kamu jadi MUA modelnya untuk pemotretan pembuatan katalog terbarunya bulan depan," jelas Ayra.


"Serius kamu?" tanya Rina tidak percaya. Dia tidak menyangka bahwa seorang desainer ternama juga ingin memakai jasa riasannya. Untuk pembuatan katalog lagi. Hal ini merupakan sesuatu yang patut dia banggakan.

__ADS_1


"Ya, iyalah. Buat apa juga aku bercanda?" balas Ayra.


Beberapa menit kemudian, seorang pria mengenakan jas berwarna abu datang menghampiri mereka. "Selamat siang. Maaf membuat kalian menunggu."


"Tidak apa-apa." Rina dan Ayra menjawab bersamaan, kemudian berdiri untuk berjabat tangan dengan pria tersebut sebelum mempersilahkannya untuk duduk.


"Kita bahas kerja sama dulu atau makan siang dulu?" tanya pria bernama Felix tersebut.


"Sepertinya lebih bagus memesan makanan lalu membahas mengenai pekerjaan," jawab Rina sambil tersenyum.


"Sepertinya itu ide bagus," kata Felix, balas tersenyum.


"Ra, kamu pesan apa?" tanya Rina, yang membuat Ayra langsung mengalihkan pandangannya dari buku menu yang menutupi wajah Ricko.


"Eh, aku pesan menu spesial diet saja," jawab Ayra. Pandangannya lalu kembali menangkap pergerakan kakak sepupunya yang kembali mengintip dari balik buku menu.

__ADS_1


Hm, mencurigakan. Jangan-jangan kak Ricko ke sini karena dia membuntuti Rina. Sepertinya begitu. Batin Ayra. Dia tersenyum dalam hati saat melihat tingkah kakak sepupunya yang kekanak-kanakan.


"Eh, aku ke toilet sebentar, ya. Kalian berdua silahkan bahas mengenai kerja sama kalian," kata Ayra.


Sesampainya di depan toilet, Ayra segera menelepon Ricko. Begitu kakak sepupunya itu menjawab panggilannya, Ayra langsung berkata, "Oh, jadi ternyata seperti ini kesibukan presdir PT. Baskara Jaya Sentosa yang baru, hm?" Ayra mengulum tawanya setelah mengucapkan kalimat itu.


"Haish. Kamu ini." Ricko berkata dengan cara berbisik, sambil berlindung di balik buku menu agar tidak ketahuan oleh Rina.


Ayra akhirnya tidak bisa menahan tawanya. "Kak Ricko, sebenarnya apa yang kamu lakukan di situ? Kenapa kamu pakai acara sembunyi-sembunyi segala?"


"Siapa juga yang sembunyi? Aku hanya fokus melihat menu makan siang saja," sangkal Ricko.


"Sudahlah, Kak. Aku bukan lagi anak kecil yang bisa kamu bohongi. Bilang saja, kamu suka sama Rina. Iya, 'kan? Ayo mengaku," desak Ayra.


B e r s a m b u n g ...

__ADS_1


..._____________________________________________...


...Maafkan🙏🏼 Bab ini isinya sangat singkat. Author ada urusan dulu....


__ADS_2