Janda Kesayangan Dokter Duda

Janda Kesayangan Dokter Duda
Bab 22 - Misi Ayra


__ADS_3

"Sudahlah, Kak. Aku bukan lagi anak kecil yang bisa kamu bohongi. Bilang saja, kamu suka sama Rina. Iya, 'kan? Ayo mengaku," desak Ayra.


"Jangan sok tahu kamu," balas Ricko.


"Jadi ceritanya Kak Ricko tidak suka sama Rina nih?" goda Ayra. "Kalau begitu lebih baik aku comblangin dia sama temanku. Kebetulan ada temanku pengusaha yang minta dikenalkan sana dia."


Sebenarnya Ayra hanya mengada-ngada. Dia hanya ingin memanas-manasi Ricko agar Ricko mau mengakui perasaannya terhadap Rina. Karena jelas-jelas Ayra tahu kalau Rina tidak mau lagi menjalin hubungan dengan pria mana pun. Sahabatnya itu sudah trauma dengan yang namanya rumah tangga pernikahan, tapi dimata Ayra, Ricko adalah satu-satunya pria yang masuk dalam daftar pengecualian. Ayra kenal betul seperti apa karakter Ricko. Dia yakin jika kakak sepupunya itu mampu membahagiqkan Rina dan menghilangkan trauma pada janda 1 anak tersebut. Itu karena sifat dan karakter Ricko berbanding 180 derajat Anton, mantan suami Rina. Saat ini misi terbesar Ayra dalam hidupnya adalah menyatukan dua orang yang dia sayangi. Yaitu sahabat dan kakak sepupunya.


Sementara itu, Ricko yang mendengar ucapan Ayra langsung membulatkan matanya. Dia tidak rela jika Rina sampai didekati oleh pria lain. Dengan cepat Ricko langsung beranjak menghampiri Ayra sebelum adik sepupunya itu benar-benar melakukan seperti apa yang dia katakan.


"Halo, Kak Ricko. Halo ..." Ayra menatap layar ponselnya. Panggilannya masih tersambung, tapi dia tidak mendapat sahutan dari lawan bicaranya. "Kak Ricko. Kak Ricko .... Kok Diam saja? Marah, ya?" Ayra mengulum senyum. Jika Ricko benar-benar marah, itu artinya Ricko memang menyukai Rina. Pikir Ayra.

__ADS_1


"Katakan, siapa teman kamu yang ingin kamu kenalkan pada Rina?" tanya Ricko. Sekarang dia sudah berdiri tepat di belakang Ayra tanpa Ayra sadari.


"Astaga." Ayra langsung menoleh sambil memegangi dadanya sendiri. Kemunculan Ricko yang tiba-tiba sungguh membuatnya terkejut. "Kak Ricko, ih. Kak Ricko mau membuat jantungku copot?"


"Jawab dulu. Siapa teman kamu yang minta dikenalkan sama Rina?" tanya Ricko. Penasaran sekaligus kesal.


"Urusannya dengan Kak Ricko apa? Kenapa Kak Ricko begitu ingin tahu urusan Rina?" goda Ayra. Dia mau membuat Ricko semakin kesal dulu sebelum akhirnya memberitahunya sesuatu hal yang sebenarnya hanya dia buat-buat.


"Heran deh. Kak Ricko kenapa sih? Katanya tidak suka sama Rina, tapi urusan Rina kok ingin Kak Ricko campuri."


Ricko terdiam. Ingin mengaku di depan Ayra bahwa dia menyukai Rina, tapi dia merasa sangat malu. Bahkan lidahnya terasa keluh ketika hendak mengakuinya. Selama 7 tahun menduda, ini pertama kalinya dia ingin mengakui bahwa dia menyukai wanita lain selain mendiang istrinya.

__ADS_1


Melihat Ricko diam, Ayra pun pura-pura pamit ingin kembali ke mejanya. "Kak, aku balik dulu, ya? Sepertinya Rina dan Felix sudah cukup memiliki waktu berdua."


Ayra melangkah meninggalkan Ricko, tapi dalam hati dia menghitung sampai 3. Dia yakin, sebelum dia menghitung sampai 3, Ricko pasti sudah menghentikannya. Dia sangat yakin akan hal itu.


Satu ... dua ... ti-


"Tunggu."


Ayra menyunggingkan senyuman lebar saat tebakannya benar.


"Baiklah. Aku akui, aku memang menyukai Rina sejak lama," ungkap Ricko.

__ADS_1


B e r s a m b u n g ...


__ADS_2