Janda Kesayangan Dokter Duda

Janda Kesayangan Dokter Duda
Bab 28


__ADS_3

Berhubung karena sekarang adalah hari libur, jadi suasana di kebun binatang cukup ramai. Banyak orang yang membawa keluarga mereka untuk jalan-jalan ke sana disaat hati llibur tiba.


Sementara itu, Anton mulai kesusahan untuk mencari rombongan Rina dan Erika. Itu karena tadi taksi yang dia tumpangi sempat terhalang macet di lampu merah, jadi dia bisa kehilangan jejak mobil Ricko.


"*****, pergi kemana mereka?" Anton terus berjalan ke depan sambil mengedarkan pandangannya, berharap dia bisa menemukan orang-orang yang dia cari secepat mungkin.


Sementara itu di belahan lain, masih di area kebun binatang, Ricko menemani anak-anak untuk memberikan makanan pada rusa, sedangkan Rina memilih untuk duduk menyaksikan mereka. Sebenarnya dia juga ingin menemani anak-anak bermain, tapi karena dia merasa canggung pada Ricko, Rina pun memilih untuk tidak mendekat. Dia sangat ingin menjaga jarak dengan pria itu.


Rina tersenyum ketika melihat anak-anak tertawa riang saat memberikan makanan pada binatang-binatang yang mendekat pada mereka meminta jatah makanan.


"Ma! Ayo kesini, Ma!" teriak Erika. Gadis kecil itu juga ingin mamanya mendekat dan memberikan makanan pada binatang-binatang tersebut.


"Tante Rina! Sini!" Aurora juga ikut berteriak.


Rina hanya menggelengkan kepalanya menolak ajakan kedua anak itu. "Mama duduk disini saja melihat kalian."

__ADS_1


"Haish, tidak seru." Erika dan Aurora pun kompak berlari mendekati Rina. Kedua anak gadis itu lalu menarik tangan Rina agar Rina juga ikut bergabung bersama mereka dan juga Ricko. Mau tidak mau Rina pun akhirnya menurut, karena pada saat dia menolak ajakan Erika dan Aurora, kedua anak itu malah memasang tampang sedih.


Ketika Rina tertawa bersama anak-anak saat merasakan serunya memberikan makanan pada binatang-binatang yang mendekat, Ricko terus memperhatikannya dengan seksama. Ini pertama kalinya dia melihat Rina tertawa, dan itu membuat janda satu anak itu terlihat semakin cantik di mata Ricko.


"Eri, disana ada jerapah, ayo kita ke sana dan kasih makan jerapahnya," ajak Aurora. Dia langsung menarik tangan Erika untuk mendekati binatang berleher panjang tersebut.


Sebenarnya maksud Aurora mengajak Erika pergi dari sana, itu karena dia ingin memberikan waktu berdua untuk papanya dan Rina. Dia sangat ingin Rina menjadi mama sambungnya. Makanya sejak awal dia begitu berantusias untuk mengenalkan Rina pada papanya, Ricko.


Sementara itu, Ricko yang melihat bahwa sekarang dia sudah punya waktu untuk berdua dengan Rina pun tidak mau melewatkan kesempatan emas itu. Dia lalu memutuskan untuk mengajak Rina berbicara mumpung dia memiliki kesempatan.


Melihat Rina duduk kembali di tempatnya, Ricko segera menyusul dan duduk tepat di samping Rina.


"Kalau aku perhatikan, kamu sepertinya selalu menghindar dariku. Kenapa?" tanya Ricko, lalu membuka tutup botol air mineral yang ada di tangannya kemudian menenggak isinya.


"Ti-dak. Saya tidak menghindar kok, Dok," sankal Rina.

__ADS_1


"Oh, berarti kalau begitu hanya perasaanku saja, ya?" tanya Ricko, tapi Rina malah diam tidak menjawab. Itu karena tebakan Ricko memang benar adanya.


"Tadinya aku pikir aku sudah melakukan kesalahan padamu, sehingga membuat kamu ingin menjauh dariku. Rupanya dugaanku tidaklah benar dan itu hanya perasaanku saja," kata Ricko lagi. Sesekali dia melirik Rina yang terlihat memalingkan wajah ke arah lain, tidak berani menatap pria yang duduk di sampingnya saat ini.


"Rina, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu, mumpung di sini hanya ada kita berdua."


Rina terdiam sejenak, tapi akhirnya menjawab juga, "Memangnya Dokter mau mengatakan apa pada saya?"


"Aku ... aku ingin mengatakan bahwa aku menyukaimu, Rina. Sudah sejak lama, jauh sebelum kamu menjadi pasienku 2 tahun yang lalu," ungkap Ricko. "Aku tahu ini terlalu cepat untuk aku mengatakannya, tapi kita bukan anak remaja lagi yang harus main rahasia-rahasian dan menyukai secara diam-diam. Kita berdua sudah sama-sama dewasa dan-"


"Dok, maaf, saya permisi ke toilet sebentar." Rina tiba-tiba saja berdiri dari duduknya dan memotong ucapan Ricko. Dengan cepat janda beranak satu itu melenggang pergi meninggalkan Ricko duduk seorang diri di sana.


Ricko menatap punggung Rina yang berjalan cepat pergi meninggalkannya. "Aku tahu, tidak mudah bagiku untuk mendapatkanmu, tapi ketahuilah, bahwa aku tidak akan pernah menyerah sebelum aku berhasil menjadikanmu sebagai milikku dan ibu sambung untuk Aurora," gumam Ricko.


B e r s a m b u n g ...

__ADS_1


__ADS_2