
Ira terbangun disiang hari didalam kamar hotel itu. ia masih berpikir bahwa crish lah yang menidurinya malam tadi. pria yang sedang tertidur memunggunginya itu ia pikir crish. dengan senangnya ia memeluk erat dari belakang tanpa sehelai benang ditubuhnya.
Bowo yang masih setengah sadar pun menerima begitu saja pelukan Ira yang ia pikir Dania.
sesaat kemudian Bowo membalikkan tubuhnya menghadap Ira. Bowo yang terkejut mendorong Ira hingga terjatuh dari ranjang.
"aduh, sakit". Ira merasakan sakit pada perut buncitnya.
"Ira. kamu ngapain disini? mana Dania? atau jangan-jangan kamu sengaja ya merencanakan itu untuk menjebak diriku?" tanya Bowo dengan kesalnya.
"enak aja, jangan-jangan kamu yang menjebak aku. jelas-jelas tadi malam aku sedang bermain dengan... aaaaaa, apa yang tadi malam meniduri diriku, kau Bowo? aku sedikit mengingat jambang mu itu". ucap Ira terkejut.
Bowo pun mengingat-ingat tubuh wanita yang ia tiduri malam tadi. "sini kau. aku ingin melihat sesuatu."
Bowo tercengang kala apa yang ia ingat tadi malam itu ternyata benar Ira lah yang ia tiduri dengan ganasnya hingga menjelang pagi.
"ada apa? kau memastikan apa?" tanya Ira yang heran dengan wajah bego Bowo.
"tahi lalat yang ada di dada mu ini, aku mengingatnya kala aku meniduri wanita itu tadi malam. sebab aku menyusu hingga tertidur". sambil menunjuk tahi lalat yang berada tepat dibagian dada Ira Bowo mengatakannya.
__ADS_1
"apa. bajingan kau. kenapa malah aku yang kau tiduri, bangsat. aku jadi kotor karena ulah dirimu". marah Ira pada Bowo.
"santai woy. toh kau memang sudah kotor sebelum ku tiduri. lihat perut buncit itu, siapa bapaknya kau pun tak tau kan. lagian kau juga menikmatinya tadi malam. oh yess beibh, oh ya ah udh. begitu kan". ejek Bowo pada Ira.
wajah Ira memerah kala Bowo mengatakan itu. "lantas bagaimana ini? apa kita berdua juga dijebak oleh mereka?" Ira yang bingung dengan jebakannya yang dibuat malah termakan olehnya sendiri.
"ya sudah sih. toh sama-sama enak. kalau kau izinkan pun aku ingin mengulangnya. hahaha" Bowo yang memang sudah sering bergonta-ganti wanita pun tak merasa rugi dengan yang dilakukan olehnya tadi malam.
"tidak. enak saja kau. aku masih menginginkan crish". jawab Ira yang masih bingung dengan kejadian ini.
........
sesaat sebelum ijab Qabul dilakukan, tiba-tiba turun hujan dengan derasnya hingga tempat itu tergenang banjir.
"bagaimana ini? apakah akan dilanjutkan ijab Qabul nya? tanya penghulu.
"sudah terlanjut basah ya sekalian mandi pak. lanjut aja lah. nanggung juga. heheh" ucap Abraham yang udah kebelet nikah.
"kau ini bang. lihatlah makeup ku jadi luntur begini. bukannya cantik saat pernikahan malah kayak badut. aku gak mau foto-foto setelah ini. memalukan". kesal Hanna karena Abraham tetap mau melanjutkan ijab Qabul ditempat yang sudah banjir setinggi lutut itu.
__ADS_1
"......"
" saya terima nikah dan kawinnya..."
duaarrr, suara petir menyambar seolah tak mau ketinggalan dengan acara sakral itu. karena suaranya yang menggelegar itu Abraham terkejut tak bisa menyelesaikan ucapannya sekali nafas.
"ulang lagi" ucap penghulu
"..."
"saya terima nikah dan kawinnya Hanna binti darul dengan mas kawin emas seberat 150 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai".
"sah"
"sah"
semua tamu yang sudah berlindung dibawah pohon-pohon untuk menghindari hujan dan banjir pun menjawab sah akan ijab Qabul itu.
"gila tu orang, gak sabar banget suruh pindah ijab Qabul malah maksa hujan-hujanan gitu. kan gue nambah uang berobat pak penghulu kalo dia sakit karena nikahin dibawah hujan gini. mana banjir lagi. pasti masuk angin tu penghulu". ucap crish sebel dengan Abang sepupunya yang laknat itu.
__ADS_1
"alah, uang berobat dikit juga lu hitung-hitungan sama sepupu sendiri". jawab Abraham yang mendengar gerutu crish