janda ting-ting, istri dari anak SMA

janda ting-ting, istri dari anak SMA
Horror honeymoon


__ADS_3

Liburan kelulusan telah tiba, crish dan Dania berniat untuk pergi honeymoon ke Spanyol bersama dengan Hanna dan Abraham.


Bagas tidak ikut serta sebab bengkel otomotifnya sedang ramai pengunjung karena dalam bulan ini akan ada lomba balap motor resmi.


"bagaimana, sayang? udah selesai semua barangnya?". tanya Crish


"hmm kayaknya udah sih mas. bawa sedikit aja, nanti disana bakalan belanja banyak juga. hehe". Dania sudah memantapkan keinginannya akan belanja sepuasnya disana.


tentu bukan belanja atau shopping kebanyakan wanita. ia akan membeli banyak keperluan yang ia butuhkan untuk di butiknya.


....


"bawa lingerie banyak-banyak ya dek. disana nanti kita buat persatuan para cebong". Abraham yang semakin hari semakin cinta kepada Hanna pun membuatnya malas meladeni setiap ucapannya.


"beli aja disana. ini aku cuma bawa beberapa pakaian aja. itu satu koper juga kosong mau aku isi kain-kain untuk ditoko nanti". cuek Hanna.


..


Dania dan crish telah lebih dulu tiba di bandara. mereka menunggu Hanna dan Abraham yang sejak 10 menit lalu tak kunjung tiba.


"lama banget Abang kamu ni mas. nanti ketinggalan pesawat loh". ucap Dania yang risau akan keterlambatan mereka.


"Abang kamu juga kalo kamu lupa sayang. eh eh itu mereka". crish melambai-lambaikan tangannya kepada pasangan yang baru saja tiba.


"maaf lama, tadi macet parah karena ada yang kecelakaan". maaf Hanna pada sahabatnya.


"untung sahabat, kalau gak udah aku tinggal kamu". kesal Dania.


.....


4 jam berlalu, kini 2 pasangan pengantin itu tiba di hotel yang telah direkomendasikan oleh Abraham.


"istirahat dulu atau mau jalan-jalan, dek?" tanya Abraham kepada Hanna yang merebahkan dirinya diatas ranjang.


"mau makan aja, laper. abis itu baru kita jalan-jalan. oke bang?". jawab Hanna yang masih bermalas-malasan diatas ranjangnya. namun cacing didalam perutnya mengharuskan ia bangkit untuk mencari makanan.


mereka berdua jalan menuju kamar yang ditempati oleh Dania dan crish.


"eh, kalian ngapain?" tanya Dania dan crish yang keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"mau numpang tidur!! ya mau ngajak cari makan lah. emang gak lapar apa? atau kalian udah kenyang karena udah saling memakan?". selidik Hanna seraya memicingkan matanya kearah kedua temannya itu.


"ya ampun. baru juga sampe kali kak. nanti malam juga bisa kali. sekarang emang harus isi amunisi dulu. takut benih-benih yang udah gue tanam sejak kemarin-kemarin mati sebelum berperang". jawab crish


.....


setelah makan, mereka berempat pergi jalan-jalan kearah taman bunga.


"sumpah keren banget ni taman bunga. foto yuk woy, ucap Hanna ingin mengabadikan momen indah itu.


mereka berfoto ria bersama pasangannya masing-masing dan ada juga yang foto berempat.


hari semakin gelap. keempatnya yang masih asyik mondar-mandir kesana-kemari itupun akhirnya tersesat masuk kedalam hutan Pinus.


"ih siapa ni yang bego tadi nyari jalan sampe nyasar kesini? mana udah gelap banget lagi. gak ada orang juga.". gerutu crish, padahal dia tadinya yang paling semangat menunjuk arah jalan. kesana kesitu kesini, dan akhirnya tersesat.


"map weee, cek hp masing-masing". ucap Abraham, ia pun mengecek hp nya. dengan sialnya hpnya lowbat.


"pake acara mati lagi ni hp. bangsat".


"haduh hp ku gak ada jaringan mas, gimana dong ini aku takut banget." ucap Dania ketakutan.


"sama hp mas juga gak dapet jaringan ini. udah kita jalan lagi aja mana tau ketemu orang lewat atau ada petunjuk arah keluar gitu. kan gak mungkin kita terus diem disini aja".


"astaghfirullah ya Allah.....". Abraham yang refleks melafalkan doa yang salah itu membuat Hanna ketawa.


"hahaha, Abang katanya anak pesantren tapi doanya doa mau makan ya bang. eh btw itu tadi suara apa ya? bukan suara harimau kan?".


"hmmm, hmmm anu. itu, hmm anu. bang, coba deh liat dibelakang Abang ada apaan. kita gak jelas ni liatnya karena gelap." ucap crish yang sedari tadi memperhatikan ada yang bergerak tepat dibelakang Abraham dan juga Hanna.


dengan perlahan Abraham dan Hanna memutar badan hingga akhirnya Hanna melompat kedalam gendongan Abraham,


"lari.. harimau. tolonggg eh help help. tolong" keempatnya berlari secepat kilat.


la mereka berlari akhirnya mereka melihat sebuah gubuk dipinggir sungai.


"halo, any body home?" teriak Hanna.


"binik lu bego ya bang, jelas-jelas ini gubuk kecil dari depan ke belakang juga keliatan. tapi masih nanya juga ada orang kagak" ucap crish.

__ADS_1


"maklumi aja, kurang di refresh jadi error'". jawab Abraham.


kresek kresekk


keempatnya saling melihat, dan akhirnya mereka mendengar suara h"hii hii hii hiiihiihiiihiii... mau kemana neng? a'?"


tanpa basa-basi mereka lari lagi sejauh mungkin dan berhenti disebuah bangunan yang tak tau apa. hanya ada gerbangnya saja dari luar yang kelihatan.


"gila ya. kuntilanak jauh bener mainnya sampe Spanyol. apa jangan-jangan dia nebeng pesawat kita tadi? wah kalo iya kudu ikut patungan bayar pesawat dong dia". ucap crish yang sedikit gak bener.


"iya ya, aneh-aneh aja dia. bisa jadi juga dia terbang kan hemat biaya". Dania lagi tambah gak bener ngomongnya.


memang pasangan suami istri yang sempurna. sama-sama sedikit bego.


mereka yang masih berharap akan ada orang yang membantu mengarahkan jalan keluar pun masuk kedalam gerbang yang ntah apa didalamnya.


bulu kuduk mereka berdiri menegang. angin berhembus kesana-kemari membuat keempatnya semakin ketakutan.


"kayaknya aku tau deh ini apa. gak asing banget bentuk-bentuk bangunannya. tapi apa ya? kok kayak.. apa? kuburan". teriak Hanna memecah keheningan malam.


tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh seorang bapak tua yang sedikit bungkuk. beliau menepuk bahu Dania.


"haduh, mati ni aku mas. kali ini kamu jadi duda muda, serius. ini siapa lagi yang menepuk bahu aku". tanya Dania gemetar.


suami dan kedua kakaknya berjalan maju kearah depan Dania. mereka melihat seperti kakek tua. tapi tak terlalu jelas.


"hmmmm sorry. are U human?". Abraham dengan bego nya menanyakan manusia atau bukan.


"hahah. of course I am a human. why are U here?". kakek itu jelas manusia kaki nya pun menapak tanah.


"we are lost". jawab crish.


" oh I see. ayo saya antar kalian ke jalan kota". kakek tua itu bicara dengan bahasa yang sama dengan keempatnya.


"ha??? kakek tau bahasa kita?" tanya Dania.


"jelas tau, wong kakek disini kerja sebagai tukang kuburan". jelasnya.


akhirnya mereka diantar ke jalanan oleh kakek itu.

__ADS_1


.....


di hotel mereka membersihkan diri dan tidur hingga terik matahari menyinari bumi.


__ADS_2