
hari ini dirumah crish dan Dania sedang ramai dengan keluarga besar. mereka sedang mempersiapkan pesta ulangtahun untuk ketiga anak kembar crish dan Dania.
acara diadakan dengan mengundang banyak anak tetangga mereka. Dania juga menyediakan banyak makanan dan souvernir untuk mereka yang Sudi datang.
sesaat setelah acara selesai membuat ketiga anak yang baru saja genap berusia 3 tahun itu mencari sang kakak yang tak terlihat sejak acara dimulai.
"mbu mbu tatak ana?" tanya Ella menanyakan sang kakak pada Dania
"eh iya ya. kok kakak belum datang juga ya. sebentar ibu telpon ya sayang" jawab Dania dan menelpon Raisya
tuuut ttuuuuttt
tttuuuut ttttuuuut
"haduh kok gak di angkat sih? coba telpon Bagas aja deh" ujar Dania risau
ttuuuuttt ttuuuuttt
"halo assalamualaikum, kak Nia" ucap Bagas dalam panggilan itu
"Alhamdulillah kamu angkat juga. kami dan Raisya dimana? acara ulangtahun adik-adik kamu sudah selesai loh ini. adik kamu juga nyariin Raisya" ucap Dania
"iya kak, sebentar lagi kami akan kesana. Bagas ini lagi di sekolah Raisya, dia sedang ujian hari ini dan belum selesai"
"oh, pantas saja tadi kakak telpon nggak diangkat. ya sudah, kalau sudah pulang sekolah kamu dan raisya segera kesini ya. kita makan siang bersama"
"oke kak."
.....
terlihat dari kelas yang berada pada sudut koridor, Raisya berjalan dengan teman-temannya menghampiri Bagas yang sudah menunggunya sejak setengah jam yang lalu.
"hai, kak Bagas" ucap inun teman sekelas Raisya
"hai juga nun" jawab Bagas
"duh makin kece aja kak, seperti sudah ada yang mengurus sekarang. sudah punya istri ya tiba-tiba" celetuk aimah yang juga teman Raisya
"hehe iya Alhamdulillah sudah ada yang merawat luar dalam" candaan Bagas yang mendapat tatapan tajam Raisya
"patah hati gue sya ngedengernya. kenapa Lo gak bilang kalau Abang tampan Lo udah nikah" ujar inun lemas
"belum lama juga kok. sudah ya, kami mau langsung kerumah ibu. ada acara ulangtahun adik-adikku" ucap raisya berpamitan
"yaaah gitu amat si sya. kak Bagas gak bisa gitu ceraikan biniknya? duhh kak, please deh sakit banget ini rasanya" ucap inun ngelantur
"huss. kamu ini. jangan sembarangan" ucap aimah
"hehe bercanda kak. jangan lupa bahagia ya. kalau gak bahagia aku tetep nunggu dudanya kakak kok" inun kembali menimpali
"sudah sudah. ayo kak" Raisya menarik tangan Bagas masuk ke mobil.
sepanjang perjalanan Raisya memekuk wajahnya menatap keluar jendela.
"kamu cemburu sayang?" tanya Bagas
Raisya hanya meliriknya sekilas.
"sayang, hei. temanmu tadi kan hanya bercanda. atau kamu mau kita beritahu saja kebenaran tentang pernikahan kita pada mereka?"
"besok kalau mau jemput Raisya jangan di depan gerbang. jauhan sedikit. dan jangan ganteng-ganteng."
__ADS_1
"hahah. jangan ganteng gimana sih sayang. orang suami kamu emang ganteng maksimal gini"
"kakak ihh" Raisya semakin cemberut mendengar ucapan Bagas membanggakan ketampanannya
"iya iya sayang. besok kakak pake baju compang camping aja sekalian bawa karung buat cari botol bekas"
"ya gak gitu juga konsepnya, wakkk"
"hahah iya lah bi, terserah bibi aja"
"enak aja masih muda gini dipanggil bibi"
"hahah sayang sudah ya. tadi ibu nelpon kita katanya adik-adik nyari kamu karena telat datang. ibu juga ngajak kita makan siang bersama disana"
"astaghfirullah aku lupa mengabari ibu aku ujian hari ini. apa kakak bawa hadiah mereka?"
"bawa dong."
"oke. buruan bawa mobilnya. pasti adik-adikku bakal marah ini. aduh"
"iyaa sabar sayang. bentar lagi juga sampai kok".
....
10 menit kemudian mereka telah sampai dikediaman crish dan Dania. mereka disambut oleh ketiga adiknya dengan tangan terlipat didepan dada dan juga wajah yang tak bersahabat.
"assalamualaikum ganteng, cantik. selamat ulangtahun ya" ucap raisya hendak memeluk ketiganya namun ditepis kasar oleh Erlangga.
"tatak jaat" ucap elang
"maaf ya sayang. kakak kan ujian disekolah jadi telat deh datangnya. tapi kakak sama bang Bagas bawa hadiah loh untuk kalian"
"mana?" ucap Ella antusias melupakan luapan kekesalannya
"waaaah maaci tatak" ucap Ella memeluk Raisya.
"hmm, Abang gak dipeluk?" tanya Bagas pada Ella
"nggak. Abang dipeluk sama elang sama Erlangga aja. Ella bukan mahram kakak"
"widiiiihhhh bocil tau apa lu sama mahram"
"diam! bertutur bahasalah yang baik" sergah Erlangga yang sejak tadi mendengarkan cara bicara Bagas yang bar-bar
"baik ustad Erlangga" jawab Bagas bercanda
"aku tidak suka mainan itu. aku punya permintaan hadiah tersendiri" ucap Erlangga yang memang cool dan dingin seperti ayahnya.
"minta apa sayang?" tanya Raisya
"aku mau hadiah adik bayi kak Raisya dan bang Bagas. sekarang!"
"apa!!!" Bagas dan Raisya kompak menjawab
"eh bocil. kami pikir bikin anak sama kayak bikin kue. sekali ngadon jadi" ucap Bagas kesal, meskipun dalam hatinya juga menginginkan hal itu.
"wowowowo, santuy lah. sama anak kecil kok ngegas." ucap crish yang sedari tadi menjadi pendengar yang baik
"anakmu itu. aneh-aneh aja minta hadiah"
"sudah sudah. Erlangga, nanti kakak kaish hadiah adik bayinya setelah kakak lulus sekolah ya. kakak janji" ucap raisya menengahi
__ADS_1
"beneran ya kak. janji?" ucap Erlangga senang
"janji sayang. ya udah yuk makan dulu. kakak lapar"
Erlangga menggandeng tangan Raisya meninggalkan adiknya dan juga Bagas yang menatap kesal padanya.
"heh bocil. kembalikan istriku" teriak Bagas mengejar keduanya.
.....
setelah selesai makan siang bersama, keluarga besar yang hadir diacara ulangtahun 3E itu pun bersantai di ruang keluarga, sedangkan 3E sudah terlelap sebelum menghabiskan makanannya.
"bagaimana ujianmu hari ini sayang?" tanya crish pada Raisya
"lancar, ayah."
"Alhamdulillah. semoga nanti lulus dengan nilai yang terbaik ya"
"aamiin Allahumma aamiin"
Senja mulai menyapa, langit berubah menjadi kegelapan. Raisya dan Bagas pamit untuk pulang kerumah karena Raisya besok masih ada ujian di sekolahnya.
"kalian hati-hati ya. ibu doakan hasil ujian Raisya kedepannya sangat memuaskan" ucap Dania memeluk anak sulungnya itu
"terimakasih banyak doanya Bu. kami pulang ya. assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab serentak crish dan Dania.
....
Raisya dan Bagas sudah selesai membersihkan diri dan bergegas untuk tidur, namun Bagas dengan pikirannya yang penasaran menanyakan suatu hal pada raisya.
"sayang, apa perkataanku tadi benar?"
"yang mana? aku banyak bicara tadi"
"hmm yang masalah hadiah Erlangga"
seketika Raisya menatap lekat manik mata suaminya.
"itukan hanya ucapan agar dia tak meminta aneh-aneh dan kakak menimpalinya dengan kekesalan"
"yah, aku pikir beneran"
"kenapa? mau yaaa?" ucap raisya menggoda Bagas
"aissh, sayang. jangan kedip-kedipkan matamu seperti itu. kau membangunkan Joniku"
"Raisya tidur. assalamualaikum" Raisya berbalik badan membelakangi Bagas yang tengah terbakar oleh nafsu.
"berdosanya seorang istri tidur dengan membelakangi suaminya"
"dasar" ucap raisya membalikkan badannya dan memeluk bagas.
"sayang ooooo sayangku"
"apa?"
"hehehe. mimik cucu, please"
"dasar bayi besar. tapi hanya itu saja. Raisya ngantuk, besok ujian"
__ADS_1
"yeeey, okee mami"
..