janda ting-ting, istri dari anak SMA

janda ting-ting, istri dari anak SMA
janji seorang pria adalah bukti


__ADS_3

crish yang menurunkan Dania diranjang itu tak luput diperhatikan oleh kedua orangtua Dania. crish mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur dengan sorot bintang-bintang dalam cahayanya. tak lupa crish meletakkan hadiah yang didapatkan dari permainan tadi diranjang milik Dania, serta meletakkan kotak musik itu dimeja samping ranjang dania.


crish dan Daddy berada diruang tamu. sedangkan mommy mengambil minuman dan cemilan untuk keduanya. laku ikut duduk disamping Daddy.


"saya crishtian om. saya teman Dania. maaf jika saya lancang membawa Dania jalan-jalan sehabis dari butik tadi". ucap crish pada Daddy Dania.


"terimakasih nak. Sudi membawa anak kami bersenang-senang. berapa usiamu nak? on rasa usiamu lebih muda dari Dania." tanya Daddy ingin tahu.


"sebenarnya saya masih SMA om kelas XII usia saya 18 tahun." crish mengungkapkan apa yang menjadi rasa dihatinya terhadap Dania.


"saya juga meminta izin untuk lebih dekat dengan anak om dan Tante" izin crish pada kedua orangtua Dania supaya bisa lebih mengenal satu sama lain.


bahkan crish juga mengatakan bahwa ia mengetahui status Dania dan juga masa lalunya. namun tak jadi masalah untuknya.


"berjanjilah untuk selalu membuat Dania bahagia nak. cukup sekali kami hancur karena ulah Bowo yang tak bertanggungjawab". Daddy berkaca-kaca mengingat kejadian itu.


"saya tidak bisa berjanji om tapi saya akan buktikan. bukankah janji seorang pria itu adalah sebuah bukti? saya memang masih belum dewasa tapi sejak kecil saya dididik untuk bersikap layaknya seperti orang dewasa. hingga saya bisa memiliki sebuah restoran sebrang mall tempat butik Dania".

__ADS_1


hal itu mendapat anggukan dari orangtua Dania. Daddy pun merasa bahwa crish bersungguh-sungguh terhadap anaknya itu. mommy juga bersyukur Dania dipertemukan dengan lelaki muda seperti crish.


....


pagi ini crish akan mengantar Dania untuk ke butik, bertepatan dengan hari Minggu, crish yang libur sekolah memanfaatkan waktunya untuk menyenangkan wanitanya yang mungkin masih terpaksa menerimanya.


"pagi tante, om". sapa crish seraya mencium takzim punggung tangan keduanya.


"pagi, nak. sebentar Tante panggilkan Dania ya.". ucap Tante Caroline.


"bagaimana sekolahmu crish?" tanya om Daniel


"hmm begitu ya. apa kau tak masalah menikah tapi masih dalam keadaan sekolah? lagi pula yang kau kagumi ini janda nak. apa kau tak salah dengan pilihanmu?" cerca om Daniel dengan pertanyaan serius.


"aku tak masalah om. lagipula status bukanlah jadi ukuran dalam membina rumahtangga kan."


jawaban tepat dari crish untuk Daniel.

__ADS_1


"crish. bawalah orangtuamu kesini 2 Minggu lagi. selama itu pula kamu jangan menemui Dania dulu. kamu mantapkan hatimu sekali lagi." hal itu diangguki oleh crish.


....


"Nia. aku ingin bicara denganmu." crish terlihat serius dalam kata-katanya.


"cieee cieee" tiba-tiba ntah sejak kapan kak Hanna ada disana.


"ikut aku keruangan". jawab Nia.


di dalam ruangan itu crish memeluk Dania erat serta mengatakan apa yang dikatakan oleh Daddy Dania tadi pagi. itu artinya hari ini terakhir mereka bertemu sebelum 2 Minggu kedepan datang.


crish mencium sekilas bibir lembut Dania. "Nia. jaga kepercayaan dari ku selama kita tidak bertemu. begitu pula dengan aku." ucap crish seolah tak ingin berpisah dengan Dania.


"hmm, aku berjanji. mas tau, sejak aku mengenal mas. duniaku yang awalnya buram kini terlihat lebih jelas. 1 pintaku, jangan khianati aku atau bahkan meninggalkan aku seperti Bowo". ucap Dania dengan isakan kecil yang dapat didengar crish.


"berapa kali aku harus mengatakan. jangan menangisinya. tak cukupkah aku ada disini, hmm? bersabarlah sayang sedikit saja. kita akan segera melangsungkan pernikahan. kita akan hidup bahagia. aku berjanji dengan membuktikannya." crish mengecup pucuk kepala Dania.

__ADS_1


Dania yang berada di pelukan crish semakin mengeratkan pelukannya.


__ADS_2