
kesuksesan yang diraih oleh crish dan Dania sangat tidak bisa diragukan lagi.
tak sedikit mereka mendapat keirian dari rekan bisnis yang lain. begitu pula dengan para wanita-wanita yang ingin mendapatkan crish supaya mendapatkan hartanya pula.
seperti saat ini, crish tengah memeriksa laporan pemasukan dan pengeluaran keuangan di restoran miliknya.
"permisi, pak. di depan ada perempuan yang ingin bertemu bapak". ucap karyawan crish
"siapa? aku merasa tidak memiliki janji dengan siapapun hari ini"
"saya kurang tau, pak"
"ya sudah. nanti saya kedepan. saya selesaikan ini dulu sedikit lagi".
.....
setengah jam kemudian crish kendepan untuk bertemu dengan sanita itu.
"maaf, Anda mencari saya?"
"iya, pak crish. perkenalkan, saya Susanti"
Susanti adalah satu dari banyaknya wanita yang terobsesi ingin memiliki crish. hm lebih tepatnya harta crish.
ia mengenakan pakaian yang sangat ketat hingga lekuk tubuhnya menonjol kesana dan kesini. dengan bibir merah merona, rambut digerai lurus. ia tersenyum nakal pada crish.
"apa perlu apa anda ingin bertemu saya?
"ah, sengaja. saya ingin mengobrol dengan bapak. saya menyukai bapak sejak lama"
"jika tak ada yang penting untuk dibicarakan saya permisi. saya harus kembali ke kantor"
"pak, crish. tunggu." cegah Susanti memeluk lengan crish.
...
"astaghfirullah, ayah!". teriak Raisya melihat ayahnya dipeluk Susanti.
__ADS_1
hari ini sengaja Raisya ingin ke restoran untuk membawakan bekal makan siang crish. tapi dari kejauhan ia melihat Susanti berusaha menggoda crish.
"Raisya. ayah bisa jelaskan. ini tidak seperti yang kau lihat"
"cukup ayah. ayah tak perlu menjelaskan apapun. aku melihatnya dari kejauhan tadi."
"hei, kau wanita setengah ulat bulu. ngapain kau menggoda ayahku?"
"aku tidak menggodanya. kami memang saling menyukai"
"ayah? benarkah?"
"tidak. ayah bahkan tak mengenalnya. dia yang datang kesini untuk bertemu ayah. ayah mengatakan jika tak ada yang penting ayah harus ke kantor. tapi dia malah memeluk ayah"
"godaan setan berwujud manusia ini harus segera dimusnahkan. tidak cukup dengan membaca ayat kursi saja, tapi juga...."
Raisya menggantungksn ucapannya lalu berteriak, "security, security"
"iya nona muda. ada yang bisa kami bantu?"
"baik nona"
kedua security itu menyeret paksa Susanti.
......
crish dan Raisya duduk di meja pengunjung untuk memakan bekal yang dibawa Raisya tadi.
ditengah candaannya. 3 orang wanita dengan pakaian minim datang menghampiri.
"hai ganteng. boleh gabung gak?"
Raisya yang mendengar itu sekilas menatap crish yang tersenyum padanya. seolah ia sedang mentertawakan Raisya karena raut wajahnya yang kesal terhadap wanita-wanita yang menggodanya.
Raisya yang di pandang seperti itu oleh crish menghirup udara dalam-dalam.
"Astaghfirullah ya Allah, setan berwujud manusia seperti apa lagi yang Engkau kirimkan untuk menggoda ayahku yang memang tampan dan kaya raya ini?"
__ADS_1
"hei, kamu anaknya ya? cantik banget sih. kenalin ibu baru kamu. hahahah" ucap seorang wanita itu
ketiga wanita itu tiba-tiba saja duduk dimeja yang sama dengan crish dan Raisya.
"maaf Tante. ibu saya bahkan lebih terlihat berkelas dibanding tante-tante ini. jadi saya tak membutuhkan ibu baru lagi. silahkan pergi. Sebelum saya mencincang daging Tante seperti steak daging ini".
Raisya yang memang sedang menikmati steak daging dengan menggunakan pisau dan garpu itu sengaja menyayat dan mencincang daging itu.
mereka melihatnya ngeri, hingga mereka memilih untuk pergi.
"hahahaha. kau terlihat sangat mengerikan sayang. lihatlah mereka ketakutan melihatmu".
"diamlah ayah. apa ayah suka digoda seperti itu? ayah tak memikirkan perasaan ibu dirumah sana?"
"hahaha. kau lucu sekali sayang. ayah senang melihatmu peduli pada ayah dan ibu"
"tentu aku peduli pada ayah dan ibuku. tidak ada yang boleh merusak hubungan keduanya. seharusnya aku menyuruh paman shadow dan paman jitu untuk menjagamu, bukan berada terus disisiku dan ibu. karena saat ini yang dalam keadaan berbahaya adalah dirimu sendiri ayah".
"haha. kau ini. bahkan ayah tak menghiraukan mereka kan. santai saja. cinta ayah tak akan hilang sepersenpun dari ibumu. percayalah".
"aku percaya. tapi jika suatu saat ayah berkhianat. aku yang akan memotong jonimu dengan gunting kuku"
"lah? kenapa gunting kuku?"
"biar sedikit-sedikit tapi jika mengenai kulit akan terasa lebih sakit".
"kau sudah seperti seorang yang handal dalam hal menguliti manusia sayang. haha"
"itu karena aku diajarkan bela diri oleh almarhum ayah Supri. ia juga mengatakan tak boelh takut pada siapapun."
"kalau begitu kenapa kau tidak mengeluarkan jurusmu sewaktu om-om lukis mu itu mengganggu?"
"aku hanya tak terkesiap waktu itu. yang ada dipikiranju adalah keselamatan ibu".
"hmm. baiklah. ayah janji tidak akan menyakiti siapapun diantara kita semua"
"pastikan ayah berbuat bijak dalam menghadapi godaan setan berwujud manusia seperti itu lagi".
__ADS_1