
crish dan Abraham yang juga telah selesai mengurus 2 karyawan yang terkena Bakaran itu memberi instruksi pada seluruh karyawan yang masih ingin bekerjasama dengannya untuk libur dalam sepekan. karena sepekan itu crish telah memerintahkan orang untuk membangun kembali restorannya. karyawan yang ingin berhenti diberi crish uang saku dan bantuan sembako selama sebulan penuh.
crish, Abraham dan Raisya kini sedang dalam perjalanan menuju mansion utama.
dari spion Abraham melihat kearah Raisya yang tertidur dengan kepala bersandar pada sandaran kursinya.
"kasian ya dek. udah jadi yatim piatu dari kecil gini. gak tau Abang kekmana jadinya kalo Abang yang di posisinya". ucap Abraham
"istrimu dan Bagas juga yatim piatu dari kecil bang. bahkan lebih kecil dari Raisya. makannya mereka tinggal di panti asuhan". jawab crish dan diangguki abraham.
"ngomong-ngomong udah jadi yamud ya kau dek hahah". ledek Abraham yang crish tak tau maksudnya.
"ha? apaan yamud bang?". tanya Crish
"ye orang kaya. pendidikan bagus tapi bloon. yamud lah. ayah muda hehehe". jawab Abraham
"alah bang, bang. sebelum ada Raisya juga kan aku udah jadi bapak-bapak kalau kau lupa". ucap crish
"iya juga ya. lupa aku ada 3 E itu di keluargamu. jaga amanah pak Supri itu dek. harus benar-benar kau jaganya". ucap Abraham mengingatkan amanah pak Supri.
"aman bang. besok tamat kuliah ku suruh Bagas nikahin dia. beres kan". ucap crish dengan santainya.
"Oalah, kau mau nikahkan anak gadismu itu sama kakek-kakek kayak Bagas? jelas Raisya tamat kuliah nanti si Bagas udah jadi kakek-kakek. gila kau". cela Abraham
"haha iya juga ya. ah terserah dia lah mau nikah kapan mau sama siapa. asal yang betul-betul aja jangan kayak ibunya aja baru nikah udah jadi janda. hahah". gila crish menghina istrinya sendiri. jika Dania tahu entah apa jadinya.
"PAOK kau, istri kau woy. kau hina pulak dia. tapi iya sih begi juga kenapa mau sama Bowo yang kek gitu dulu. untung Karin dapat Bowo yang sekarang. kalo gak bakal ada janda ting-ting selanjutnya. hahah". tawa Abraham dan crish membangunkan Raisya yang mendengar suara berisik dari depan.
"eh kau kuat kali ketawa. jadi bangun anak gadisku." ucap crish pada Abraham
"tidur aja lagi dek. perjalanan masih setengah jam lagi kok". ucap Abraham yang kini menyandang status sebagai paman untuk Raisya. ntah darimana asal usulnya.
"gak paman. hmmm Raisya hanya sedikit haus dan lapar. sejak pulang sekolah Raisya belum makan bahkan minum". ucap raisya yang terlihat pucat namun tetap manis diusianya yang belia dengan mata berwarna biru.
"astaga, astaghfirullah CRISH!!. kau mau bunuh anak cantikmu itu ha? lupa juga sih aku heheh". ucap Abraham menepuk bahu crish yang sedang mengemudi
__ADS_1
"gapapa paman. aku tau paman dan ayah juga belum ada makan". ucap raisya dan tersenyum
"wlekk. untung punya anak gadis yang pengertian aku. hahaha. sebentar ya. kita cari tempat makan dulu baru lanjut perjalanan". ucap crish melajukan mobilnya.
hingga beberapa saat mereka sampai direstoran. banyak pengunjung yang juga makan ditempat itu memperhatikan Raisya. mungkin karena kecantikannya membuat orang-orang pada kagum.
"Raisya, apa kamu keberatan kalau ayah memintamu untuk menggunakan hijab mulai nanti sampai di mansion? ayah perhatikan banyak pasang mata yang melihatmu seperti kucing garong yang lapar akan ikan asin". ucap crish dan melirik kanan kiri memperhatikan mereka yang masih memperhatikan Raisya.
"hmm baik ayah. aku mau menuruti permintaan ayah, demi kebaikanku juga kan". ucap raisya menyetujui permintaan ayah angkatnya itu.
"anak pintar. ibu Dania juga menggunakan hijab. Tante Hanna, Tante Kiran, umi dan mama juga menggunakannya. bahkan umi menggunakan cadar untuk menutup wajah cantiknya. kamu belajar dari menggunakan hijab saja dulu. jika kamu merasa cadar kamu perlukan maka ayah akan menyetujuinya". jelas crish.
....
setelah melanjutkan perjalanan. kini mereka telah sampai di mansion utama.
keluarga besar kumpul untuk menyambut kedatangan raisya dan juga para pria itu.
"selamat datang sayang. ikhlaskan kepergian ayahmu. Oma Carolin, Oma Hanifah, ibu Dania, Tante Kiran dan Hanna akan sangat menyayangimu. begitu juga dengan adik-adikmu itu. para opa, paman dan ayah crish juga pasti akan melindungi mu. kamu dan kami keluarga sekarang, ah ya. satu lagi ada kak Bagas juga di keluarga ini. hanya saja dia sedang sibuk dibengkel. dia tadi menitip salam untukmu". mama memeluk Raisya dan menghapus airmata Raisya.
...
segala perlengkapan Raisya telah terpenuhi. bahkan berbalik pada kehidupannya sebelumnya. Raisya juga sekolah disekolah ternama dikota itu.
Raisya sangat bersyukur memiliki keluarga baru yang sangat peduli padanya.
"Raisya, nanti kamu pergi sekolah diantar ibu ya. ayah ada meeting. harus buru-buru pergi". ucap crish. kini Raisya memilih tinggal di apartemen bersama crish, Dania dan 3 anaknya. ia tak mau mengganggu ketenangan masa tua mama Caroline dan papa Daniel.
"iya ayah. gapapa. naik bus juga gak Maslah kok. dulu aku sering juga." ucap raisya pada crish.
....
Raisya disekolah menjadi anak yang memiliki banyak teman-teman yang baik.
crish juga membelikan ponsel untuk Raisya kala darurat atau pulang sekolah cepat.
__ADS_1
seperti saat ini yang mengharuskan dirinya pulang lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.
raisya menelepon crish untuk menjemputnya.
"assalamualaikum ayah, apa ayah masih sibuk? kami dipercepat pulang karena guru rapat. apa ayah bisa menjemput aku?" tanya Raisya pada crish.
"sayang ayah masih ada meeting dan harus survey lokasi untuk membuka cabang baru. kamu minta tolong dengan kak Bagas ya nak. minta antar saja ke butik ibu. kamu bisa istirahat disana, sekalian nanti ayah jemput kamu dan ibu setelah selesai bekerja.". ucap crish sedikit sedih tak bisa menjemput gadis cantiknya.
ya dengan wajah Raisya yang seperti itu sering kali crish takut akan terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi.
"baik ayah. aku telepon kak Bagas. ayah jangan lupa makan siang. assalamualaikum". Raisya menutup panggilannya. dan memulai menelepon Bagas.
"halo, assalamualaikum, dek. ada apa? tumben kamu telepon kakak? pengen tau kakak ya?". tanya Bagas kepedean
"hmm ayah nyuruh aku untuk minta tolong kakak jemput aku disekolah. apa kakak sibuk?" jawab Raisya
"oh oke. 10 menit kakak sampai disana. kata ayahmu kamu terlalu cantik. jadi menunggu lah ditempat yang masih ramai atau di tempat satpam sekolah". ucap Bagas juga khawatir
"iya kak. aku ada di pos pak satpam kok". jawab Raisya.
.....
10 menit kemudian terlihat mobil sport berhenti tepat di gerbang sekolah.
"pak, terimakasih ya. saya diizinkan menunggu kakak saya disini." ucap raisya pada satpam sekolah.
"ayo neng. biar bapak antar ke gerbang. bapak hanya harus memastikan jika itu benar kakakmu". ucap satpam yang khawatir jika ada murid sekolah yang hilang atau apalah itu namanya.
....
"assalamualaikum kak. pak satpam gak percaya kakak adalah kakakku". ucap raisya pada Bagas. ia pun sebenarnya baru kali ini melihat Bagas. tapi sebelumnya crish dan Dania sudah menunjukkan foto keluarga mereka. jadi Raisya tau betul seperti apa wajah Bagas
"hmm pak saya Bagas. kakak dari Raisya alexandria. tadi ayahnya sedang meeting jadi saya diminta menjemputnya. makannya sedikit terlambat". ucap Bagas memperkenalkan diri supaya satpam yang begitu bertanggungjawab terhadap semua murid itu mengangguk.
"silahkan neng. bapak bantu tutup pintunya. hati-hati saja den.". ucap satpam itu lembut.
__ADS_1
"mari, pak". ucap Bagas.