janda ting-ting, istri dari anak SMA

janda ting-ting, istri dari anak SMA
pangeran berpermaisuri


__ADS_3

crish yang hari ini masuk kuliah pun menjadi perbincangan mahasiswa lainnya. saat ia tiba di parkiran kampus, semua mata tertuju padanya karena penampilan dan kendaraan yang ia gunakan.


crish membawa mobil balapnya yang berwarna cerah itu ke kampus.


"pangeran gue"


"laki gue itu"


"pacar gue"


"gila, ganteng banget"


banyak lagi ocehan-ocehan para mahasiswi yang melihat crish. namun ia tak peduli dengan itu semua. crish yang sudah tahu dimana kelasnya segera menuju kesana.


kemeja panjang yang lengannya dilipat hingga siku, tas ransel yang ia sampaikan dibahunya, membuatnya lebih berkarisma. mahasiswa dan mahasiswi yang berada di lorong pun menatapnya kagum.


.....


tok tokk tokkk


"permisi" ucap crish mengetuk pintu kelas.


di dalam kelas sudah ada Bu Dewi, dosen ekonomi bisnis.


"masuk"


"permisi Bu, saya mahasiswa baru di kelas ini"


Bu Dewi yang memang memiliki sifat ganjen menganga melihat ketampanan sempurna milik crish.


"Bu. hei Bu" crish mencoba menyadarkan Bu Dewi


"eh iya anu. silahkan perkenalkan diri, sayang".


"huuuuuuuuu" semua mahasiswa yang ada di kelas bersorak kepada Bu Dewi yang memanggil crish dengan sebutan sayang.


crish menggelengkan kepalanya dan tersenyum


"nama saya crish"


"identitas lain dong" ucap Susi


"identitas yang seperti apa?" tanya crish

__ADS_1


"status, status. pekerjaan. hmm apa aja deh"


"oh. baiklah. saya punya restoran di depan mall tak jauh dari sini. hmm usia saya 19 tahun"


"ha? gila aja 19 tahun damage nya seperti itu. statusnya gimana? udah punya pacar? kalau belum mau dong daftar" ucap Desi


"huuuuuuu" teriak mahasiswa lainnya


"saya hmm..."


"jelaslah pangeran itu sudah berpermaisuri, aku permaisuri nya". jawab Rini dengan percaya diri


"ya, benar...."


"tu kanapa aku bilang. ya kan pangeran" jawab Rini sekali lagi


"saya memang sudah berpermaisuri dengan 4 orang anak" ujar crish


"gak mungkinlah semuda Lo udah punya anak 4" ucap Desi


"saya menikah disaat saya masih SMA. istri saya hamil triplet artinya anak saya kembar 3. 1 anak lagi sulung saya, anak yatim piatu yang saya angkat menjadi anak"


"wah gila sih ini keren parah. angkat aku jadi anakmu ayah. hahah" ucap sherli


....


jam istirahat berbunyi semua mahasiswa keluar untuk mencari makanan di kantin. namun tidak dengan crish. ia yang dibekali Dania dari rumah memilih menghabiskan makanan buatan istrinya itu.


"hai, crish. boleh aku bergabung?" ucap Diki yang berpenampilan cupu.


ia juga membawa tentengan rantang ditangannya.


"oh hai. boleh. siapa namamu kawan?"


"aku Diki. terimakasih mengizinkan aku bergabung. biasanya anak lain tak akan mau"


"hahah. santai saja. kau bawa bekal apa?"


"ini ada ayam goreng, sambal terong tempe, dan juga pudding sebagai makanan penutup. kau mau? ambil saja. apa yang kau bawa?"


"ah ini, istriku membawakanku bekal nasi goreng seafood dengan jus jeruk"


"jadi benar kau sudah beristri?"

__ADS_1


"benar. dia pemilik d'butik di mall"


"a-apa? itukan butik ternama di mall itu"


"Alhamdulillah benar adanya"


"oh iya, tadi kau mengatakan kau punya restoran kan? apa aku bisa ikut bekerja paruh waktu? aku membutuhkan kerjaan supaya aku bisa membawa ibuku ke rumahsakit. ayahku telah lama meninggal, aku anak tunggal jadi semua aku yang menanggung"


"boleh sekali. mulai saat ini kita bersahabat. bekerjalah disaat tak ada mata kuliah. jangan sampai bolos"


"apa boleh begitu? tak mengikuti shift darimu?"


"tentu, aku akan mengatakan pada karyawan ku yang lainnya. ibumu sakit apa?" seraya mengunyah makanan mereka membicarakan banyak hal.


"oh begitu. hmm tunggu sebentar. apa kau punya rekening bank?"


"ada. mengapa?"


"tulis di ponselku. suatu waktu kau gajian aku bisa mentransfer gajimu" kilah crish. Diki yang merasa tak ada yang aneh mengiyakan saja.


tring tring


ponsel Diki berbunyi menandakan bahwa adanya pesan masuk.


"apa? kau?" ucap Diki tak percaya


"apa itu kurang teman?"


"ti-tidak. tapikan aku belum bekerja dan aku yakin gaji ini bisa sampai tahunan"


"hei dengarkan aku. itu adalah tanda persahabatan kita. jika kau butuh sesuatu jangan sungkan memberitahukan padaku"


"tapi ini 500 juta crish. aku tak mampu mengembalikannya. aku transfer kepadamu lagi ya"


"jika kau menolak itu, aku tak mau berteman denganmu".


Diki menangis mendengar ucapan sahabat yang baru saja dia dapatkan.


"terimakasih crish. aku sangat berhutang padamu".


"sudahlah lupakan. apa aku suatu saat boleh main kerumahmu?"


"tentu. aku share lokasi rumahku".

__ADS_1


__ADS_2