janda ting-ting, istri dari anak SMA

janda ting-ting, istri dari anak SMA
kepergian ira


__ADS_3

Hanna dan Abraham mencari bunga yang diinginkan oleh Dania ke penjuru kota. hingga akhirnya mereka mendapatkannya.


"sahabatku, ini bunga yang kamu mau udah kami dapatkan. masih segar ya. mau ditanam dimana?" tanya Hanna antusias karena terbayang mobil sport terbaru itu.


"aku mau Abang yang nanam di dekat kolam ikan dirumah kalian". jawab Dania


"Allahu Akbar. ni anak lama-lama ngeselin ya. bau nya dek gak tahan ih, tanam di mansion aja ya" ucap Abraham yang sedari tadi menutup hidung karena aroma tak sedap dari bunga bangkai itu.


"huaaaaa, gak mau. maunya di Deket kolam ikan rumah kalian huaaaaa". Dania tiba-tiba menangis


"iya iyaaa. kami bawa pulang. udah kan gak ada yang di inginkan lagi?" tanya Abraham kesal


"Abang aja yang pulang. kak Hanna gak usah. aku mau suruh kak Hanna jahitkan baju buat 100 Ekor anak ayam aku yang dikandang. pasti lucu". ucap Dania yang membuat Hanna melotot hingga biji matanya ingin melompat.


"CRISH, bawa deh istri jandamu ini ke psikiater gitu, apa ke rumahsakit jiwa sekalian". ucap Hanna berteriak.


"hahaha. nikmati aja kenapa sih kak. besok kalo kakak hamil gantian deh kerjain Dania." crish tertawa terbahak-bahak


"suami istri memang udah gila sih ini. bang kamu juga gak boleh pulang. kami bantu aku motong kain. nanti setelah selesai baru pulang nanam tu bunga. masukin ember aja dulu kasih air sedikit biar tetep segar". ucap Hanna lemas.


.....


3 jam berlalu akhirnya Hanna menyelesaikan 100 potong baju untuk anak ayam Dania. Dania meminta crish untuk mengambil sebagian demi sebagian anak ayam itu.


tak berselang lama Abah dan umi datang dengan membawa makanan yang umi masak sengaja untuk anak-anaknya.


"assalamualaikum, astaghfirullah ya Allah. ada apa ini. hahahaha kenapa anak-anak ayam itu dipakaikan baju begitu". ucap Abah tertawa melihat anak ayam yang memakai baju seperti ingin mengikuti ajang fashion show.

__ADS_1


"ini ulah menantu Abah. ada aja permintaannya.". jawab Hanna kesal. bahkan tangan Hanna sampai sedikit bengkak karena menjahit segitu banyaknya baju dengan ukuran yang kecil. begitu pula dengan pinggangnya yang hampir patah rasanya.


.......


disisi lain, 2 orang yang tak memiliki hubungan itu sedang berada dirumahsakit karena Ira ingin melahirkan.


ia yang tak tahu harus menghubungi siapa pun akhirnya meminta Bowo untuk menemaninya.


2 jam berlalu, pembukaan jalan lahir tak kunjung lengkap. Ira yang terus merasa kesakitan meminta Bowo untuk memanggil crish dan Dania.


"tolong bang, tolong bawa crish dan Dania datang kesini. aku sudah tidak kuat". ucap Ira yang mengerang kesakitan.


tak beberapa lama kemudian Bowo sampai di apartemen crish.


"crish, crish. buka pintunya". ucap Bowo.


"bukan. aduh cepetan ayo ajak Dania juga. Ira mau bertemu dengan kalian. dia mau melahirkan dan sekarang sedang berada dirumahsakit". ucap Bowo cemas


"ha? iya iya. SAYANG buruan ke rumahsakit ayo". teriak crish berlari mencari Dania.


Dania, umi, Abah, Hanna, dan Abraham yang melihat crish berteriak dan berlari pun kebingungan.


"ada apa nak?" tanya umi


"anu Bu. Ira. Ira mau melahirkan, ia ingin bertemu dengan kami". jawab crish


"oh, ayo mas. mungkin ada yang mau disampaikan dia". ujar Dania.

__ADS_1


40 menit kemudian mereka sampai dirumahsakit.


"crish, dania. aku minta maaf. maafkan semua kesalahanku. crish, aku juga minta tolong padamu untuk tidak menyampaikan hal ini pada pak gading, biarlah ia tak tahu bahwa aku telah melahirkan anaknya. bang Bowo, terimakasih selama ini sudah mau menemaniku, mau aku repot kan kala aku ingin ini dan itu. aku mohon jaga kan anak ini untukku. anggaplah anak ini adalah anakmu. aku mohon maaf".


tuuuuttttttt pendeteksi jantung tak lagi dapat merasakan denyut nadi Ira. Ira yang tadi melahirkan secara operasi pun belum sempat melihat anaknya karena harus berada dalam inkubator.


Tangis Bowo pecah begitu saja kala melihat Ira sudah tak bernyawa. berat beban yang ia pikul saat ini, sebab hadirnya anak Ira yang dijadikan amanah untuknya. tapi ia percaya bahwa anak Ira akan menjadi anak yang bisa ia banggakan suatu saat nanti.


bayi lelaki dengan bobot 3,5 kg itupun menangis kencang diruang perawatan bayi. ikatan batin antara dirinya dan Ira sangatlah kuat, kemungkinan anak itu bisa merasakan kepergian Ira meninggalkan dirinya di dunia ini.


"pergilah dengan tenang Ra, Abang janji akan menjaga anakmu. Abang pastikan Ahmad akan tumbuh menjadi anak yang pintar. ya, Abang memberi nama Ahmad Pratama untuknya. terimakasih juga selama ini sudah berada disisi Abang yang tak tahu akan kemana arah Abang berjalan". Bowo meneteskan airmatanya.


"aku dan Dania juga telah memaafkan mu Ra. maafkan kami juga yang kadang menyakiti hatimu karena kamu yang terus terobsesi denganku" ucap crish.


"bang Bowo, apa kami boleh melihat Ahmad bang?" tanya Crish melihat Bowo yang menangis disamping jasad Ira.


"ayo crish. akupun minta maaf pada kalian. aku berjanji akan pergi sejauh mungkin dari hidup kalian". ucap Bowo.


"bang, sebelum kami permisi pulang. ada yang ingin kami sampaikan pada Abang. hmm kami harap Abang tidak keberatan dengan hal yang kami lakukan ini". ucap crish yang terus menggenggam erat tangan Dania.


"apa itu? jika ada yang bisa aku bantu maka akan aku lakukan sebelum aku dan Ahmad jauh meninggalkan kota ini". jawab Bowo


"tidak bang. kau tak akan pernah pergi jauh dari kota ini. aku dan Dania memberikan sebuah rumah dikawasan perumahan dekat pasar baru dipertigaan sana. tinggal disana bersama Ahmad bang. suatu waktu kami pun bisa menjenguk kalian. aku juga ingin mengajak Abang untuk bekerja dibengkel milik adik kak Hanna, Bagas. bekerjalah disana bang demi menghidupi Ahmad dan juga diri Abang. kala Abang bekerja, Ahmad akan dijaga oleh baby sitter yang akan aku pekerjakan untuk Abang. aku yang akan menggajinya setiap bulan. Abang hanya perlu bekerja untuk hidup kalian berdua." penjelasan dan permintaan crish membuat Bowo jatuh terduduk dilantai. ia semakin terisak akan apa yang dilakukan crish dan Dania untuknya.


"terimakasih banyak. maafkan aku yang selama ini sering mengganggu kalian. aku akan bekerja dibengkel milik Bagas segera. terimakasih masih memperdulikan aku dan Ahmad. bahkan orangtuaku pun tak Sudi lagi menganggap anak setelah aku menceraikan Dania dihari pernikahan kami itu.


crish memeluk Bowo dan menguatkannya agar tetap menjaga amanah Ira untuk menjaga Ahmad.

__ADS_1


__ADS_2