janda ting-ting, istri dari anak SMA

janda ting-ting, istri dari anak SMA
kecelakaan


__ADS_3

hari ini di mansion utama sedang ramai dengan keluarga besar crish dan Dania. hari ini bertepatan dengan tujuh bulan usia kandungan Dania. mereka ingin mengadakan syukuran untuk tujuh bulanan itu.


crish yang sedang berada di restoran Cang pun bergegas untuk ke mansion, karena acara akan dilaksanakan habis isya.


crish berpamitan pada semua karyawannya. hari yang kini mendung kini berubah menjadi hujan dengan guyuran yang cukup deras.


karyawan crish menahannya agar menunggu hujan sedikit mereda, mengingat crish ke restoran dengan menggunakan motor sportnya.


crish yang tak mengindahkan ucapan karyawannya pun menerobos derasnya hujan demi cepat sampai ke mansion sebelum acara dimulai.


namun nasib sial menimpa crish. ia yang mengendarai motornya dengan kecepatan diatas rata-rata harus tergelincir karena licinnya jalanan.


gubrak


dum


crish terjatuh dan terseret sejauh 20 meter jarak dari motornya. motor sport yang dikendarai oleh crish pun meledak.


warga sekitar yang melihat kecelakaan itu berbondong-bondong mendekati crish untuk membantunya.


hingga crish dibawa warga kerumahsakit terdekat. warga mencoba mengambil ponsel crish yang berada di ransel kerjanya. menghubungi siapapun yang ada didaftar kontak crish.


"halo, mas". ucap Dania mengangkat panggilan dari ponsel crish.


"maaf mbak. mas-mas yang punya hp ini kecelakaan. motor yang dikendarainya juga habis terbakar karena ledakan yang cukup kuat.". ucap warga itu mengejutkan Dania hingga pingsan.


"dania!!" teriak semua keluarga yang melihat Dania tiba-tiba pingsan.


"halo assalamualaikum. crish, ada apa?" tanya Abah yang mengambil alih ponsel Dania yang tergeletak saya Dania pingsan.


"maaf pak, mas-mas yang punya hp ini kecelakaan, beliau sekarang berada di rumahsakit V, motor yang digunakannya juga habis terbakar karena ledakan yang cukup kuat. saya hanya membantu mas ini untuk dibawa kerumahsakit terdekat saja. maafkan saya yang lancar membuka tas kerja masnya pak. barang-barang semuanya aman. saya akan titipkan kepada suster atau dokter nanti. saya harus kembali ke tempat kecelakaan untuk mengeksekusi motor masnya. agar tidak menimbulkan kemacetan". ucap warga itu panjang lebar.


terpukul? sudah pasti dirasakan keluarga itu terlebih lagi Dania. yang seharusnya malam ini mereka mengadakan acara syukuran, namun naasnya kejadian yang tak diinginkan ini harus dialami crish.


mereka datang ke rumahsakit yang sudah diberi tahukan warga tadi. Dania yang masih syok terus menangis. hingga ia kembali pingsan dirumahsakit.


"astaghfirullah, Dania. tolong bah, umi. Dania pingsan lagi". ucap Hanna panik.


"suster, tolong". ucap umi


suster membantu untuk memindahkan Dania keruang perawatan. mengingat kondisinya Yang sedang hamil khawatir akan keselamatan keduanya.


"ya Allah bah, bagaimana ini? bagaimana keadaan crish bah. umi takut. umi cuma punya crish seorang bah. hiks hiks." umi menangis memeluk Abah.


Dania yang baru saja terbangun dari pingsannya kembali menangis.


"bang, Hanna. dimana mas crish? gimana kondisinya? warga tadi bilang motor mas crish habis terbakar, pasti keadaan mas crish juga tidak baik-baik saja. hiks hiks".

__ADS_1


"tenangkan pikiranmu dek. Abang yakin crish itu pria yang kuat. ia akan kuat dan semakin kuat sebab ada kamu dan calon anak kalian. percaya sama Abang, crish akan segera sadar". ucap Abraham menenangkan Dania yang terus ingin bertemu crish.


"gimana kalau mas crish gak bisa diselamatkan bang. aku gak mau jadi janda lagi meskipun sekarang gak ting-ting lagi. hua aku gak mau bang. aku mau ketemu mas crish sekarang". ucap Dania mengada-ada.


"heh mulutmu. jahat bener doain laki sendiri meninggal. istirahatlah dulu. tenangkan dirimu supaya bayimu juga tidak khawatir. nanti jika ada perkembangan umi dan Abah serta mama dan papa akan memberitahu kita. " ujar Hanna kembali menenangkan Dania.


.........


1 Minggu berlalu setelah kecelakaan terjadi. crish masih saja belum sadarkan diri. ia dinyatakan koma karena kerasnya benturan yang diterima crish. ia juga mengalami pergeseran tulang pada bahu kiri dan cidera pada lutut kakinya.


"mas, ayo buka matamu. apa kau tak merindukan istrimu dan calon bayimu ini? apa kau tak rindu candaan yang mengatai aku sebagai janda ting-ting? ayolah mau sampai kapan kau terus terpejam". Dania yang selalu menunggu crish terus berbicara seolah crish mendengarnya.


"nak, istirahatlah dulu. kita bergantian menjaga crish. kamu juga belum ada makan, kasian bayimu*. ucap mama


"iya ma. jaga mas crish sebentar ya ma. aku makan dulu, setidaknya aku memikirkan kesehatan anakku." ucap Dania pada mama yang mengelus lembut pucuk kepala Dania yang tertutup hijabnya.


2 bulan kini crish berada dirumahsakit. masih belum ada tanda-tanda akan kesadaran crish.


"aduh, sakit". tiba-tiba crish sadar dan mengeluh sakit.


Dania, umi dan Abah yang menunggu crish pun tersentak. mereka langsung mencari dokter.


"dokter, dokter. tolong dokter. tadi crish bangun mengatakan sakit". ucap Abah cemas


dari lorong depan terlihat mama dan papa yang berlari-lari.


"tadi mas crish bangun ma. ia mengatakan sakit. makannya dokter masuk untuk memeriksanya".


"semoga crish tidak kenapa-napa ya nak". doa mama untuk crish.


....


dokter keluar dari ruang perawatan crish. ia mengatakan bahwa perkembangan kesehatan crish sangat pesat. kini ia akan dipindahkan keruang perawatan VVIP.


sebelum dokter melangkahkan kaki, Dania terduduk memegang perutnya yang sakit.


"umi, mama. tolong. sakit.. perut Dania sakit sekali". tampak keringat bercucuran di kening Dania.


"ya Allah Nia. kenapa? apa kamu mau melahirkan? tolong suster tolong anak saya". ucap mama panik.


begitu juga dengan Hanna yang mendengar teriakan mama dari kejauhan.


"ada apa ma? Dania kenapa? jangan buat aku semakin panik ma". tanya Hanna cemas.


"mungkin Dania akan melahirkan. dia merasakan sakit pada perutnya." ucap mama


"ibu, umi, dan Hanna cepatlah ikuti keruang operasi Dania. biar kami lelaki yang menjaga crish". ucap papa membagi tugas.

__ADS_1


"jika ada apa-apa cepat kembali kesini. beritahukan pada kami". sahut Abah.


...


kini para wanita terlihat mondar-mandir didepan ruang operasi.


sedangkan didalam sana, Dania sedang mempertaruhkan nyawanya dengan ditemani mama.


"ayo Bu, tarik nafas ya. kita coba untuk melahirkan normal terlebih dahulu, mengingat semua kondisi ibu baik. pembukaan juga sudah hampir lengkap". ucap dokter.


"saya gak kuat dok. sakit sekali. saya ingin ditemani suami saya dok hiks hiks". Dania menangis mengingat harusnya yang menemaninya kini adalah crish.


"sudahlah nak. ada mama. crish juga harus beristirahat. ia juga belum bisa kemana-mana karena kondisinya yang masih seperti itu. pahamilah sayang. ayo berjuang demi anak yang kamu tunggu-tunggu". jawab mama menguatkan Dania.


"oke Bu, kita mulai ya. ini pembukaannya sudah lengkap. ayo Bu tarik nafas. keluarkan". ucap dokter mengarahkan Dania.


hingga akhirnya..


"oek. oek".


"Alhamdulillah anak pertamanya sudah lahir ya Bu, berjenis kelamin laki-laki, lengkap dan sehat. ayo tarik nafas lagi untuk yang kedua".


"1...... 2..... 3..... nah pintar".


"oek"


"selamat Bu, anak keduanya juga laki-laki ya".


"aduh dok saya udah gak tahan ini dok. hmmm"


"oek, oek, oek".


"wah, Alhamdulillah yang terakhir perempuan ya Bu. Alhamdulillah ketiganya sehat tanpa kurang apapun".


"bayinya akan kami bersihkan ya Bu, setelahnya akan kami masukkan kedalam inkubator terlebih dahulu. siapkan ASI nya ya Bu setiap 2 jam sekali" ucap suster yang membawa bayi-bayi mungil itu keluar".


diluar ruangan, Hanna dan umi yang melihat suster membawa 3 box bayi pun mengucap syukur.


.....


dilain ruangan, crish mulai membaik. ia juga sudah mulai bisa berbicara. menggerakkan tubuhnya.


"pa, dimana Dania? kenapa dia tidak datang menjengukku? apa dia sakit?" tanya Crish yang merindukan Dania.


"hmm kamu tenang aja. Nia baik-baik saja. dia sedang berada diruangan lain untuk melahirkan". jawab papa


"apa? bagaimana ini pa, bahkan aku tidak bisa menemaninya saat ia bertaruh nyawa demi anak-anak kami. betapa bodohnya aku yang tidak hati-hati dalam berkendara". ucap crish menangis.

__ADS_1


"sudahlah, pasti dia akan baik-baik aja. mama, Hanna, dan umi ada disana menemaninya. istirahatlah nanti kalau kamu udah lebih baik kamu akan bertemu dengan dia juga anakmu". ucap Abraham.


__ADS_2