janda ting-ting, istri dari anak SMA

janda ting-ting, istri dari anak SMA
kemurahan hati Raisya


__ADS_3

Bagas mencari kebutuhan Dania dan Raisya selama dirumahsakit dengan tergesa-gesa. ia kini berada dalam perjalanan menuju rumahsakit.


"kak crish". teriak Bagas dari kejauhan. ia melihat crish terduduk di kursi penunggu tepat didepan kamar Dania dirawat.


"kenapa kau diluar? siapa yang menjaga kak Dania?". ucap Bagas


"Raisya tertidur di dalam. biarkan mereka istirahat dulu". jawab crish.


....


"tuan, bagaimana dengan nasib para preman itu?" tanya shadow pada crish.


crish memandangnya sebentar lalu mengalihkan pandangannya pada ponselnya.


"nanti Raisya yang akan mengurusnya".


"apa maksudmu Raisya yang mengurusnya? mau kau jadikan dia santapan para preman itu?" tanya Bagas tak terima


"cih, kau ini. sok peduli sekali. iya, Raisya akan kujadikan piala bergilir untuk mereka". ucap crish mengelabuhi Bagas.


"kau! berani kau lakukan itu maka aku pastikan burungmu tak lagi pada tempatnya". jawab Bagas berlari masuk ke dalam ruangan Dania.


....


"dek, bangun". ucap Bagas lembut


"eunggh. kak. ada apa?" tanya Raisya yang sedang mengumpulkan nyawanya karena rasa kantuk dan lelah beradu menjadi satu.


Bagas melihat seluruh pakaian yang dikenakan Raisya. ia teringat pada ucapan crish tadi.


"dek, ganti bajumu. ini kakak bawakan pakaian ganti juga makanan untukmu. setelah itu kita ke KUA". ujar Bagas yang kata-kata lnya itu membuat Raisya diam terpaku.


....


setelah selesai mengganti pakaian dan makan makanan yang dibawa Bagas, mereka keluar.


"mau kemana kau bawa anakku? jangan menyentuhnya". ucap crish melepas genggaman Bagas pada Raisya.


"aku tak menyentuh kulitnya sedikitpun. semua tertutup rapi dalam balutan gamis danhijab yang aku berikan. aku akan membawanya ke KUA. daripada kau umpankan gadisku pada preman itu". jawab Bagas

__ADS_1


"loh? hahaha kau pikir aku ayah yang seperti apa hahaha. lucu kau ini. gak ada ke KUA. aku tadi bercanda bodoh". ucap crish


"gak. aku mau sekarang juga ke KUA. biar aku yang melindunginya. kau memiliki shadow dan jitu terbaikpun tak mampu melindunginya dan istrimu". jawaban Bagas menyentak hati crish.


"jika pun begitu niatmu. tanyakan padanya juga pada ibunya terlebih dahulu". ucap crish melunak.


"oke. Raisya alexandria binti almarhum Supri. maukah kau menikah denganku?"


"ha? apa kau sakit? kenapa tiba-tiba?". jawab Raisya heran


"ayah serahkan jawaban itu padamu dan juga ibu. masuklah temui ibu. bangunkan dia tanyakan secara langsung jika hatimu memang mau". ucap crish.


"tapi ayah, bahkan aku masih kelas 3 SMP. aku juga belum bisa membahagiakan ayah dan ibu." Raisya menangis kala mengatakan hal itu.


"maaf. aku tak bisa menerimanya. jika mau, tunggulah aku setidaknya aku selesai SMA. itupun dengan syarat aku tetap bisa melanjutkan pendidikanku. juga bekerja. permisi. aku mau menemani ibu. ibu terluka karena ingin menyelamatkan aku". Raisya melenggang masuk dengan mengusap airmatanya. ia tak mau kelihatan sedih dihadapan Dania.


"kau dengar? bahkan bakti pada orangtua yang harus aja ia kenal pun sudah menunjukkan betapa baiknya dia. jaga dia jika kau mau menunggunya. jangan rusak dia sebelum waktunya. kembalilah ke bengkel. terimakasih sudah membawakan pakaian dan makanan." ucap crish dan masuk ke ruangan.


.....


"ibu, apa ibu tau? tadi kak Bagas meminang ku. tidak, lebih tepatnya memintaku untuk ajdi istrinya. aku belum mampu Bu. aku pun tak akan mampu berjauhan dengan ayah, ibu dan juga adik-adik." Raisya berbicara seorang diri karena Dania masih belum terbangun juga.


"Raisya. hentikan tangisanmu sebelum ibu bangun. SMA nanti kau akan lanjut kemana? katakan saja ayah akan mengizinkan". ucap crish


" jika ayah mengizinkan, aku ingin sekolah di SMK kesehatan saja yah. jika ada kesempatan untukku kuliah aku akan mengambil kedokteran. jadi aku bisa mengobati kalian jika sakit".


"baiklah. ayah setuju."


"ibu lebih menyetujuinya ". Dania bangun mendengar ucapan anaknya itu, ia bangga akan niat baik anak itu.


"ibu! ibu sudah bangun. maafkan aku Bu. maafkan aku membiarkanmu disakiti oleh mereka. aku akan memberi mereka pelajaran". kesan Raisya mengingat kejadian itu.


....


"dimana mereka paman?" tanya Raisya yang kini berada di gudang mansion untuk bertemu preman itu.


ia tak sendiri. Bagas dan crish juga menemaninya. sedangkan Dania dijaga oleh Hanna.


"assalamualaikum" ucap raisya membuka pintu gudang.

__ADS_1


terlihat 4 orang preman duduk dilantai yang kotor berdebu.


"lepaskan ikatannya, paman. bawa mereka ikuti aku keruang tamu di mansion". ujar Raisya pada jitu yang menjaga mereka.


"apa yang akan kau lakukan?" tanya Bagas


"Sttt. biarkan saja. ikuti saja kemauannya". jawab crish santai


.....


"silahkan duduk". ucap raisya pada preman itu juga ayah, Bagas, shadow dan jitu sebagai pelindung.


"apa pekerjaan kalian sebelum jadi preman?" tanya Raisya ketus.


"kami pelukis jalanan" jawab seorang preman itu.


Raisya melirik crish dan tersenyum.


"ayah, sediakan galeri lukisan untuk mereka. sediakan pula alat lukis lengkap. kamera, juga ponsel. mulai sekarang bekerjalah di galeri yang akan di sediakan ayahku. berhenti menjadi preman. lukisan-lukisan yang kalian buat bisa kalian jual. hasilnya kalian simpan hingga suatu saat nanti kalian bisa memiliki galeri sendiri atau akan menggantikan galeri ayahku". ucap raisya yang sontak membuat preman itu menangis.


"terimakasih nona. terimakasih banyak. selama ini kami menjadi preman hanya untuk mencari makan."


"izinkan kami menjenguk ibu nona. kami akan meminta maaf padanya". ujar seorang preman lagi.


"aku akan menyampaikan maaf kalian pada ibu. sekarang bersihkan diri kalian di kamar tamu itu. setelahnya makan. aku akan meminta pelayan memberi kalian makan. aku tak mau membunuh sesama manusia dengan tak memberinya makanan."


Raisya berdiri untuk pergi namun crish memeluk erat anaknya itu.


"terimakasih sudah menjadi anak yang baik Raisya. ayah bangga padamu. tadinya ayah pikir kau akan membunuh mereka. ternyata ayah salah."


"ayah, kau yang akan membunuhku jika memelukku terlalu erat begini. aku tak bisa bernafas".


"woy, lepas. gak lucu ni belum gue nikahin udah mati duluan". ucap Bagas melepas pelukan crish.


"hehe maaf nak. ayah hanya merasa bangga padamu. teruslah bermurah hati pada siapapun nak".


"pasti ayah. aku mau kembali ke kamar dulu. ayah bisa siapkan apa yang aku minta kan? kali ini aku berhutang pada ayah. nanti jika aku bekerja, aku akan menggantinya".


"haha. untuk apa kau menggantinya? bahkan harta ayah tak akan habis jika hanya memberi apa yang kau mau nak".

__ADS_1


"CK, sombong." decak Bagas memutar malas matanya.


__ADS_2