
kini 1 tahun sudah usia anak-anak crish dan Dania. anak-anak yang tumbuh dengan baik. menjadi anak-anak yang pintar dan menggemaskan.
kini pula Hanna sedang mengandung dengan usia kandungan 4 bulan.
Dania kini memiliki anak cabang dari butiknya sebanyak 9 anak cabang diberbagai daerah. begitu juga dengan crish yang membuka beberapa anak cabang restoran.
crish yang sedang ada direstoran pust dikejutkan oleh telepon dari manager anak cabang.
"halo, pak. saya ingin mengabarkan bahwa anak cabang disini mengalami kebakaran pak. akibat arus listrik membuat restoran dengan cepat hangus. ada 2 karyawan dan 1 koki yang mengalami luka ringan.namun mereka telah dibawa ke rumahsakit sekarang".
"baik. saya akan kesana sekarang. tangani dulu keadaan disana sampai saya datang. pastikan juga karyawan dan koki yang terluka mendapat pelayanan rumahsakit yang terbaik.". ucap crish langsung mematikan panggilan itu.
crish langsung terburu-buru untuk pulang ke mansion karena disana sedang berkumpul keluarga besarnya.
"assalamualaikum. untung kalian masih ada disini. aku ingin meminta tolong kalian". ucap crish tanpa basa-basi
"ada apa dek? kenapa kau cemas sekali? kau ketahuan mencuri?". tanya Abraham yang tak tahu apa yang terjadi.
"gigimu itu. mana mungkin aku mencuri. aku mau minta tolong mama, umi, kak Hanna dan kak Karin untuk menemani Dania dan anak-anak disini dulu. dalam beberapa hari aku harus keluar kota. anak cabang restoran yang ada di kota O kebakaran. 2 karyawan dan 2 koki terluka. aku sebagai pemilik harus bertanggungjawab dan langsung membereskan kebakaran itu. kemungkinan aku juga langsung akan membangun ulang gedung restoran itu.". jelas crish
"baiklah, nak. pergilah. hati-hati. lagi pula ada para pria yang turut melindungi kami disini". ucap mama
"sabar ya nak. Allah sedang menguji kesabaranmu. semoga Allah gantikan berlipat ganda kerugian dirimu". ucap Abah.
"aku akan ikut menemanimu. aku yakin kau akan membutuhkan tenaga atau pikiranku nantinya". ucap Abraham dan diangguki oleh crish.
.....
2 jam perjalanan, crish dan Abraham tiba didepan restoran yang kini sudah menjadi abu.
terlihat pula seorang gadis dengan pakaian SMP menangis ditepi sisa-sisa kebakaran. semua orang sedang membereskan apa yang perlu dibereskan hingga tak ada yang memperhatikan gadis manis itu.
"dek, kamu kenapa? apa ada keluargamu yang terluka? kenalkan Abang crish, Abang pemilik restoran ini".
gadis itu mendongakkan kepalanya menatap crish dan Abraham bergantian. dengan warna bola mata yang kebiruan membuat Abraham menganga kagum.
"woy, binik lu lagi hamil. gak usah ngiler gitu liatnya". crish memukul lengan Abraham.
"eh, astaghfirullah. eh MasyaAllah atas ciptaan darimu ya Allah ". ucap Abraham terkejut.
"aku Raisya bang. aku anak dari koki yang tadi terkena api kebakaran. aku terlambat datang menemui ayah. aku sepulang sekolah dikabari tetangga apa yang terjadi. aku berlari kesini untuk bertemu ayah, tapi ayah sudah dibawa kerumahsakit dan aku tak tau dimana". ucap gadis yang tengah menangis itu dengan suara yang sangat lembut menusuk telinga.
"baiklah. kamu duduk dulu disana, Abang urus yang disini. nanti Abang dan bang Abraham akan mengantarkanmu bertemu ayahmu". ucap crish seraya menunjuk kursi disudut halaman gedung itu.
"terimakasih bang. aku tunggu kalian hingga selesai". ucap raisya.
__ADS_1
....
"Raisya, ayo kerumahsakit." ajak Abraham kepada Raisya.
gadis imut itu pun masuk ke dalam mob. dengan crish yang mengemudikan mobil dan Abraham sebagai penunjuk arah.
setibanya dirumahsakit Raisya merengek untuk segera bertemu ayahnya.
"bang, dimana ruangan ayah? ayo bang cepat". ajak Raisya menarik tangan crish tergesa-gesa.
mereka kini sudah berada didepan ruangan pak Supri, koki dan sekaligus ayah Raisya.
Raisya tampak merapikan pakaiannya. dan menghapus jejak airmatanya.
"bang. apa mataku bengkak? apa pakaianku terlihat sedikit rapi? aku tidak ingin ayah mengkhawatirkan aku". ucap raisya membuat Abraham dan crish saling memandang.
"hmm. semua baik dek. ayo masuk. kamu kuatkan hatimu jangan sampai menangis didepan ayahmu". ucap crish
...
ceklek
"assalamualaikum, ayah". salam Raisya membuat pak Supri terbangun dari tidurnya.
"Raisya. apa kau baik-baik saja? darimana kau tau ayah disini?". tanya pak Supri
"bang Abraham dan bang crish yang mengantarkan Raisya yah.". ucap raisya dan melihat ke arah keduanya.
"pak Supri. saya crish. senang bertemu dengan anda. Karena baru kali ini saya datang ke restoran ini. jadi mungkin bapak belum mengenali saya. saya pemilik restoran itu pak.". ucap crish menyalami tangan pak Supri.
"ah, iya tuan. senang bertemu anda. tuan. uhuk uhuk uhuk". belum selesai dengan ucapannya. pak Supri mengalami kejang dan sesak nafas.
dengan segera Abraham mencari dokter untuk memeriksanya.
Raisya menangis dengan kencang hingga crish dan Abraham mengajaknya menunggu diluar ruangan.
"bang, ada apa dengan ayah. mengapa ayah begitu bang? tolong ayah bang. aku tidak punya siapa-siapa lagi. hanya ayah yang aku punya. ibuku meninggal kala melahirkan aku bang. tolong ayah untukku". tangis Raisya semakin pecah hingga akhirnya ia atuh tak sadarkan diri.
"dek, dek.bangun dek." ucap crish menggoyangkan tubuh Raisya pelan.
...
Raisya kini sedang berada dalam perawatan dokter. karena tekanan dan syok berlebih membuatnya tak sadarkan diri.
"hiks hiks. bang. ayah mana bang? aku mau ketemu ayah bang". ucap raisya dengan tangisnya.
__ADS_1
"apa kamu sudah lebih baik?" tanya Abraham
"sudah bang. ayo bang antar aku keruang ayah". pinta Raisya.
Abraham mendorong kursi roda yang membawa Raisya. crish mengikutinya dari belakang. hingga kini mereka sampai diruang pak Supri yang sudah lebih tenang dari sebelumnya.
"ayah". tangis Raisya Kembali jatuh melihat ayahnya dengan alat-alat di tubuhnya yang terpasang semakin banyak.
"raisya. jangan bersedih nak. tersenyumlah uhuk. ayah minta kamu jadi anak yang kuat". ucap pak Supri terbata. seolah ada hal yang ingin ia sampaikan. crish maju mendekat ranjang pak Supri.
"ada yang ingin bapak katakan pak?". tanya Crish
"tuan. tolong gantikan saya untuk merawat Raisya. lancang memang saya meminta ini pada tuan. tapi Raisya tidak memiliki siapapun lagi.". ucap pak Supri semakin merasa nafasnya sesak
"pak. saya berjanji akan merawat Raisya semampu saya. saya juga akan menyekolahkan Raisya hingga sarjana. istri saya pun akan menerima Raisya menjadi anak kami. bapak istirahatlah dengan tenang. tak perlu mengkhawatirkan Raisya". ucap janji crish.
"ayah, ayah jangan bilang begitu. Raisya cuma punya ayah. Raisya cuma mau sama ayah." ucap raisya menangis dan memeluk pak Supri.
"berjanjilah jadi anak baik untuk tuan crish dan nyonya. panggil mereka ayah dan ibu sebagaimana mestinya kamu memanggil ayah dan ibumu terdahulu. uhuk Allahu akbar".
tuuuuttttttt
pak crish kehilangan denyut nadinya dengan wajah damai dan tersenyum.
crish memeluk Raisya yang semakin lemas melihat ayahnya tiada.
crish dan Abraham mengurus pemakaman pak Supri koki terbaik di restoran crish itu dengan sangat layak. banyak pula karyawan dan tetangga yang datang mengucapkan bela sungkawa.
Raisya Yang sejak dari rumahsakit masih terdiam dengan tangisnya. tak mau makan, bahkan untuk beranjak dari duduknya ia tak mampu.
....
"raisya. kemas semua barang-barang yang penting saja. sisanya biar nanti orang suruhan ayah yang akan mengemasnya. mulai sekarang kamu ikut ayah ke kota dan melanjutkan sekolah disana". ucap crish yang bertanggungjawab atas amanah pak Supri.
sebelumnya crish sudah mendiskusikan ini pada Dania dan keluarga besarnya. mereka sangat setuju dan tidak keberatan sama sekali atas niat crish.
"ayah, apa aku bisa mengunjungi makam ayah Supri terlebih dulu sebelum kita pergi?" tanya Raisya izin pada crish.
"paman Abraham akan mengantarmu. ayah disini menyiapkan segala keperluan mu yabg harus kamu bawa". jawab crish.
....
"hiks hiks. ayah. Raisya pamit ya. Raisya janji bakal jadi anak yang bisa ayah dan ibu banggakan. Raisya juga akan berjanji menjadi anak yang baik untuk ayah crish dan ibu Dania.". ucap raisya memeluk nisan almarhum pak Supri.
"sudah dek jangan menangis lagi. ayah dan ibumu sudah bertemu sekarang. ayo pergi sebelum hari semakin petang". ucap abraham
__ADS_1