janda ting-ting, istri dari anak SMA

janda ting-ting, istri dari anak SMA
setuju


__ADS_3

setelah 2 Minggu sesuai kesepakatan dengan Daddy Dania, kini saatnya crish datang bersama orangtuanya untuk menemui orangtua Dania.


crish yang sudah mantap dengan keputusannya untuk menikahi Dania pun dengan riang gembira bersiul seraya bersiap-siap.


Abah Syauqi Malik dan umi Hanifah adalah orangtua crishtian yang bekerja sebagai guru dan pemilik yayasan sebuah pesantren di kota J.


"Bismillah ya Allah. mudah-mudahan lancar". harapan crish atas acaranya hari ini.


.....


dirumah Dania tengah sibuk mommy dan Dania membuat banyak kue dan makanan yang lezat untuk disuguhkan kepada crish dan keluarga.


1 jam kemudian tampak mereka sekeluarga telah rapi dan bersiap menyambut kedatangan crish.


took took took


"sepertinya mereka sudah sampai". ucap mommy. dan berlalu untuk membuka pintu.


"assalamualaikum, nyonya". ucap umi Hanifah.


"waalaikumsalam, mari masuk". jawab mommy.


"sebentar saya panggilkan Dania dulu, supaya kita bisa makan malam bersama". ucap mommy berlalu.


.....


Dania yang berada didalam kamarnya mondar-mandir khawatir jika keluarga crish menolaknya sebab ia janda.


"duh, deg-degan gini sih. kayak gak pernah aja dilamar gini. tarik nafas buang nafas.".


Dania mencoba menenangkan pikirannya.


"Dania ayo turun. kita sudah ditunggu dibawah untuk makan malam". mommy menjemput Dania dan tersenyum melihat Dania yang mengibaskan tangannya seolah kepanasan.


"mom, apa penampilanku rapi? pantas? sesuai?" tanya Dania sembari memutar-mutar tubuhnya mengecek kembali pakaian yang ia kenakan.


"kau selalu sempurna sayang". ucap mommy.


Dania dan mommy menuruni anak tangga. crish tersenyum melihat kekasih paksaan itu datang dengan sangat cantik.


Dania menggunakan dress elegan berwarna navy selutut dengan pita yang ia hiasi dibagian kepalanya.


"assalamualaikum". ucap Dania kepada orangtua crish".


"waalaikumsalam" jawab mereka kompak.

__ADS_1


mereka semua makan malam dengan khidmat, hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar.


setelahnya mereka berpindah duduk diruang tamu. Dania dan mommy menyuguhkan cemilan dan minuman yang telah mereka buat sebelumnya.


"silahkan dinikmati Bu, pak, crish", ucap mommy.


"tidak perlu repot Bu Caroline ", jawab Abah.


"hmm. begini pak, Bu. kami kesini bersama anak nakal kami ini ingin menyampaikan niat baik anak kami untuk melamar putri bapak dan ibu, nak Dania.". ucap Abah memulai pembicaraan serius.


"kami sebagai orangtua hanya bisa menyerahkan kembali keputusan itu kepada Dania sendiri pak, Bu. sebab dialah yang akan menjalani kehidupan berumahtangga. tapi maaf pak, Bu, apakah kalian sudah mengetahui tentang status anak kami yang....",


"jangan khawatir pak, Bu. kami sudah mengetahui hal itu. kami turut bersedih atas kejadian itu. kami harap dengan hadirnya anak kami ini bisa membantu Dania kembali hidup dengan bahagia." ucap Abah meyakinkan.


"bagaimana Dania?", Daddy bertanya dan menunggu jawaban Dania.


"aku bersedia dadd. namun aku juga memiliki syarat tersendiri ". jawab Dania ingin mengajukan persyaratannya.


"apa itu, nak?" tanya umi Hanifah.


"sekiranya memang kami ditakdirkan untuk bersama, bilamana nantinya kami memiliki kesalahpahaman dalam berumahtangga, aku meminta mas crish untuk tidak pernah mengungkit tentang statusku ketika dinikahi mas, crish. betapa sakitnya jika aku kembali mengingat bahwasanya aku ditalak di hari pernikahan kami". Dania mengatakannya berkaca-kaca. ia hanya berjaga-jaga untuk tidak mengingat hal itu kembali.


"aku setuju. aku juga berulang kali mengatakan padamu aku tak suka kau bersedih hanya karena mengingat masa lalu. terasa sesak dadaku kala melihat kau murung dan meneteskan airmata mu itu. mulai saat ini jadilah Dania yang kuat. ikhlaskan apa yang terjadi. sudah takdir Allah kau mendapat jalan seperti itu.". ucapan crish membuat Dania semakin terisak haru.


mereka juga tak mempermasalahkan crish yang masih SMA. menurut Abah dan umi juga memang lebih baik menikah daripada nantinya mereka melakukan hal yang tak diinginkan.


........


"hmmmm, hmmm. cieee yang abis dikamar. pandangi aja terus cincinnya. apalah dayaku yang jomblo ini". ledek Hanna ketika melihat Dania sepanjang hari hanya tersenyum tidak jelas.


"apasih Han, next kan giliran kamu". Dania gantian mencandai Hanna.


"eh aku aamiin aja lah. aamiin ya Allah". kekeh Hanna dan Dania seketika berhenti saat melihat Bagas datang terburu-buru.


"kak Hanna, kak Dania. maaf mengganggu kesenangan kalian." Bagas mengatakannya seperti ada hal yang darurat.


"kakak Hanna. panti asuhan bunda kebakaran. semua habis tak bersisa. tadi bunda nelpon Bagas. Alhamdulillah adik-adik semuanya bisa diselamatkan.


"ya Allah bagaimana ini". ayo kesana, kasihan bunda dan adik-adik. ucap Hanna terburu-buru.


begitu pula dengan Dania yang langsung bersiap-siap menutup toko sementara, namun saat ingin menutupnya, seorang pria tampan ada dihadapan Dania


"astaghfirullah. maaf, tuan." sopan Dania seraya menundukkan tubuhnya.


"maaf nona. apa butik ini tutup? kebetulan saya mau pesan seragam anak sekolah untuk pesantren paman saya. beliau menyarankan saya untuk kesini. saya Abraham, nona.".

__ADS_1


"ah iya, maaf tuan Abraham. toko kami tutup sementara karena panti asuhan yang ditinggali sahabat dan adiknya serta anak lainnya terbakar habis. jadi kami mau melihat keadaanya terlebih dahulu. jika tuan berkenan, kembalilah esok hari". ucap Dania yang sedang terburu-buru.


"kak, ayo kak. buruan. kasian bunda". ucap Bagas menangis.


"saya akan mengantar kalian sekalian saya ingin melihat kondisinya. mungkin saya bisa sedikit membantu yang bisa saya bantu." tulus Abraham mengucapkan itu dan di iyakan ketiganya.


.......


panti asuhan harapan kasih, kini hanya tinggal papan nama dan debunya saja.


dania dan yang lainnya yang baru tiba pun langsung bergegas mencari bunda yang merawat mereka juga anak lainnya.


"Bun, bunda. bunda dimana dek?" tanya Hanna ke salah satu adik pantinya.


"Bun, bunda ada di mushola kak. bunda tak hentinya berzikir sejak kejadian tadi. hiks hiks kita akan tinggal dimana kak? kasian adik-adik bayi dan yang lainnya". anak itu menangis memeluk Hanna yang juga ikut menangis.


"hai, ganteng. nama om Abraham. kamu tenang ya. om akan hadiahkan kalian semua sebuah yayasan Panti asuhan dengan bangunan yang baru. kamu mau kan bantu om menenangkan teman-temanmu?". Abraham iba melihat kondisi panti asuhan yang sudah menjadi abu itu. ia berniat menyumbangkan bangunan baru untuk dijadikan panti baru.


"Abang serius bang? Abang gak bohong kan? jangan beri anak-anak lain harapan yang nantinya tak bisa mereka gapai bang." cerca Bagas dengan semangatnya.


"nona Dania, nona Hanna, dan kau anak muda. arahkan aku mushola tempat bunda zikir. aku akan menemuinya. kalian akan menjadi saksi pembicaraanku". ucap Abraham antusias membantu.


....


"bunda" Hanna berlari memeluk bundanya. keduanya menangis saling menguatkan.


"tak apa nak. ini ujian dari Allah. kalian harus ikhlas. dan ya, ini Hanna. maaf bunda hanya bisa menyelamatkan ijazah-ijazah kalian juga foto keluargamu saat kamu dan Bagas ditinggalkan disini". sambil memberi barang berharga Dania, Dania memeluk bundanya.


"maaf, bunda. saya Abraham. saya turut berduka atas kejadian ini. saya kesini sebagai donatur yang akan membangun kembali panti asuhan ini. saya pastikan dalam waktu satu Minggu, panti ini sudah kembali berdiri di bunda dan anak-anak sementara waktu bisa tinggal di pesantren paman saya. paman Syauqi Malik.


deg.


jantung Dania memacu kencang.


"maaf tuan. apa tuan kakak sepupu dari crish?". tanya Dania ragu.


"benar nona. apa nona mengenal keponakan saya itu?" tanya Abraham.


"saya Dania tuan. tunangan crish". Dania menunduk takut.


"Alhamdulillah akhirnya saya bisa melihatmu dek. maaf kemarin saya tidak sempat hadir karena saya mengantar anak pesantren lomba MTQ di pusat kota.". jawab Abraham ramah.


Dania pun mendongakkan wajahnya tak percaya akan keramahan Abraham.


"kenapa kau takut? aku bahkan tak akan menyentuh yang bukan hak ku. hei, mulai saat ini berjanjilah untuk tidak bersedih oke. Abang dan keluarga crish akan jadi benteng buat kamu." Dania meneteskan airmatanya bersyukur seluruh keluarga crish menerimanya yang berstatus janda itu.

__ADS_1


__ADS_2