janda ting-ting, istri dari anak SMA

janda ting-ting, istri dari anak SMA
kesedihan dania


__ADS_3

bulan berganti tak terasa crish kini sudah tak berstatus sebagai murid SMA. ia yang kini menggeluti bisnis kuliner pun sedang berada dalam masa yang bagus.


namun lain hal dengan Dania yang memikirkan tentang pendidikan crish.


"sayang. mengapa kau terlihat begitu sedih? apa ada masalah di butikmu? atau ada masalah dengan anak-anak?"


crish memeluk Dania erat.


"aku tak tau kenapa aku hanya memikirkan tentangmu mas."


"apa yang kau pikirkan?"


"apa kau tak ingin melanjutkan pendidikanku? mencapai cita-citamu yang tertunda hanya karena menikahiku. aku merasa sangat bersalah padamu"


"hei, dengarkan aku. bukan kau yang memintaku untuk menikahimu. tapi aku yang memaksamu untuk mau menikah denganku. aku tak masalah dengan pendidikanku. toh aku setidaknya bisa menghidupi kamu dan juga anak-anak dengan baik. apa aku kurang memberimu nafkah?"


"tidak mas. bukan itu maksudku. aku merasa karena aku dunia pendidikanmu dan cita-citamu terhambat"


"jika memang itu yang kau pikirkan. baiklah aku akan kuliah jika kau mau aku melakukannya"


"apa kau tak masalah?"


"apa kau malu memiliki suami hanya tamatan SMA? bahkan suamimu berusia lebih muda darimu."


"aku tidak pernah malu. toh kau orang yang sukses dalam berkarir. jadi aku rasa tidak ada salahnya jika kau juga sukses dalam pendidikan"


"baiklah. jangan menangis. secepatnya aku akan mendaftarkan diri untuk kuliah."


"benarkah? terimakasih mas. aku hanya mengkhawatirkan jika rekan bisnismu akan mengolok-olok karena pendidikanmu hanya sebatas SMA"


"sebenarnya tak ada yang berbeda. bisnis tak selamanya harus sesuai dengan tamatan. ya sudahlah. aku mengerti keresahanmu. aku akan kuliah".


"baiklah. terimakasih mas sudah memahami".


"sama-sama sayang".


.......


crish dan keluarga sedang makan malam saat ini. crish dan Dania membicarakan rencana perkuliahan crish pada Raisya.


"ayah akan berkuliah?"


"ya sayang. demi kebaikan ayah juga. mungkin dengan kuliah maka pengetahuan ayah tentang bisnis akan lebih sempurna lagi"


"baiklah ayah. tak masalah. semoga apa yang ayah inginkan tercapai. aku akan bangga memiliki ayah yang luar biasa hebat".


"terimakasih sayang. jika ayah kuliah nanti, itu artinya ayah akan sangat sedikit waktu ayah dirumah. karena ayah kan juga harus mengurus restoran. apa kau keberatan jika harus mengajak adik-adikmu bermain kala dirumah?"


"aku akan melakukannya ayah. tenang saja. aku akan membantu mbak untuk menjaga adik-adik."


"dan 1 lagi, apa kau tidak keberatan jika kau pergi atau pulang sekolah oleh Bagas? supir ayah pastinya akan sangat sibuk mengantar ayah kuliah atau ke kantor"

__ADS_1


"hmmm bolehkah aku pergi dan pulang menggunakan bus saja ayah? tak baik laki-laki dan perempuan selalu ya pergi bersama"


"ayah keberatan sayang. meskipun kau sekarang menggunakan niqab tapi itu saja tak cukup untukmu melindungi diri"


"ibu pun tak setuju nak. ibu akan sangat keberatan. jika ibu sedang memiliki waktu senggang. ibu yang akan mengantar atau menjemputmu. jika tidak, maka Bagas yang akan menemanimu. anggap dia kakakmu".


ujar Dania memberi paham pada Raisya.


"baiklah Bu jika itu yang terbaik untukku. terimakasih telah menjaga dan merawatku layaknya anak kalian sendiri. tak membeda-bedakan antara aku dan adik-adik"


Raisya memeluk Dania dan menangis. mengingat betapa beruntungnya ia menjadi anak dari crish dan Dania yang sangat dermawan.


.....


crish yang telah memutuskan untuk kuliah, hari ini ia akan ke universitas Handoyo milik tuan Handoyo Mukti kerabat baik Abah dan umi. Abah pun menjadi salah satu donatur terbesar di universitas itu.


"aku hari ini akan mulai masuk kuliah. aku harap kamu tetap bisa meluangkan waktu utnuk anak-anak sebab bisa dipastikan waktuku akan banyak habis diluar"


"iya mas. aku juga sudah menambah 2 orang karyawan untuk dibutik. jadi aku akan kebutik jika memang ada hal yang penting saja."


"baiklah. katakan pada Raisya nanti Bagas akan menjemputnya. suruh dia sarapan dan berikan ini padanya. katakan ini uang jajan untuknya seminggu kedepan".


crish memberikan uang senilai 1 juta untuk Raisya.


"baik mas. nanti aku sampaikan. hati-hati ya. semangat belajar suamiku".


"pasti sayang. tunggu kepulangan ku. aku pergi. assalamualaikum "


........


Dania memanggil Raisya yang harus segera berangkat ke sekolah agar tak terlambat.


"sayang" apa kau sudah selesai? ayo sarapan"


"iya Bu. sebentar."


ceklekkk


Raisya menuruni anak tangga menuju meja makan.


disana ia hanya melihat Dania dan adik-adiknya yang sedang disuapi makanan oleh mbak baby sitter.


"pagi Bu. ayah kemana?"


"pagi sayang. ayah sudah berangkat. hati ini hari pertama ayah kuliah".


"oh begitu. aku bangga dengan ayah. sesibuk apapun ia tetap memikirkan tentang pendidikan."


"kau juga harus seperti itu nak. ayo cepat habiskan makananmu. kak Bagas sedang dalam perjalanan kesini"


"hmm baiklah"

__ADS_1


"kenapa sayang? kau tak suka?"


"kak Bagas suka jail bu. dia juga suka maksa agar aku mau menikah dengannya".


"hahah. dia memang hampir sama dengan ayahmu nak. ibu juga dulu dipaksanya. padahal waktu itu ibu adalah seorang janda dan dia masih murid SMA. tapi dia menjamin kesejahteraan hidup ibu hingga saat ini".


....


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam. eh Bagas sudah sampai. sudah sarapan? kalau belum sini sarapan dulu". ucap Dania pada Bagas yang baru saja tiba.


"sudah kak. terimakasih"


"Raisya. ini tadi ayah nitipin uang jajan kamu ke ibu. kata ayah ini uang jajan untukmu sepekan kedepan".


"Bu ini terlalu banyak. bahkan uang jajan yang ayah berikan padaku Minggu lalu masih ada"


"tabung jika kau tak memakainya. mungkin suatu saat kau akan membutuhkannya".


"baik Bu. Raisya pergi sekolah dulu. assalamualaikum "


"waalaikumsalam. hati-hati saja Bagas. jangan kau sakiti anak gadisku" teriak Dania pada Bagas yang memutarkan mobilnya.


"bawel banget sih kak. jelas dia gadisku. pasti aku akan menjaganya lah."


Bagas melirik Raisya dan di tatap tajam olehnya.


"resek banget sih kak. emang udah bisa mastikan kalau aku mau nikah sama kakak?"


"mau gak mau. Suka atau tidak, kedepannya juga kau bakal nikah sama kakak"


"kalau aku memilih menikah dengan orang lain bagaimana?"


"tak masalah. aku akan menunggumu hingga menjadi janda seperti ibumu yang didapatkan crish saat ia sudah jadi janda".


"kau mendoakan aku jadi janda di usiaku yang muda ini? dasar"


"haha. jangan marah sayang. aku tak mendoakan dirimu begitu"


"terserah"


"love You, Raisya. aku akan menunggumu hingga kau siap"


"aku pegang kata-katamu kak. jangan paksa aku sekarang"


"oke sayang"


"tidak ada embel-embel sayang"


"banyak sekali permintaanmu"

__ADS_1


__ADS_2