
waktu berganti tak terasa Dania dan crish akan melangsungkan pernikahan 2 Minggu lagi. mereka tengah mempersiapkan segala hal yang diperlukan.
Hanna dan anak panti lainnya pun kini sudah menempati panti asuhan baru yang telah dibangun Abraham.
hari ini butik lumayan ramai pengunjung, Dania yang melamun di ruang kerjanya dikagetkan dengan tingkah sahabatnya yang jail itu. "doorrrr. hayooo ngelamun apa ni calon pengantin? malam pertama? malam kedua? malam-malam aku seeendiriiii tanpa cintamu lagiii wowowowoooooo".
"buset, malah nyanyi ente. mana suara cempreng banget lagi tu. haha" Hanna bete akan candaan Dania.
"eh aku kedepan dulu ya, ada pelanggan". ucap Hanna yang akan melayani ramah pengunjung butiknya.
"apa aku harus kasih tau mas crish ya? secara dia kan calon suamiku. ah iya aku harus ketemu dia.". monolog Dania yang sedang memikirkan rencananya.
.....
"assalamualaikum, sayang". salam crish kepada Hanna yang menelepon dirinya.
"waalaikumsalam, mas. hmm mas pulang sekolah jam berapa? aku mau ketemu". ujar Dania.
"ini jam terakhir. 10 menit lagi juga selesai. nanti aku ke butik langsung ya. aku jemput kamu sekalian cari makan siang."
Dania setuju atas saran crish. ya, dia memang sedang memikirkan nasib sahabat dan adiknya itu. jadi dia ingin meminta saran dari crish.
"Hanna, mas crish jemput aku buat makan siang. ini aku tinggalin uang 500ribu buat kamu cari makan sama Bagas ya. suruh dia bantu kamu dibutik dulu sebelum aku kembali". Dania buru-buru karena crish tengah menunggunya diparkiran mall.
"sering-sering aja ya Bu bos". senang Hanna bisa makan sepuasnya hari ini. tak lupa akan adiknya ia bergegas meneleponnya.
....
"mas, maaf lama. aku izin Hanna dulu tadi". ucap Dania masuk dalam mobil crish. meskipun masih SMA crish sudah cukup umur untuk berkendara ya. jadi aman karena punya SIM.
"kita makan di restoran mas aja ya sayang. laper banget udahan." terlihat wajah gusar crish yang mungkin lelah dan lapar setelah sekolah.
tiba direstoran, crish dan Dania masuk keruang kerja crish. tak lama kemudian pelayan membawa banyak menu makanan dan minuman untuk disajikan. termasuk eskrim kesukaan Dania.
"sayang ada yang mau kamu sampaikan? kamu terlihat tidak tenang sejak tadi". tanya Crish.
"hmm iya mas. makannya aku ajak mas ketemu. mas, apa kamu keberatan kalau aku memberikan sedikit fasilitas untuk Hanna dan juga Bagas? aku tak bisa membalas semua kebaikan mereka dalam membantuku bekerja selama ini. mereka sahabat baik yang aku punya selama ini." Dania ingat akan kebaikan yang selalu diberikan Hanna dan adik ya untuk dirinya. terlebih kala ia mengalami kegagalan dalam berumahtangga waktu itu. merekalah yang mendukung Dania hingga semangatnya kembali lagi.
"fasilitas seperti apa misalnya?" tanya Crish. ya crish memang masih SMA tapi sifat dan sikapnya bahkan lebih dewasa dari Dania. itulah yang membuat Dania jatuh hati padanya.
"aku ingin membelikan sebuah rumah, toko, juga kendaraan. mereka hanya punya 1 motor butut yang dibawa Bagas kesekolah. setiap hari Hanna naik angkot mas. lagian kasian juga kalau terus tinggal di panti asuhan. rasanya tidak adil aku dengan hidup yang enak sedang dia begitu-begitu saja." Dania menjelaskan kepada crish niat baiknya.
"hmm, begini saja. kamu berikan mereka toko yang menyediakan perlengkapan butik seperti kain, manik-manik, apapun itu lah. jadi kalian bisa bekerjasama. kamu membutuhkan kain untuk hasil design mu. Hanna membutuhkan pelanggan untuk toko kainnya. untuk Bagas, hmm dia sangat menyukai otomotif. urusan Bagas biar mas yang menyediakan bengkel besar yang lengkap untuknya. tempat tinggal mereka mas yang membelikannya rumah kosong sedangkan kamu melengkapi perabotannya dan untuk kendaraan...." ucapannya terpotong kala suara bariton itu menerobos begitu saja.
__ADS_1
"untuk kendaraan biar Abang yang membelikan 2 mobil dan juga 2 sepeda motor". ucap Abraham menyambung ucapan kedua keponakannya ini.
"eh Abang, ikut-ikutan aja". jawab crish.
"hehe ya kali Abang gak mau bantu calon bi...BII ahhh itu lah" jawab Abraham ragu.
"bilang aja calon binik bang. ngapain ragu sih. kita sih setuju aja. ya sayang?". tanya Crish kepada Dania.
"yang penting Abang tanggungjawab bukan cuma sama mereka berdua. tapi juga bunda dan adik-adik lainnya. buntutnya Hanna kan banyak bang. hehehe" ceplos Dania sambil mengunyah makanannya itu.
"telan dulu makananmu dek baru bicara. gak masalah buat Abang buntutnya sepanjang kereta api juga.". Abraham mulai menyukai Hanna sejak pertama kali bertemu dalam insiden kebakaran pantinya itu.
.....
4 hari berlalu, semua yang direncanakan oleh ketiga orang itu berjalan lancar. semua sudah tersedia.
"Hanna, nanti pulang dari butik kamu ikut aku ya. ajak Bagas juga". ajak Dania tanpa membocorkan suprise nya.
"waduh aroma-aroma aromaterapi ni. asik. oke Bu bos". jawab Hanna girang.
hari menunjukkan pukul 5 sore. Bagas juga sudah datang dengan mengendarai motor bututnya. Dania membawa Hanna dan Bagas dengan mobilnya. sedang crish pergi bersama dengan Abraham yang sejak tadi tak sabar bertemu Hanna.
"sabar pak tua, Abang ni niat kali. belum tentu juga Hanna mau sama Abang". ejek crish.
"kita dimana?" tanya Hanna.
"yuk, turun" ajak Dania.
"assalamualaikum mas, bang" salam Dania
mereka bingung siapa yang akan membuka pembicaraan dan Dania inisiatif untuk memulainya.
"hmm Hanna, Bagas. jangan tersinggung ya. hmmm anu. ini anu. hmmm aduh kenapa jadi aku yang deg-degan gini sih ya ampun. hmm hmmm gini Hanna. ini rumah hadiah untuk kalian berdua."
Dania melotot, begitu juga dengan Bagas yang menganga tak menyangka. rumah dengan 2 lantai ini menjadi milik mereka dengan cuma-cuma.
"dek, tutup mulutmu. lalat akan tergelincir masuk dalam usus mu." ucap Abraham yang melihat Bagas menganga lebar. ia seketika menutup mulutnya menatap Hanna.
"ini serius? rumah semewah ini?" tanya Hanna yang masih tak percaya.
"iya. serius. ayo masuk. nah disamping sini bagasi kendaraan. ini kuncinya, silahkan buka untuk mengecek". ucap Dania seraya memberi kunci.
"itu mobil dan motor siapa?" kali ini Bagas buka suara setelah melihat kendaraan mewah impian dirinya.
__ADS_1
"bro, gue tau lu pengen banget punya motor gede kan. nah kali ini abang gue yang nyediain motor gede buat lu 1, mobil sport lu yang abu-abu. buat kak Hanna tu motor matic lu adanya warna pink kagak ngapa yak heheh kan lu cewek juga, itu mobil sport merah punya lu kak.".
Hanna dan Bagas jatuh terduduk. tak menyangka hari ini Allah kirimkan banyak keberkahanNya untuk mereka.
"udah ayo masuk rumah. ya kali ada rumah malah duduk di sini" ucap crish.
"ini kunci rumahnya. maaf gue cuma bisa kasih rumah kayak gini doang. maklum anak SMA yang bentar lagi jadi lakik orang woy". dengan bangganya crish mengatakannya.
pintu terbuka, terlihat barang-barang mewah didalamnya melengkapi rumah baru itu.
"hmm maaf sekali lagi Hanna, Bagas. aku gak tau kalian sukanya perabotan seperti apa. jadi aku cuma bisa kasih ini aja. kalau ada yang kurang bilang sama aku ya. biar aku kasih lagi" ucap Dania yang memang kurang paham selera keduanya.
"lantai 1 ini untuk ruang tamu, ruang dapur sama kamar tamu. di lantai 2 ada 1 kamar tidur buat Hanna yang pintunya warna emas, 1 kamar tidur buat Bagas yang pintunya warna perak. ada 1 perpustakaan dan 1 ruang kerja untuk Hanna mendesign atau menjahit". Abraham menjelaskan detail rumah baru Hanna dan Bagas.
"jangan bengong lah. sini gue tunjukin lagi. ayo keluar. nah itu tu di samping kanan ada kolam ikan sama taman bunga. tolong dirawat ya kak Hanna. lu juga tong, lu kasih makan dah tu ikan meskipun cuma ikan ****** hahaha. nah nah sebelah kiri itu, ayo ayo buruan. nah ini ni kunci ruangan ini. buka lah" crish menyodorkan kunci kepada Hanna.
"apa lagi ini? hiks hiks. gimana kami mau bayar semua ini? hiks hiks" Hanna menangis bahagia.
"ini toko kain buat kamu Hanna. kamu masih boleh kok kerja sama aku dibutik tapi tidak sebagai karyawan ku. kamu tinggal memasok kain yang aku butuhkan. atau apapun yang aku butuhkan. suka gak?" tanya Dania yang memeluk Hanna yang masih terisak.
"nah udah selesai ni. udah dong nangisnya. tenang. gue udah bayar supir buat lu kalo badmood bawa mobil. terus ada 1 kang kebun juga. 2 pengawal buat jaga gerbang. 3 karyawan untuk toko lu kak." crish menambah ucapannya. bertambah kuat pula tangisan Hanna dan Bagas..
"huaaaa mimpi apa aku semalam ya Allah. terimakasih sudah mengirimkan sahabat dan keluarga yang seperti ini". ucap syukur Hanna.
"udah ah, laper gue. ayok ah cabut." ajak crish yang mana masih memiliki 1 kejutan lainnya.
.....
" kok ke bengkel?" tanya Bagas.
" iya bentar mau benerin mobil Dania dulu ni". mereka tadi berangkat 1 mobil dengan Dania.
mereka turun dan disambut oleh 7 orang montir dibagian ya masing-masing.
"selamat datang, tuan Bagas". mereka menunduk menyapa Bagas.
Bagas bingung dengan perlakuan mereka yang dianggap berlebihan.
"udah udah jangan gitu. berasa kek raja gue." ucap Bagas.
" bro lu doyan otomotif kan. ni gue sediain ini buat lu. tapi masih kecil yak cuma 2 lantai. bengkel ini udah punya pelanggan tetap sebelumnya jadi lu gampang aja kan. itu 7 montir buat bantu lu. tenang aja. gue, Abang dan Dania yang bakal gaji orang-orang yang kita sewa buat lu berdua. lu berdua fokus buat besarin nama toko dan bengkel lu aja. aman kan?". ucap crish menepuk bahu Bagas.
mereka berpelukan bersama.
__ADS_1
setelahnya mereka mencari restoran terdekat untuk makan malam.