
crish telah menyiapkan apa yang telah di minta Raisya untuk para preman yang telah melukai Dania.
kini preman-preman itu ada disebuah ruko yang masih berantakan. Raisya yang ikut ke ruko itu membantu preman-preman itu membersihkannya. ia pula yang merapikan segala kebutuhan untuk dijadikan galeri lukisan.
"om vey, ini sofa-sofanya letak saja di sudut sana supaya pengunjung juga bisa beristirahat jika lelah berkeliling galeri. om Adi dan om Aris bawa peralatan lukis ini keruangan sebelah kanan. disana tempat kalian melukis. om Danu mulailah mengecat dinding ini dengan memberi sentuhan lukisan yang terlihat menyejukkan" ucap raisya mengatur segala persiapan.
.....
dirumahsakit kini Dania sedang bersiap-siap untuk pulang. Dania sangat bersemangat ketika mendengar crish yang menjelaskan tentang apa yang dilakukan Raisya pada preman-preman itu.
Dani sangat bersyukur memiliki Raisya. ia akan terus mengusahakan supaya Raisya tak sedikit pun kekurangan kasih sayang.
.....
hari hari berlalu begitu cepat. kini galeri lukisan yang diberi nama nona galleri pun telah dibuka.
__ADS_1
preman itu memberi nama itu sebagai pengingat bahwa Raisya yang telah mereka anggap sebagai nona mudanya yang telah membawa mereka pada perubahan yang lebih baik.
Raisya, Dania, crish, 3 E, dan para baby sitter datang ke galerri untuk melakukan peresmian.
mereka disambut hangat oleh keempat preman itu yang kini tinggal di galleri.
mereka telah menyelesaikan 50 hasil karya lukisan mereka untuk dipajang saat peresmian dibuka. tak lupa pula mereka telah menyiapkan hadiah luar biasa untuk keluarga crish yang telah membantu mereka.
acara telah terlaksana dengan baik. para pengunjung galerri berkeliling melihat hasil lukisan-lukisan itu. tak sedikit dari mereka yang langsung memesan lukisan.
"pak crish sekeluarga. kami mengucapkan banyak terimakasih pada kalian sebab Sudi membantu kami yang bahkan membuat ibu Dania terluka. Bu, saya mewakili teman-teman saya meminta maaf sekali lagi atas apa yang terjadi." ucap vey sebagai perwakilan.
"terimakasih nona. jika bukan karena nona ntah apa jadinya kami. mungkin saat ini kami berada dalam sel tahanan". ucap Danu
"gapapa om. Raisya senang kalian berubah. jangan pernah sekalipun berpikir untuk kembali ke jalan sesat kalian itu atau aku sendiri yang akan mencincang tubuh kalian". Raisya sebenarnya ngeri sendiri dengan ucapannya. mana mungkin ia akan bisa melakukan itu pikirnya.
__ADS_1
"iya nona. kami berjanji akan menjadi orang yang baik. hmm kami sebenarnya sudah menyiapkan hadiah untuk kalian. jika berkenan terimalah meskipun tak ternilai oleh kalian". ucap Danu memberikan bingkisan medengan bentuk persegi besar
"apa ini? tak perlu repot-repot begini" ucap crish menerima hadiah itu.
mereka antusias untuk membukanya. sangat jelas terpampang dihadapan mereka kini sebuah lukisan keluarga. yakni lukisan wajah crish, Dania, Raisya, dan 3 E.
"wah, bagus sekali. terimakasih banyak om. ayah, ibu, kalian harus membayar mahal lukisan ini" ucap raisya dengan mata berbinar melihat lukisan itu
"tidak nona. kami memberikan Ini sebagai hadiah untuk kalian. tidka ada niat bagi kami untuk menjual ini pada kalian. kami tulus nona." ucap Adi.
"tidak apa-apa bapak-bapak. ini, ambilah sebagai bayaran lukisan ini. gunakan untuk menambah keperluan kalian". crish memberikan uang senilai 500 juta.
"pak crish, Bu Dania, nona. ini terlalu banyak. maaf kami tak bisa menerima ini. bahkan kami memiliki banyak hutang pada kalian". vey menyodorkan kembali uang itu
"om. kalau kalian menolak uang pemberian ayah dan ibu. maka aku akan melaporkan kalian pada polisi karena telah menusuk ibu hingga masuk rumahsakit. apa kalian mau?". ancam Raisya.
__ADS_1
"kau ini, kenapa senang sekali menakuti orang lain." ucap crish
"hehe biar om mau Nerima uangnya yah. kan lukisannya juga bagus jadi mereka berhak menerima uang itu. lagipula ni ya, mereka juga kan gak ada hutang sama ayah dan ibu". jawab Raisya nyengir.