janda ting-ting, istri dari anak SMA

janda ting-ting, istri dari anak SMA
Bagas dan Raisya kecelakaan


__ADS_3

Bagas yang selalu mengantar dan menjemput Raisya sekolah membuat keduanya merasa nyaman.


namun sayangnya Raisya masih jual mahal untuk mengakui hal itu.


seperti halnya hari ini, Bagas menjemput Raisya seperti biasanya didepan gerbang sekolah.


dari kejauhan, Bagas tersenyum merekah melihat Raisya berjalan mendekat kearahnya.


"silahkan masuk tuan putri"


"apa sih kak?"


"heheh"


Bagas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"bagaimana sekolahmu hari ini?"


"badmood"


"loh kenapa? ada masalah?"


"Irwan, teman satu kelasku masih saja mengenali. ingin menjadikan aku kekasihnya"


"apa? terus kau mau?"


"ya tentu saja tidak. cintamu saja ntah kapan aku bisa menerimanya"


"huft. syukurlah"


mereka berbincang ini dan itu hingga sesaat mereka tersadar ada mobil lain yang melaju dengan cepat dari arah yang berlawanan.


Bagas yang tak siap dengan kejadian itu membanting stir ke arah kiri hingga menabrak sebuah pohon.


braaaakkkk


"eeuungghh. sakit" ucap raisya memegang keningnya yang berdarah


"aww. Raisya ayo keluar. apa kau mampu? kita bisa habis terbakar jika terus didalam sinj"


"ak-aku tak bisa bergerak kak. kakiku terjepit"


"astaghfirullah bagaimana ini. sebentar ya"


Bagas keluar mobil dengan terpincang-pincang. warga berbondong-bondong datang untuk membantu mereka.


mobil yang menabrak mereka tadi sudah habis terbakar beserta pengemudinya.


"tolong pak, Bu. tolong bantu adik saya keluar" ucap Bagas meminta tolong warga


"menepilah nak. biar kami coba keluarkan adikmu." ucap seorang warga


"sini ibu bantu membersihkan lukamu. ibu seorang bidan didesa ini" ucap bidan Sri


"Terimakasih Bu"


.....


warga dengan susah payah merusak bagian mobil Bagas yang menjepit dikali Raisya.


Raisya menahan sekuat tenaga rasa sakit yang ia rasakan.


"pak, tolong panggilkan kakak saya"


Raisya menangis meminta seorang warga memanggil Bagas.


"ada apa dek? jangan menangis. kita akan selamat. kakak akan bawa kamu ke rumahsakit segera. bertahanlah". ucap Bagas yang datang setelah warga tadi memanggilnya.

__ADS_1


"sakit kak. aku tak bisa menahan lebih lama lagi. hiks hiks" Raisya menumpahkan airmatanya


"ya Allah, maafkan kakak, dek."


Raisya yang sudah tak dapat menahan sakit itu akhirnya pingsan.


dengan bantuan para warga akhirnya Raisya bisa dikeluarkan dari mobil Bagas.


tak lama berselang, mobil Bagas terbakar habis.


"pak bantu saya membawa adik saya kerumahsakit" minta Bagas pada seorang warga yang sudah menyiapkan kendaraan untuk mereka kerumahsakit.


...


dalam perjalanan, Bagas memangku kepala Raisya dipahanya.


"dek, bangunlah. kakak mohon, bangun sayang"


Bagas terus mencoba membuat kesadaran Raisya kembali agar terus terjaga hingga dirumahsakit.


.....


sesampainya dirumahsakit, Bagas menggendong Raisya. ia terus berteriak meminta bantuan dokter dan perawat disana.


"tenang pak. mari ikut saya untuk membersihkan luka bapak agar tidak infeksi" ucap seorang suster


"tapi adik saya?"


"biar dokter menanganinya"


Bagas dengan berat hati mengikuti langkah suster itu.


Bagas kembali duduk di kursintunggu depan ruang Raisya. ia mengabari kejadian ini pada Dania dan crish. pastinya mereka terkejut, terlebih lagi Dania. begitu juga dengan Hanna. setelah Bagas menghubungi orangtua Raisya, ia juga menghubungi kakak tersayangnya itu.


"bagass" teriak Hanna memeluk Bagas


"kak tenanglah. aku tidak apa-apa"


"Bagas, Hanna" ucap crish yang datang dengan Dania yang menangis


"dimana Raisya?" tanya Dania


"sedang ditangani dokter didalam sana"


"bagaimana bisa terjadi? apa kau ugal-ugalan lagi?" tanya crish


Bagas menceritakan semua kejadian itu. hingga bagaimana mereka bisa sampai ke rumahsakit.


Dania yang syok mendengar cerita Bagas pun pingsan diperlukan crish.


"hei, bangun sayang. bangun" ucap crish menyadarkan dania


"Nia. bangunlah. anakmu pasti khawatir jika kau begini" ucap Hanna membantu crish


"eunghh. hiks hiks. putriku. hiks hiks. pasti dia kesakitan"


"sudahlah. kita tunggu saja informasinya dari dokter nanti".


"Bagas, apa kau benar-benar mencintai putriku?" ucap Dania pada Bagas yang sesekali meringis menahan sakit


"kenapa kau menanyakan itu?" ucap crish


"nikahi Raisya, Bagas. aku tak mau jika nanti ada kecacatan darinya yang membuat dirinya sulit mendapatkan jodohnya"


"hei. Raisya akan baik-baik saja. kau tak perlu berkata seperti itu". ucap crish menenangkan


"aku akan menikahinya setelah ia sadar". ujar Bagas yang disaksikan oleh crish, Dania dan Hanna

__ADS_1


"kau yakin? dia masih sekolah" ucap crish


"bukan masalah. yang terpenting rahasiakan dulud Ari pihak sekolah. kalau kalian masih mau dia tetap sekolah"


"bagaimana pun dia harus tetap sekolah. aku setuju dengan pemikiranmu" ucap Hanna menimpali.


mereka masih menunggu hasil akhir pemeriksaan dokter.


dokter keluar dari ruangan Raisya dengan wajah serius


"bagaimana kondisi putri kami dokter?" uvap crish


"terdapat patah tulang pada bagian paha kanan dan pergeseran tempurung lutut kiri, begitu juga dengan tulang pergelangan kakinya yang retak. kemungkinan dalam waktu beberapa bulan kedepan ia tak bisa berjalan normal"


duaaarrrr


bagai tersambar petir, mereka mendengar penuturan dokter yang menangani Raisya.


"apa kami bisa menjenguknya?" tanya Dania lemah


"sebentar ya Bu. pasien akan kami pindahkan ke ruang yang lebih memadai alat-alatnya. kalian bisa menjenguknya disana nanti" ucap dokter itu


"baik dokter".


..... Raisya kini telah dipindahkan. mereka menjenguk Raisya keruangan itu.


"maafkan aku Raisya. kalau aku tak membanting setir tadi pasti kau tak seperti ini". ucap Bagas duduk ditepi ranjang Raisya


"sudahlah gas. ini takdir. bukan murni kesalahanmu". jawab crish


"euungghh. aww. ibuu hiks hiks sakit buuu" Raisya sadar dan mengeluh sakit pada kedua kakinya.


"sayang. hei. kau bangun nak". ucap crish


"Raisya, ini ibu nak. kamu yang kuat ya sayang" Dania mengelus lembut pipi Raisya


"Buu, sakit."


"iya iya, ibu tau. sabar ya. Raisya kan anak yang kuat"


"Raisya. kakak akan bertanggungjawab atas kejadian ini. kakak akan menikahimu disini"


ucap Bagas menatap dalam Raisya


"bb-buu. yah" Raisya menatap ayah dan ibunya bergantian


"tak apa nak. kita rahasiakan ini dulu dari sekoalh hingga kau lulus" ucap crish pasrah.


"baiklah Kak. aku mau"


"Alhamdulillah"


....


"sah"


"saah"


mereka kini sah menjadi suami istri meskipun dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. bukan karena ingin memanfaatkan kesempatan, hanya saja Bagas tak mau dianggap membuat cacat Raisya lalu meninggalkannya. terlebih pula ia juga sangat mencintai Raisya sejak lama.


"semoga kalian bahagia sayang" ucap Dania


"Bu, apa aku bisa tetap tinggal dengan ibu dan ayah serta adik-adik?" tak siap rasanya jika Raisya harus berjauhan dengan keluarganya itu


"dengar sayang. kau sudah menikah. kemanapun suamimu melangkah, kau harus tetap berada disampingnya. kau bisa mengunjungi kami kapanpun kau mau"


ucap Dania menenangkan

__ADS_1


"hmm, baiklah Bu. aku harap kalian tak melupakan aku"


"hahah bagaimana mungkin kami melupakan putri sulung kami yang cantik ini." goda crish pada Raisya yang cemberut


__ADS_2